Little My Wife

Little My Wife
Ayaha macam apa



Bab 45


..


.


Dan benar saja, dengan dikawal beberapa orang Haikal, Victor dan Nasywa tiba dirumah besar milik Gabriell.


Sorot mata penuh kerinduan terlihat jelas dikedua mata Nasywa. Namun rasa takut juga mendominani hatinya.


Akankah sang papa menerima ??


Victor yang melihat betapa istrinya sangat gelisah, berusaha memberi kekuatan.


"Tenanglah.. Papamu memang Arogan. Tapi aku juga membawa orang-orang berbahaya."Hibur Victor.


"Tapi papa itu sangat menyeramkan paman.."Ucap Nasywa yang sudah tidak bisa menutupi kegelisahan hatinya.


"Mereka yang mengawal kita lebih berbahaya sayang.. percayalah, orang-orangnya Haikal.sangat bisa kita andalkan."Victor memeluk Nasywa agar istrinya sedikit tenang.


Apalagi saat mobil mereka sudah memasuki gerbang Milik Gabriel. Tangan Nasywa terasa begitu dingin sekali.


Penjaga yang melihat ada tamu asing segera menghentikan mobil Yang ditumpangi Victor.


"Ada yang bisa kami bantu ??" sapa penjaga rumah.


"Kami ingin bertemu tuan Gabriel dan Nyonya Arina. Kalian tidak mengenal dia ??" Victor memperlihatkan Nasywa.


"Nona muda.."Gumamnya.


"Silahkan.."Penjaga itu membukakan jalan. hingga mobil Victor masuk kedalam.


Penjaga itu langsung melapor melalui saluran HT, dan kabar kedatangan Nasywa langsung terdengar ditelinga Gabriell. Gabriel terlihat tidak suka. Sangat terlihat dari sorot matanya.


Arina segera memohon pada suaminya agar menerima kedatangan Nasywa.


"Mas.. Aku mohon.. Beri Nasywa kesempatan.. Aku sangat merindukan dia mas..."


"Aku sudah bilang dia bukan anakku lagi !!!" Sentak Gabriel yang langsung meninggalkan Arina dan melangkah cepat untuk keluar.


Ia tidak akan memperbolehkan Nasywa masuk kedalam rumahnya.


"Mas.."Arina pun segera mengekor agar jangan sampai hal buruk terjadi lagi.


.


.


Pelayan nampak antusias menyambut Nona muda dirumah itu.


Namun, saat Akan masuk kepintu depan Gabriell segera bersuara dengan lantang.


Seketika langkah Nasywa terhenti begitupun dengan pelayan.


Gabriell menatap tajam Nasywa dan beralih pada Victor.


"Oh.. Kau masih bersama dia ternyata !!? Apa dia belum menyelingkuhimu Nasywa ??" Lontaran perkataan tak mengenakkan diberikan Gabriell.


Arina yang sampai juga dipintu depan menitikkan air mata saat melihat putri semata wayangnya kini ada didepan mata.


"Nasywa..."Ucap Arina hendak menghampiri.


"Jangan dekati anak itu !!! dia akan membawa sial keluarga kita nanti !!!" cegah Gabriell dengan lantang.


"Ayah macam apa yang mengatai putrinya sendiri seperti itu."Timpal Victor.


"Tau apa kau hah !!? Kau itu hanya sampah masyarakat disini !!!" balas Gabriel dengan berani pula.


"Iya. Aku memang pria kotor. Aku memang memiliki masa lalu kelam. Tapi sekarang aku ingin merubahnya menjadi lebih baik. Bukan seperti kau yang hanya mengandalkan ego dan ambisi saja !!!" Tutur Victor lagi.


"Cih.. Mantan Narapidana saja sombong !! Mentang-mentang sudah sukses."Ejek Gabriell.


"Mas.. Tolong jangan begini.. Lihatlah Nasywa ketakutan."Bujuk Arina.


"Dia ?? Takut ?? Bahkan dia dengan sadar mau menjadi simpanan pria dewasa. Lihatlah !!! Apa matamu buta Arin !!? Anakmu datang dengan pria itu !!! Kau kenal Victor kan ??!!"Emosi Gabriell.


"Nasywa istriku. Tolong jangan menghinanya seperti itu."Timpal Victor yang mulai emosi juga.


"Iya, istri siri kan ?? Menjijikkan. Dasar gadis bodoh !! Mau-maunya dengan pria seperti itu."Terus hinaan diberikan Gabriell.


"Keluar dari rumahku sekarang juga !!! aku sudah tidak punya anak. Anak yang tidak mau balas budi seperti dia !!! Pergilah sana !!! bersiap-siaplah disakiti pria brengsek itu !!!" usir Gabriell.


"Dan kau !!!" Gabriel menatap Arina.


"Masuk kedalam !!!" perintah gabriel dengan suara menggelegar.


Nasywa langsung mengangkat wajahnya dengan berderai air mata.


"Papa.. Aku mohon..biarkan aku bertemu mama... Pa.. Aku kemari ingin berniat baik.. Tolong pa.."Nasywa memohon pada sang papa sampai berlutut.


Victor yang melihat istrinya sampai seperti itu segera mengajak Nasywa berdiri.


"sayang.. Jangan begini.."


.


.


.