Little My Wife

Little My Wife
Jangan menuduh istriku yang tidak-tidak



Bab 87


..


.


.


Setelah berpamitan dengan sang mama, Victor dan Nasywa kini sudah ada didalam pesawat. Nasywa yang mengeluh sakit kepala hanya bisa bersandar dibahu suaminya seraya memejamkan kedua mata. Terlalu banyak yang difikirkan sampai Nasywa seperti itu.


"tidurlah. Jika sudah sampai aku akan membangunkanmu."Ucap Victor dengan lembut.


Nasywa mengangguk patuh. Ia segera membenahi duduknya dan hendak tidur.


.


.


.


Pesawat sudah melandas diBandara udara kota Jogjakarta setelah perjalanan beberapa menit. Tak tega membangunkan istrinya, Victor memilih langsung menggendong Nasywa, hingga semua mata penumpang tertuju padanya.


"Maaf tuan. Apa Nona sakit ??" tegur sang pramugari.


"Shutt.. Dia hanya lelah."balas Victor berusaha sepelan mungkin agar Nasywa tidak terbangun.


Tak ada rasa lelah pada diri Victor, meski cukup sulit turun dari pesawat dengan menggendong, namun Ia tetap tak mau membangunkan Nasywa.


Nasywa sendiri juga begitu nyaman dalam gendongan Victor sampai-sampai ia tidak sadar jika telah sampai.


Wisnu yang melihat Victor buru-buru berlari hendak membantu.


"Ada apa dengan istrimu ??" Tanya Wisnu penuh kawatir.


"shuutt.. Cepat bukakan pintu."Balas Victor. Wisnu buru-buru membukakan pintu mobil untuk Victor.


"Kau jaga istriku. Aku mau mengambil koper kami. Jaga saja jangan ikut masuk."pesan Victor sebelum masuk lagi.


"Iya..iya.. Kau ini."gerutu Wisnu.


Victor berlari masuk, lalu tak lama kemudian ia keluar dengan 3 koper dalam troli.


Selesai masuk kedalam semuanya, Mereka kemudian turut masuk untuk pulang.


.


.


"Kau menggauli dia sehari berapa kali sih, sampai dia kelelahan seperti itu ??" Wisnu sangat penasaran.


"Nasywa hamil Wisnu. Dia mudah lelah dan gampang sekali kefikiran sesuatu yang mengganggu fikirannya."Tambah Victor.


"What ???!" Wisnu hampir terperajak.


"pelankan suaramu !!" sentak Victor saat melihat Nasywa yang tidur dibangku belakang sempat bergerak.


"Maaf..maaf.. Wah, kau topcer juga ya.. Padahal kalian menikah baru satu bulan."Ucap Wisnu.


"Jangan menuduh istriku yang tidak-tidak ya.. Bahkan aku yang membuka segelnya pertama kali."Tambah Victor.


"Wah.. Kau beruntung sekali sih Vic, dua kali menikah bisa merasakan keperawanan istri."Puji Wisnu.


"Siapa bilang. Aku baru merasakan keperawanan ya sekali ini."Timpal Victor.


"Lah, dulu dengan Nona Amara ?? Bukannya kalian menikah diusia muda ??" Wisnu sangat terkejut.


Victor terdiam sesaat. "Iya. Tapi karna dulu aku terlalu terobsesi padanya, jadi aku tidak memikirkan semua itu. Amara menikah denganku karna dia sudah hamil Gea."


"berarti kau membobolnya lebih dulu ??!!" Timpal Wisnu menerka.


"Bukan begitu juga !! Haikal yang menghamili Amara. Tapi karna Haikal harus melakukan suatu misi dia pergi, sebenarnya dia sudah menitipkan surat untuk Amara, tapi aku terlalu egois dan tidak memberikannya pada Amara. Akhirnya Amara malah menikah denganku.. Itulah dosaku pada mereka."Terang Victor.


"Jadi. Gea itu ??" Wisnu menatap Victor.


"Iya. Aku tau sejak lama Gea memang bukan anak kandungku. Tapi aku yang merawatnya sejak kecil, aku tetap menganggapnya putriku.."Victor bersandar seraya meratapi penyesalan.


"Astaga.. Ceritamu seperti sinetron saja ya Vic.."Sanggah wisnu


"Jangan ceritakan pada siapapun. Ini rahasia kau dan aku."Ucap Victor


"kau tenang saja. Aku ini tidak ember kok.. Oh ya Vic, Apa setelah kau kembali aku dikembalikan kekantor pusat ??"Tanya Wisnu ingin tau.


"Kita lihat nanti bagaimana pekerjaan Ani dan Roger. Jika mereka bisa, kau akan tetap mengurus apartemen."Balas Victor.


"Vic, istriku selalu mencurigaiku jika aku memiliki simpanan diapartemen kita."Wisnu mengungkapkan kegundahannya.


"ya apa susahnya ajak pindah saja istrimu keapartemen."Balas Victor dengan mudah.


"Tidak semudah itu. Anakku sekolahnya akan kejauhan dong.."Wisnu


"Kau yang tidak mudah. Semua akan mudah kalau kau mengaturnya dengan baik. Sekolah ya tinggal pindah apa susahnya, lagian kau sama saja naik jabatan kan ?? Gajimu juga akan bertambah, jika dikantor pusat, kau tetap tidak berubah, dengan gaji standar."Tutur Victor.


Wisnu hanya mendesah dengan kasar. Biar bagaimanapun ucapan Victor memang ada benarnya.


.


.