
Bab 67
.
.
.
Karna cukup kelelahan, Nasywa sampai tertidur dalam pelukan Victor. Senyum kepuasan terlihat jelas diwajah pria dewasa itu. Apalagi sekarang Nasywa sudah tak canggung lagi saat berhubungan dengannya.
Tak mau mengganggu tidur istrinya,Victor memilih membenahi selimut agar tubuh polos Nasywa terbungkus Selimut tebal. Ia kemudian membersihkan diri guna melanjutkan pekerjaannya.
.
.
Terlihat lebih fress dan wajah berseri,itulah Victor saat ini. Ia segera menempatkan kacamata disudut matanya dan segera kembali memeriksa laporan-laporan yang sudah menumpuk bak gunung.
Ketukan pintu yang diiringi Terbukanya pintu Didapati Victor.
Seketika mata Victor terarah pada Pintu yang terbuka, dimana Ani muncul dengan berkas ditangannya.
"untung sudah selesai."batin Victor.
"Vic, aku tadi dari proyek. Roger memberikan ini padaku, lihatlah.."Ani menunjukkan isi berkas itu.
Victor pun dengan serius membacanya.
"Dia merancang desain baru.."Ucap Victor yang langsung tau .
"Kufikir juga begitu.. Jadi bagaimana ?? Kita pakai atau tetap pada yang lama ??"Balas Ani.
"Haikal meminta clasik bukan modern, Tetap pakai yang lama."Tutur Victor.
Ani menggangguk pelan.
"Kita keluar cukup banyak biaya ini Vic. Aku takut kita gagal.."Ani mencurahkan kekawatirannya
"Hanya beberapa kepala mandor yang bermain curang. Kalau Roger, dia bisa diandalkan. Yakinlah. Kita tidak akan gagal."Victor menenangkan Ani.
Ani menggangguk setuju.
"oh ya, Nasywa sudah pulang ??"Tanya Ani seraya mengedarkan mata. Namun dimeja masih ada kotak makanan tadi dan juga tas Nasywa.
"Dia tidur."balas Victor dengan mudah.
"Tidur ?? Anak itu, tidur disembarang tempat."omel Ani.
"Dikamarmu ya ??" Tanya Ani seraya hendak masuk kekamar pribadi Victor
"Eh jangan !! Biarkan saja. Dia hanya kelelahan."Cegah Victor.
Alis Ani bertaut menjadi satu. Seketika pula ia faham. Ia cukup tidak enak saat memgerti maksud Victor.
"Baiklah.. Aku kembali keruanganku."ani segera berpamitan dan buru-buru keluar.
Karna kurang konsentrasi, Ani sampai tidak melihat orang dipesimpangan lorong, Hingga..
Bruukk !!!
Ani terjatuh tepat diatas Roger dengan posisi yang begitu intim sekali.
Sesaat keduanya saling tatap dengan sisa keterkejutan mereka. Entah dari mana asalnya, Roger tiba-tiba sudah ada dikantor lagi.
deru nafas Ani bisa dirasakan Roger, pahatan wajah cantik Ani juga bisa dilihat oleh mata Roger. Terpana, Hanya itu yang kini ada dalam hati Roger.
"Em...maaf, maaf, ..."Ani buru-buru bangkit saat Roger mengangkat salah satu tangannya.
Roger pun menunduk "Maaf Nona, tadi saya kurang hati-hati."
"Harusnya saya yang minta maaf. Saya memang sedang tidak fokus."Balas Ani.
"Em.. Ada apa kau kemari ??" Ani mencairkan kecanggungan.
"Tuan Victor memanggil saya. Tidak tau kenapa."jawab Roger.
"Victor ??"Ani memastikan.
"Iya.."
"Oh.. Ya sudah, kau tau ruangannya kan ?? Aku..aku.. Kembali dulu keruanganku."Ani buru-buru menuju lift.
Roger hanya menyunggingkan senyum tipis saat melihat wajah Ani yang terus memerah bak tomat matang.
Segera pula Roger menuju ruangan Victor. Sesuai perintah.
.
.
Pekerjaan Ani menjadi sangat tidak fokus. Entah mengapa, hanya karna terjatuh diatas Roger Fikiran Ani sudah melayang memikirkan hal-hal negatif.
"Apa dia akan berfikir aku ini sengaja ??" gumam Ani lagi.
Terus dan terus dugaan demi dugaan ia lontarkan sendiri.
"Astaga Tuhan.. Ada apa dengan otakku sih !!!"Ani beranjak dari tempat duduknya dan memilih keluar ruangan untuk membuat kopi.
guna menghilangkan kekalutannya.
Belum habis rasa tak karuan diotak Ani, Saat melintasi sisi ruangannya yang kosong, Ani begitu terkejut. Roger tengah beres-beres diruangan itu.
"Pria itu ?? Dia ?? Apa akan bekerja disini ??" terka Ani dengan semua yang dilihat.
.
.
.