Little My Wife

Little My Wife
Tidak mau merasa tidak nyaman



Bab 22


.


.


.


Makanan sudah siap diatas meja. Benar saja, Victor membuatkan menu yang diinginkan oleh Nasywa. Namun Nasywa tak kunjung keluar dari kamar.


Hal itu membuat Victor bertanya-tanya. hingga pria dewasa itu memilih menyusul Nasywa kekamar. Baru saja Victor hendak mengetuk pintu, Ternyata Nasywa sudah keluar dengan pakaian santainya. Hampir pula Nasywa terjengit karna terkejut saat melihat pria yang membuat ia uring-uringan berada dibelakangnya


"Maaf mengejutkanmu.. Aku hanya mau mengajakmu makan. Makanan sudah siap."Ucap Victor.


"Iya paman. Maaf sudah merepotkan."Balas Nasywa seraya menunduk.


Victor yang cukup merasa bersalah memilih berlalu dan kembali kemeja makan. Keheningan begitu terasa saat keduanya duduk bersama didepan meja makan. Nasywa juga tidak berani menatap Victor dan Victor juga merasa bersalah sekali disini karna kekhilafannya tadi.


Selesai makan, Nasywa segera membereskan meja membawa piring kotor untuk dicuci. "paman istirahatlah. Aku akan membersihkan ini "ucap Nasywa sembari berdiri menuju dapur.


"Kau yakin ??" Tanya Victor.


Nasywa mengangguk dengan senyum tipis.


Victor memilih menuju kamar untuk mandi. Ia merasa tidak enak dengan sikap Nasywa yang terlihat canggung.


Malam semakin larut, Nasywa juga sudah selesai membersihkan dapur. Victor terlihat keluar dari kamar dengan membawa satu bantal. Hal itu membuat Nasywa sedikit heran.


"Paman mau apa dengan bantal itu ??" Tanya Nasywa.


"Aku akan tidur diruang kerja. Kau tidurlah didalam. Maaf atas kejadian tadi. Aku..aku.. melewati batas."Victor mengungkapkan kegundahannya.


Nasywa semakin tidak enak juga. "Kenapa paman bicara begitu.. Aku seperti perampok yang merampas kamarmu..baiknya aku saja yang tidur diluar "


"Kau istriku Nasywa. Aku tidak mau kau merasa tidak nyaman karna kejadian tadi."Timpal Victor.


"Em.. Bisa tidak kita lupakan saja kejadian tadi ?? Maksudku, kita bersikap biasa saja seperti kemarin.."Ucap Nasywa memiliki solusi.


Victor terdiam dan membalas tatapan nasywa. "Baiklah.."


"Kita istirahat dikamar saja. Aku tidak akan masuk kekamar jika paman malah tidur diluar begini.. Ini kan kamar paman."Ajak Nasywa.


Victor menggangguk. Dan keduanya masuk bersamaan. Nampak aneh sekali jika dilihat, Status suami istri ternyata tidak menjamin seutuhnya sebuah hubungan. Dua anak manusia itu begitu canggung satu sama lain seolah mereka berdua adalah dua orang asing yang diharuskan tinggal bersama.


.


.


.


Entah rasa apa yang ada dihati Victor. Namun seolah tak bisa diutarakan dengan apapun. Ingin rasanya dia tidak melakukan ciuman itu, namun nyatanya naluri tak sejalan dengan fikiran. Hingga Degan segera Victor memilih beranjak dari sisi Nasywa, ia tak mau sampai kelepasan seperti kemarin malam yang menyebabkan keduanya menjadi canggung.


.


.


Saat tiba dikantor Victor dikejutkan dengan Wisnu yang tiba-tiba menyusul langkahnya dengan cepat. "Vic tunggu !!!"


Victor hanya menoleh sekilas lalu terus melanjutkan langkahnya, namun ia kurangi kecepatannya.


"Kau pagi sekali sampai kantor. tumben ??" Tanya Wisnu yang sudah sejajar.


"Bukannya kemarin kau bilang kita ada pertemuan darurat ??!! Siapa lagi yang membuat ulah ??!" Balas Victor.


"Tidak ada. Tapi apa kau tidak diberi kabar. Hari ini Tuan Haikal berkunjung kesini. Aku hanya ingin kau ada dikantor saat dia berkunjung."Tutur Wisnu.


"benarkah ??"Victor cukup terkejut. Ia tak tau sama sekali.


"Memang Nona Ani tidak bilang kemarin ya ??"Tambah Wisnu.


"Tidak. Apa dia juga belum datang ??" victor menimpali.


"Mungkin belum. Eh Vic, aku kemarin melihat seorang wanita masuk keapartemenmu. Aku salah lihat atau memang kau menyimpan wanita dikamar apartemenmu ??!" Pertanyaan Wisnu membuat Victor bingung mau menjawab apa. Namun Victor tetap terlihat biasa saja.


"Bagaimana kau bisa sampai apartemenku ?? Kau memata-mataiku ??!" tuduh victor mengalihkan topik.


"Kau sembarangan sekali. Buat apa aku memata-mataimu.. Aku tidak sengaja keterusan sampai lantai atas sendiri. Dan aku melihat jelas wanita itu masuk kamarmu."Terang Wisnu.


"Dia istriku.."Victor berkata demikian seraya keluar lift dan berjalan cepat keruangannya.


"What ??!!"


.


.


.