Little My Wife

Little My Wife
Suamimu



Bab 19


.


.


.


Ketika makan siang bersama Klien, Victor teringat Nasywa yang ada dirumah. Mengingat gadis muda itu pasti tidak bisa memasak.


Sebelum memulai makannya, saat pelayan tiba Victor segera memesan sesuatu. Hal itu pun menjadi pusat perhatian klien dan juga Ani.


"Mas. Tolong bungkus beberapa menu ya, dan tolong kirimkan ke Hunian apartemen Horison, ini nomer apartemen saya."Victor menyodorkan sebuah kartu nomer huniannya agar pelayan itu bisa masuk mengantar makanan.


"Baik tuan. Ada lagi ??" Tanya sang pelayan.


"Tidak ada. Kalau bisa secepatnya ya ?? Ini sudah siang sekali.."Balas Victor.


"Baik tuan. Saya permisi."Pelayan itu terlihat undur diri.


Victor pun mulai meneguk jus pesanannya.


"Anda mengirim makanan untuk siapa tuan Victor ??" Tanya klien dengan santai seraya menikmati makan siang.


"Orang spesial."Balas Victor dengan singkat.


"Wah.. Ternyata anda sudah punya orang spesial. Saya fikir orang spesial anda Adalah Nona Ani.."Goda sang klien.


"Bukan. Kami hanya teman dan rekan kerja saja. Mari silahkan dinikmati."Ajak Victor dengan singkat lagi. Dan dua klien Victor menggangguk setuju.


Ani tertunduk seketika. Entah mengapa hatinya tak bisa diajak kompromi. Rasanya sesak sekali saat Victor mengatakan semua itu. Tapi memang kenyataannya, Victor kini adalah suami keponakannya.


.


.


Nasywa yang tengah melipat baju diganggu oleh suara bel pintu yang berbunyi beberapa kali.


"Siapa yang bertamu ?? Masa iya paman sudah pulang ??"Nasywa segera berdiri dari duduknya dan menuju pintu.


Saat terbuka terlihat kurir Makanan menunduk hormat pada Nasywa. "Apa benar ini hunian milik Tuan Victor ??"


"Iya. Ada apa ya ??" Tanya Nasywa.


"Saya disuruh mengantar makanan ini Nona."Kurir menyerahkan paper bag berisi beberapa menu makanan.


Nasywa menerima dengan terkejut. "Memang siapa yang pesan ??"


"Tuan Victor. Tadi beliau meminta kami untuk segera mengirimkan makanannya."


"Kalau begitu saya permisi."Kurir nampak segera pergi.


Nasywa dibuat tak percaya. Seperhatian itu seorang Victor padanya ??


Tiba didalam Nasywa membuka paper bag itu. Senyum sumringah terlihat jelas diwajahnya saat melihat semua menu yang diantar adalah menu kesukaannya.


"Oh.. Perutku langsung lapar. Aku makan dulu ah.."Nasywa buru-buru mengambil piring dan sendok.


Gadis muda itu mencoba satu persatu makanan yang baginya sangatlah lezat.


Belum selesai makan, ponsel Nasywa sudah berdering dengan menguyah makanan Nasywa menerima panggilan yang entah dari siapa, karna nomernya tidak ada nama.


"Halo. siapa ini ??" Tanya Nasywa. Suaranya hampir terdengar tidak jelas karna mulutnya masih penuh dengan makanan.


"Suamimu. Apa makanannya sudah datang ??" tanya Victor balik.


"emmmprrr.." Hampir saja makanan dalam mulut Nasywa menyembur keluar saat mendengar suara Victor dan mengatakan suami.


Susah payah Nasywa menelan sedikit lalu buru-buru minum agar jangan sampai tersedak.


"halo. Nasywa.. Kau masih disana ??" panggil Victor.


"ah.. Iya..iya.. Aku fikir siapa. Paman tau dari mana nomer ponselku ??" Nasywa malah.bertanya hal aneh.


Sembari tersenyum Victor menjawab. "tadi pagi aku mengambilnya dari ponselmu. Maaf tidak memberitaumu. Aku hanya kawatir jika kau kenapa-kenapa. apa makanannya sudah sampai ?? Kau sudah makan belum ??"


"Oh.. Em.. Sudah, ini masih aku makan."Balas Nasywa sedikit canggung.


"Syukurlah. Habiskan saja. Nanti sore aku tidak akan lembur, aku akan masak dirumah. Hati-hati dirumah, jika ada yang datang kau lihat dari layar monitor dulu. Jangan sembarangan membuka pintu. Kau dengar ??" Pesan Victor.


"Iya.. Aku dengar.."Balas Nasywa.


"Baiklah.. Aku kerja dulu."Ucap Victor berpamitan.


"Em.. Paman.." Panggil Nasywa penuh keraguan.


"Iya." Victor segera menjawab.


"Terima kasih.. Maaf sudah merepotkan."Kata Nasywa.


"Jangan bicara begitu. Ini sudah kewajibanku. Nikmati makan siangmu.. Bye.."Victor segera mengakhiri panggilannya.


Sebuah perhatian dan kata yang menghangatkan pendengaran Nasywa. Tanpa sadar Nasywa tersenyum mengingat Victor selalu perhatian dan tau apa yang diinginkan Nasywa.


Dengan penuh semangat Nasywa menghabiskan semua makanan diatas meja.


.


.


.


.