
Bab 61
.
.
.
Disebuah restoran mewah, Ani tengah mempercepat langkahnya sembari sesekali melirik jam dipergelangan tangannya. Wisnu memberitau jika ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan direstoran itu. Mata Ani mengendar mencari nomer kursi sesuai pesan singkat dari Wisnu.
Saat ketemu, Ani segera menuju kemeja itu. Nampak disana ada seorang pria tengah duduk membelakangi Arah Ani, Hingga Ani hanya menerka jika itu adalah Wisnu.
"Maaf aku terlambat.."Ucap Ani.
Seketika Roger menoleh dan langsung berdiri. Ani dibuat terkejut dengan adanya Roger disana.
"Nona Ani.."Sapa Roger yang juga tak kalah terkejut. Ia segera berdiri dari duduknya dan menunduk memberi hormat.
"Oh. Emm, apa saya salah Kursi ya ???"Tanya Ani gelagapan tidak enak seraya melirik nomer dikursi.
"Itu benar nomernya.. Tapi kenapa ada Roger bukan Wisnu ??" Batin Ani.
"Nona mau bertemu siapa ??" Tegur Roger membuyarkan lamunan Ani.
"Em.. Itu, saya mau bertemu wisnu. Dia bilang ada sesuatu yang mau dibicarakan."Terang Ani.
"Sama kalau begitu. Silahkan duduk saja Nona. Kita tunggu sama-sama."Roger membukakan kursi untuk Ani. Meski ada suatu rasa tidak enak, Ani segera duduk saja.
"Saya baru pesan dua minuman. Saya fikir tuan Wisnu jadi saya memesan Soda, Jika anda mau saya pesankan jus bagaimana ??" Tawar Roger.
"Boleh.. em.. Tapi soda saya juga minum kok. Tidak usah pesan lagi sayang ini jika tidak diminum, Lagian Wisnu juga belum datang."Balas Ani.
Tanpa sengaja ternyata restoran itu juga menjadi pilihan Nasywa untuk menikmati makan malamnya.
Sembari mengalungkan tangan dilengan Victor suaminya, Nasywa begitu bersemangat memasuki resto. Hal itu begitu membuat Victor bahagia juga.
"Kita pilih kursi pasangan saja ya Hubby ???"Pinta Nasywa.
"Iya.. terserah kau saja honey.."Balas Victor.
Nasywa tersenyum lebar. ia menarik Victor menuju meja pasangan.
Namun saat Victor mengedarkan mata sebentar tak sengaja Nasywa melihat Ani dan juga Arsitek temuannya.
"Honey.. Itu Ani kan ??"
Nasywa seketika menghentikan langkahnya dan menoleh mengikuti pandangan Victor "Iya itu bibi."
"Bibi dengan siapa itu ?? Ayo kita sapa mereka dulu.."Nasywa langsung menarik tangan Victor mendekati Ani dan juga Roger.
"Bibi Ani..." Panggil Nasywa saat sudah cukup dekat.
Mendengar namanya dipanggil, Ani sontak menoleh. Ia cukup terkejut bagaimana bisa keponakannya ada disana disaat ia dengan seorang pria.
"Nasywa.."Ani berdiri seketika.
"Bibi sedang apa disini ?? Dia siapa ??" Tanya Nasywa tanpa basa basi.
Roger yang melihat kehadiran Victor langsung menunduk hormat menyapa. "Selamat malam tuan,"
"Tuan ?? Hubby kau mengenal dia..??" Tanya Nasywa yang tidak sabar mendengar penjelasan.
"Dia arsitek yang menangani proyek Kami Honey.."Balas Victor menjelaskan.
"Kalian sedang apa disini ?? Makan malam juga ??" Tanya Victor seraya menatap Ani dan Roger bergantian.
"Oh.. Sebenarnya kami diajak bertemu tuan Wisnu untuk membicarakan proyek, tapi tidak tau kenapa tuan Wisnu malah belum datang."Terang Roger.
Victor menggangguk pelan tanda mengerti. "apa kau kesulitan An ??"Victor beralih pada Ani.
"Tidak. biasa saja."Balas Ani dengan singkat.
"Kalian juga mau makan malam disini ??" tanya Ani balik.
"Iya Bik.. Aku dengar restoran jepang ini enak semua makanannya."balas Nasywa.
"gabung saja disini ?? Kan rame.."Ajak Ani
"Maaf An, Aku masih dalam masa cuti.dan aku ingin menikmatinya bersama istriku.. Kau mengertikan..?"Tutur Victor.
"Kau ini bucin sekali sekarang !!?" Timpal Ani.
"Lagian juga ada tuan ini yang menemani bibi.."tambah Nasywa.
Ani hanya mendesah lirih saja. Hal itu membuat Victor dan Nasywa tertawa bersama.
.
.
.