Little My Wife

Little My Wife
Kami sering olah Vocal



Bab 77


.


.


.


Acara berlangsung cukup meriah. Setelah pemotongan kue, semua tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia.


Baik, Nindi maupun Sindy sangat penasaran dengan istri Victor yang masih sangat muda itu


Mereka sengaja mendekati Victor dan istrinya yang duduk bersama Haikal dan juga Amara


"Vic.. Kau lupa padaku ??" Tegur Nindi.


"tentu saja tidak. Kau temanku perawan tua itu kan.."ejek Victor.


"Sembarangan !!lihatlah anakku sudah sebesar itu.."Tunjuk Nindi pada anak kecil yang digendong seorang pengasuh.


Victor terkekeh mendengar jawaban Teman lamanya itu.


Nasywa hanya sebagai pendengar dan penyimak saja. Mengingat ia tak mengenal dua wanita dewasa yang tak kalah cantik dari Amara.


"Kau tidak mengundang kami saat menikah ?? Kau tidak menganggap kami ini teman lagi ya ??" tegur Sindy.


"Bukannya kau bilang tidak mau berteman dengan bajingan seperti aku ?!!"Timpal Victor.


Amara dan Haikal turut tertawa kecil mendengar jawaban Victor.


"Kami memang membenci kelakuanmu yang dulu, tapi kami tidak akan lupa jika kau ini mantan suami Amara teman kami juga.."Balas Sindy.


"iya..iya.. Maaf. Pernikahan kami berlangsung diJogja, dan semua serba mendadak."Timpal Victor.


"Kau tidak memperkenalkan kami pada istrimu ?? Nanti dia bisa salah faham lagi.." Sanggah Nindi.


"kalian ini kenapa jadi seperti itu sih.. Kasihan Nasywa dia terlihat bingung.."Ralat Amara.


"Tidak masalah bik.. Aku tidak apa-apa.."Balas Nasywa.


"Oww.. Namamu Nasywa ya, Perkenalkan aku Nindi. teman lama suamimu.."Nindi memperkenalkan diri.


"Aku sindy.. Teman lama suamimu juga.."Tambah Sindy.


Nasywa mengangguk dengan keramahannya. "Salam kenal Bibi..Aku Nasywa.."


"Bibi ?? Astaga, Kenapa aku terlihat tua sekali.."Sindy segera mengambil ponselnya guna melihat wajahnya.


"Sadarlah Sin, Anakku sudah usia 8 tahun seusia Gea.. Kita memang sudah tua.."ejek Amara.


"Tidak mau !! Aku masih muda Am.." protes Sindy.


"Maaf, tapi aku bingung mau memanggil dengan sebutan apa.. Karna ku fikir Bibi semua ini pasti seusia bibiku Ani.."tutur Nasywa.


"tidak masalah sayang.. Mereka memang seusia Ani..hanya saja mereka terlalu malu mengakui jika sudah tua.."Victor merengkuh pinggang Nasywa mencoba memberitau.


"Sialan kau Vic.."Umpat Nindi hingga menimbulkan gelak tawa disana.


.


.


Acara sudah selesai. Malam juga sudah sangat larut. Victor dan Nasywa berpamitan dengan Amara dan juga Haikal untuk pulang.


"Tidak menginap saja Vic ?? Rumahmu cukup jauh dari sini.."Ucap Amara.


"Iya, Amara benar. Menginap saja.."Tambah Haikal.


"Maaf sebelumnya. Tapi aku tidak mau terjadi salah faham. Biar bagaimanapun Amara kan mantan istriku..dan Aku sudah punya istri lagi, setidaknya aku mau menjaga perasaan istriku yang sekarang.."terang Victor seraya merengkuh pinggang Nasywa.


"Bukan karna tidak bebas berduaan jika menginap disini ya ??" ejek Haikal.


"Itu juga termasuk.. Suara kami berdua bisa mengganggu kalian. Karna kalau malam kami sering olah vocal.."balas Victor. Nasywa yang tak faham maksud suaminya menatap kearah Victor.


"Kau ini seperti ABG saja.."Timpal Amara.


"namanya pengantin baru Am.."balas Victor tanpa canggung.


"Hubby.. Kapan kita berlatih olah Vocal ?? Sepertinya tidak pernah ??!" Nasywa yang sangat penasaran mengutarakan isi hatinya.


"Sayang masak kau tidak faham, Suara seksimu saat dibawahku itu loh.."balas Victor yang tanpa malu.


Wajah Nasywa seketika berubah memerah. Suaminya benar-benar tidak tau malu. Bicara seperti itu didepan orang.


Haikal dan Amara tertertawa kecil bersamaan. Mendengar percakapan konyol pengantin baru dihadapan mereka.


.


.


.