Little My Wife

Little My Wife
Memang perlu ya Honeymoon



Bab 60


.


.


.


Nasywa berjalan sedikit kesulitan, namun sudah tidak seperti tadi.


Melihat itu Victor segera berlari kecil membantu Nasywa berjalan. "Apa masih sakit ??" Tanya Victor yang langsung memegangi tangan Nasywa.


"Sedikit. Tapi tidak sesakit tadi."Balas Nasywa


"Makanya aku bawakan sarapan kekamar. Pelan-pelan ya jalannya.." ucap Victor seraya memapah Nasywa.


Nasywa duduk disofa panjang perlahan. Victor yang beralih profesi menjadi pelayan Nasywa segera mengambilkan segelas susu dan menyodorkannya pada Nasywa.


"Mau disuapi ??" tawar Victor.


"Tidak perlu, tanganku tidak sakit.."Nasywa merampas sepiring pasta kesukaannya dan pasti itu buatan Victor.


Dengan lahap Nasywa menikmati sarapan. Keduanya saling melempar senyum dengan cinta dihati masing-masing.


"Oh ya, Kau mau Honeymoon kemana ??" tanya Victor sembari membereskan piring yang sudah kosong.


"Menurutmu kemana ?? Aku kan tidak pernah jalan-jalan.."balas Nasywa.


Victor hanya tersenyum lebar.


"Memang perlu ya honeymoon ??" tambah Nasywa.


"Perlu atau tidak tergantung orangnya Honey. Aku hanya ingin kau merasakan indahnya pengantin baru. Biasanya kan melakukan perjalanan Untuk Honeymoon."tutur Victor.


"nanti aku fikirkan. Aku mau tidur lagi boleh tidak ?? Badanku masih lemas Hubby ??" pinta Nasywa.


"kasihan sekali istriku.."Victor beralih tempat dan mengusap kelapa Nasywa. "Tidurlah sayang, maaf ya jika semalam aku terlalu lepas kontrol.."


"eem.. Lain kali pasti aku sudah terbiasa.."Balas Nasywa dengan suara lirih.


Cupp..


Kecupan mendarat dikening Nasywa. "Terima kasih.."


Nasywa sangat nyaman sekali berada dalam dekapan Victor. ia memejamkan mata kembali guna menghilangkan penat yang begitu berlebihan.


.


.


.


Ani yang tengah disibukkan dengan banyaknya pekerjaan sampai melupakan waktu makan siang.


Hingga Konsentrasinya buyar saat pintunya diketuk seseorang dari luar.


"Masuk.."perintah Ani tanpa mengalihkan pandangan yang terus terfokus pada Layar monitornya.


"em.. Iya. Ada ap-" Ucapan Ani terhenti saat Ternyata tamunya adalah arsitek yang memang sudah membuat janji dengannya.


"Tuan Roger.. Maaf, saya terlalu sibuk" Ani segera berdiri menyanbut kedatangan Arsitek proyek besarnya.


Jabat tangan dilakukan. Saling lempar senyum juga dilakukan dua orang itu.


"Silahkan duduk."Ani mengajak Roger untuk duduk.


Roger nampak menurut dan duduk berhadapan dengan Ani.


"Maaf jika saya mengganggu Nona.."Roger membuka percakapan.


"Tidak. Saya hanya sedikit kuwalahan, teman saya sedang cuti biasanya dia yang menghandle semua ini."balas Ani.


"Oww. Apa tuan Wisnu yang cuti ??" Roger bertanya.


"Bukan.. Dia Direktur Utama diHorison Group. Tuan Victor."Balas Ani lagi.


"Iya saya pernah mendengar namanya. Maaf sebelumnya. Saya kemari untuk minta persetujuan anda dalam proposal saya, Ada beberapa desain yang akan saya rubah, karna menurut saya itu berbahaya untuk pengunjung nantinya."Roger mengeluarkan Berkas yang ia bawa.


Ani nampak konsentrasi melihat. Keduanya membahas dengan seksama.


Wisnu yang tak sengaja masuk segera menghentikan langkahnya saat Melihat ternyata Ani kedatangan tamu. Roger dan Ani sama-sama menoleh kearah pintu dimana Wisnu berdiri.


"Maaf..maaf.. Saya fikir tidak ada tamu. Soalnya sudah waktunya makan siang."Ucap Wisnu seraya menunduk.


"Tidak masalah tuan. Silahkan.."balas Roger.


"Apa tanganmu hilang ?? Main nyelonong saja ?!" Tegur Ani.


"Maaf An.."Balas Wisnu dengan cepat. Ia segera mendekati Ani dan juga Roger.


"Ada masalah apa tuan Roger kemari ??" Tanya Winsu setelah mendudukkan bokongnya dengan aman.


"Ada beberapa perubahan yang saya ingin tunjukan pada Nona Ani."Balas Roger dengan ramah.


"Oww begitu. Bagaimana kalau kita bahas sambil makan siang ??" Tawar Wisnu


Ani hanya menatap Roger yang nampak bimbang.


"Saya yang traktir tuan."Tambah Wisnu.


Roger tersenyum lebar dengan ucapan Wisnu barusan. Tak ingin melukai hati orang lain, Roger akhirnya setuju.


"Baiklah.. Saya menerima tawaran anda."


"Baiklah.. Ayo berangkat.."Wisnu segera menggiring dua orang yang sama-sama kaku itu untuk keluar makan siang.


.


.


.