Little My Wife

Little My Wife
tidak apa-apa dan badanku aman



Bab 30


.


.


.


Nasywa kembali dibuat takjub dengan ruangan Victor yang terlihat begitu besar dan rapi Saat mereka sudah tiba didalam.


"Kau tunggu disini ya, Aku akan ambil piring."Ucap Victor.


"eh.. Biar aku saja paman."Balas Nasywa


"Kau yakin ??" Tanya Victor.


"I..iya. paman beritau saja dimana tempat piringnya."Jawab DNasywa dengan senyum.


"Dikamar pribadiku. Itu."Tunjuk Victor. Nasywa mengikuti petunjuk Victor. Meski sedikit terkejut, Nasywa segera bergegas menuju kamar itu. Dari jauh Victor juga hanya bisa menatap dengan senyum bahagia.


Tiba didalam kekaguman Nasywa bertambah. "Ya ampun.. Ini seperti kamar kontrakan saja. Semua ada diruangan paman."


gumam Nasywa seraya mencari keberadaan piring. Iya, di kamar pribadi Victor juga ada dapur mini dan segala perlengkapannya.


Puas menikmati kamar pribadi Victor, Nasywa segera keluar dengan dua piring dan juga gelas kosong


Victor yang terlihat antusias segera membuka kotak makanan Yang dibawa Nasywa.


"Paman.. Ruanganmu keren sekali.. ada kamarnya lagi.."Puji Nasywa seraya duduk disisi Victor.


Victor pun terkekeh kecil. "Ini milik orang. Dan aku hanya menggunakan selama tenagaku masih diperlukan."


" Tetap saja menyenangkan.."Balas Nasywa.


"Apa kau mau tinggal disini ??" tawar Victor.


"Ya tidak harus tinggal. Setidaknya kita nyaman saat bekerja."timpal Nasywa.


victor hanya menanggapi dengan senyuman saja.


"Kau masak banyak sekali.. Apa kau tidak apa-apa ??" Victor meneliti diri Nasywa.


"Aku tidak apa-apa paman.. Dan badanku aman, karna aku tidak goreng ikan."timpal Nasywa dengan senyum lebarnya.


Victor terkekeh dan sangat terhibur apalagi melihat kepolosan dan keluguan istri kecilnya itu


"Ya sudah. Ayo makan.."Victor menyodorkan piring berisi makanan pada Nasywa dan juga dirinya. Keduanya begitu bersemangat untuk makan bersama.


Namun nasywa masih dibuat ragu dan takut. Apalagi saat Victor memasukkan sesendok penuh makanan buatannya.


Nasywa memejamkan mata. Bersiap mendapat ejekan atau beberapa hinaan.


"Nasy.. Kau kenapa ??" Tanya Victor saat sadar istrinya malah memejamkan mata.


Victor tertawa kecil dengan pertanyaan konyol istrinya. "Tentu saja enak. Apa saja yang dibuat istri pasti akan menjadi enak."


"paman jangan begitu. Jika tidak enak kan aku bisa belajar lagi."Ucap Nasywa.


"Ini enak Nasy.. Kau coba saja.. Ini.. Aaa.. Buka mulutmu " Victor mengarahkan sendok guna menyuapi Nasywa. Nasywa kembali dibuat syok dengan apa yang dilakukan Victor.


"Ayo buka mulutmu."Ucap Victor.


"Oh..iya.."Nasywa nerima suapan dari Victor, lalu mengunyahnya perlahan.


"enak kan ?? Kau sudah bisa masak."Kata Victor yang melanjutkan makannya.


Senyum Nasywa terbit dengan begitu lebarnya. Akhirnya ia berhasil membuat menu masakan.


Akhirnya keduanya menikmati makan siang bersama dengan sedikit candaan dan beberapa percakapan santai.


.


.


Ani menikmati makan siang hanya dengan makan spagetty saja. Itu pun ia lakukan dikantin kantor saja. Seolah nafsu makannya sudah berkurang, Ani tak menghabiskan semuanya, ia hanya sesekali meminum jus pesanannya.


Wisnu yang sadar jika ternyata Ani ada dikantin juga dan juga sendiri buru-buru menghampiri.


"Sendirian buk.."tegur Wisnu seraya meletakkan piring berisi makanan dan minuman kemudian duduk didepan Ani.


Ani memutar bola matanya dengan malas. "Berapa kali aku bilang jangan panggil aku ibuk !!!"


"He..he..he.. Bercanda. Kau sendiri ??" Tanya Wisnu seraya menyuapi mulutnya sendiri.


"apa matamu buta ?? Bukannya aku bersama denganmu !!?" Balas Ani dengan sekenanya.


"Huh.. pedas.."Wisnu meneguk minumannya. " Kau jangan suka marah-marah An, Nanti bisa cepat tua"


"Aku memang sudah tua ." balas Ani dengan bergumam. Sementara Wisnu hanya mencebikkan bibir bawahnya.


Teringat Victor, Ani mengedar mencari pria dingin itu. "Kau juga sendiri ?? Biasanya dengan Victor ??"


"hayo.. Kau kangen ya sama Victor ??" Goda Wisnu.


"Sembarangan !! Aku hanya bertanya !! Kau kan biasanya tidak jauh dari dia !!?" Timpal Ani.


Wisnu terkekeh Dan kembali memasukkan suapan makanan kedalam mulutnya. Teringat wanita muda yang menghampiri Victor tadi, Wisnu buru-buru menelan makanan dalam mulutnya, dan meneguk minuman sampai hampir tersedak.


"Apa kau tidak bisa makan pelan-pelan !!? Tidak ada juga yang minta makananmu !!" Ani menyodorkan tisu pada Wisnu.


Wisnu hanya menggangguk tanpa bisa berkata dulu. Ia mengatur nafasnya setelah membersihkan mulutnya.


.


.