
Bab 58
.
.
.
Nasywa yang tidak tahan pucuk buah kecilnya dimainkan oleh tangan Victor melepas pa ngu tan mereka dan mende sa h. Semua mengalir sesuatu naluri tanpa Nasywa sadari.
"Aahhh...hubby.. Geli.."
Victor menyunggingkan senyumnya. Istrinya mulai bisa mengusai diri. Lalu Victor menurunkan Lingery yang dikenakan Nasywa hingga terlihat jelas tubuh polos Nasywa.
"hubby..jangan dilihat seperti itu aku malu.."Protes Nasywa dengan deru nafas naik turun.
"Ini sangat indah Honey..aku sangat mencintaimu.."Balas Victor yang langsung menuju buah-buahan milik Nasywa. Meraup dengan bibirnya, seolah kehausan melanda dirinya, Victor terus melahap buah kecil milim Nasywa dengan sati tangan memegang buah yang sebelah.
"Aahh.. aah.."
suatu rasa yang tidak.bisa dijabarkan dengan kata-kata. Namun sungguh Nasywa benar- benar sudah tidak tahan dengan perlakuan Victor. Nasywa hanya terus mende sah, dan meremas rambut Victor menggelincang kegelian namun ada suatu rasa nikmat didalamnya seolah menginginkan lebih.
Victor berhenti sejenak dan membuka kaos yang ia kenakan. Lalu kembali menyambar bibir Nasywa. Dengan lihai pula Victor melucuti Celana pendek miliknya hingga Ia kini juga polos tanpa sehelai benang pun.
Sebuah benda berdiri tegak milik Victor bisa terlihat jelas oleh mata Nasywa.
Nasywa seketika menggigit bibir bawahnya. Seumur hidup baru kali ini ia melihat dengan nyata benda perkasa laki-laki. Dan itu sangat besar. Membuat Nasywa bertambah tak karuan perasaanya.
"Hubby.. Itu besar sekali.."ucap nasywa seraya memalingkan wajahnya kesisi lain.
Victor hanya tersenyum lalu kembali menggagahi Nasywa. "mau bagaimana lagi. Memang segini ukurannya."victor yang juga sudah dikuasai Na F Su langsung memperdalam ciumannya dengan tangannya yang terus menari iindah dibuah-buahan Nasywa.
Ciuman turun keleher Nasywa Victor pun tak lupa membuat tanda kepemilikan disana.
"Aahh..."Nasywa hanya bisa mende sah dan bersuara seksi saja.
Dengan nafas Naik turun Victor menatap lekat Nasywa. Matanya yang memerah penuh dengan hasrat yang harus segera disalurkan.
"Honey.. Aku akan melakukannya.. Kau siap " Victor kembali meminta ijin pada Nasywa.
Victor dengan segera mengarahkan benda pusaka miliknya yang memang sudah tegak berdiri sejak tadi pada lubang suci nan indah milik Nasywa. Terlihat kecil merah merona, karna Masih tersegel rapi.
Nasywa yang tak berani melihat hanya bisa memejamkan mata. apalagi saat Benda milik Victor mulai menempel pada lembah kenikmatan miliknya.
Victor mendorong perlahan Miliknya saat sudah pas pada lubangnya.
"Aakkhhh !! Hubby.. Sakit.."Rintih Nasywa.
" tenang sayang..hanya sebentar.."Balas Victor. Memang susah sekali milik Victor memasuki milik Nasywa, Apalagi Milik Nasywa masih sempit dan tersegel selaput perawan.
Victor tak menyerah, ia terus menekan dan menekannya.
"Aaahhhh !!!!" Teriakan Nasywa terdengar saat Victor berusaha keras menerobos dinding penghalang itu..
"Honey.. Kau benar-benar sempit.."Ucap Victor yang memang kesulitan..
"aah.. Sakit.. Sakit sekali hubby.." Rintih Nasywa.
Tak tega mendengar suara kesakitan Nasywa Victor memilih menyambar bibir Nasywa dan memperdalam ciumannya. Kedua tangannya juga bermuara lagi dibuah-buahan milik Nasywa agar Nasywa tak terfokus pada rasa sakit dibawah sana.
Terbuai dengan sentuhan-sentuhan lembut dan memabukkan dari Victor, Nasywa mulai tak merasakan sakitnya. Hingga Victor kembali menekan benda berharga miliknya yang baru masuk separuh.
Sakit yang begitu luar biasa. Benar-benar luar biasa, Nasywa sampai menitikan air mata saat selaput dinding miliknya diterjang oleh benda pusaka Victor. Victor mendiamkan dulu benda miliknya saat sudah menghujam sempurna pada milik Nasywa.
Kembali Victor mengalihkan kesakitan nasywa dengan memainkan dua buah-buahan milik Nasywa. Saat Nasywa mulai kembali terbuai, Victor memulai menuju puncak kenikmatan dengan memompa Nasywa.
Ritme pelan hingga lama kelamaan Menjadi cepat membuat Nasywa yang awalnya kesakitan menjadi rasa nikmat yang tidak bisa dijabarkan.
Kecepatan Victor terus dan terus. Victor pun tak kalah merasakan Nikmat juga. Apalagi miliknya seolah sedang dijepit oleh lembah sempit milik Nasywa.
Hingga le ngu han berhasil memenuhi kamara temaram itu saat keduanya bisa bersamaan mencampai puncak surga Dunia. Benih suci milik Victor terurai semua dalam rahim Nasywa. Menciptakan suatu kepuasan dalam diri dua orang itu.
.
.
.