Little My Wife

Little My Wife
lebih betah disana



Bab 84


.


.


.


Waktu sudah berganti pagi lagi. Pagi ini Nasywa bangun lebih awal. Setelah pernyataan semalam antara kedua suami istri itu Nasywa akan memulai lagi semuanya dari awal tanpa bayang-bayang masa lalu lagi.


Nasywa berniat membuatkan sarapan untuk Victor. Meski terkadang kepalanya sakit karna efek kehamilannya Namun Nasywa tak begitu merasakannya.


Beberapa bahan makanan dikeluarkan Nasywa dari dalam kulkas. Ia tak lupa menggulung rambutnya keatas agar tidak mengganggu pekerjaannya.


Namun saat membuka kulkas dan hidungnya mencium Bau ikan, Seketika rasa mual Nasywa muncul.


"uuueeekkkk !!!"


Nasywa berlari menuju kamar mandi yang ada dilantai bawah guna mengeluarkan muntahan dari mulutnya.


"Huh.. Tenanglah Nasywa.. Ini Wajar terjadi.."Ucap Nasywa lirih Seraya mengatur nafasnya. Merasa sudah tidak mual lagi, Nasywa segera membasuh mulutnya dan kembali kedapur.


Nasywa berinisiatif membuat air hangat untuk ia minum dulu. Lalu ia kembali memasak.


.


.


Victor terbangun karna tangannya tak mendapati keberadaan Istrinya. Saat matanya terbuka lebar ternyata benar, Nasywa sudah tidak disisinya.


"Sayang.."panggil Victor.


"Kemana dia ??" gumam Victor yang tanpa menunggu apapun langsung turun dari ranjang. Melihat kekamar mandi, tidak ada. Ia pun berlari keluar kamar.


Victor sampai lupa tidak memakai alas kaki saking kawatirnya.


Namun saat tiba dibawah ia bisa bernafas lega saat melihat Nasywa tengah menata piring diatas meja makan.


Sudut bibir Victor terangkat dengan hati yang lega. Ia baru berfikir jika Istrinya pergi meninggalkan dia.


Victor tersadar seketika. Ia mengusap tengkuknya seraya berjalan mendekati Nasywa.


Nasywa menyambut dengan senyum lebar dan kedua tangan terbuka. Ia langsung memeluk Victor dengan manjanya.


"Selamat pagi.. Hari ini aku yang buat sarapan.. Hanya Nasi goreng, tapi spesial.."Ucap Nasywa yang masih bergelayut manja dileher Victor.


Victor tersenyum lebar setelah melabuhkan ciuman dikening dan bibir Nasywa. "Maaf ya. Aku terlambat bangun. Kau sampai masak. Apa tidak mual ??"


"Hanya sekali tadi. Bau ikan dikulkas. Setelah itu sudah tidak. Aku tidak beri udang Nasi gorengnya, karna aku sedang tidak mau makan udang.. Tidak apa-apa kan ??" Tutur Nasywa.


Victor memegangi kedua pipi Nasywa. "Apapun yang kau buat. Akan aku makan sayang.."


Nasywa tersenyum bahagia. Ia pun segrera menarik lengan Victor untuk duduk.


"Duduklah hubby.. Aku ambilkan.."Nasywa begitu antusias mengambilkan makanan untuk Victor.


Victor pun tak kalah bahagia. Istrinya sudah kembali seperti sebelumnya. "benar kata Haikal.. Mengatakan apa yang kita fikirkan dan kejujuran akan jauh lebih baik."batin Victor yang begitu bersyukur memiliki sahabat seperti Haikal.


"Hubby.. Aku sudah pesan tiket. Dua hari lagi kita kembali keJogja ya."Ucap Nasywa disela makannya.


"Kembali ?? Kau bilang masih ingin disini ??" Balas Victor cukup terkejut.


"Setelah aku fikir-fikir aku lebih betah disana. Karna pertemuan pertama kita kan disana. Kita menikah juga disana. Pekerjaanmu juga disana."celoteh Nasywa.


"kau yakin ??"Victor memastikan.


Nasywa menggangguk cepat. "Sangat yakin..nanti kita pergi beli oleh-oleh ya, buat bibi Ani dan paman Wisnu. Dan juga buat bibi dirumah."


"Apapun maumu sayang. Aku akan turuti.."balas Victor seraya menatap penuh cinta istri kecilnya.


Nasywa tersenyum lebar dan kembali melanjutkan makannya. Victor pun demikian, hari ini ia begitu bersemangat makan dari pada hari kemarin. bahkan Victor minta menambah lagi dan lagi, sampai Nasywa begitu senang masakannya langsung habis seketika.


.


.