
Bab 61
.
.
.
"Tuan Roger tinggal dimana diJogja ini ??" Tanya Wisnu berbasa basi.
Ani hanya diam sebagai pendengar.
"Hotel tuan Wisnu. Proyek kan tidak lama, jadi saya lebih suka tinggal diHotel saja."Balas Roger sembari menyelesaikan makannya.
Wisnu menggangguk mengerti.
"Tapi sepertinya proyek akan berlangsung cukup lama tuan Wisnu.."Timpal Ani tiba-tiba.
" Tidak masalah Nona..Saya akan senang bekerja sama dengan perusahaan Horison."Balas Roger dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Meski harus jauh dari keluarga ya Tuan Roger ??" tambah Wisnu.
Roger hanya mengulas senyum saja.
"Memang keluarga anda dimana Tuan ??"Tanya Ani yang menjadi penasaran
"kau tidak tau ya ?? Roger ini orang Sumatra Blasteran Amerika. Keluarganya mesti tinggal disumantra dong.." Ucap Winsu mencoba mengenalkan
"Kau kenapa tau sekali ??" Ani nampak tak suka Wisnu ikut menjawab.
"Tentu saja aku tau. Victor yang memberitauku.."Timpal Wisnu dengan mudah.
Ani hanya mendesah lirih dengan tatapan tak sukanya.
"Jangan terlalu berlebihan tuan Wisnu..saya memang hanya orang daerah.."Ucap Roger merendah.
"Maaf sebelumnya, bukan maksudku merendahkan anda tuan Roger. Saya hanya memberitau wanita ini yang tidak tau apapun.."Jawab Wisnu seraya melirik Ani yang nampak tak peduli.
Roger hanya tersenyum lebar saat melihat ekspresi Ani. "Cantik"
.
.
.
Ciuman hangat mendarat dipipi Nasywa yang datang dari Victor. Cara seorang Victor membangunkan istri tercintanya untuk makan siang.
Nasywa mengeliat pelan seraya membuka kedua matanya. Wajah tampan Victor yang pertama ia lihat membuat Nasywa lansung tersenyum.
"maaf membangunkanmu..ini sudah pukul 3 sore, kau belum makan siang aku takut kau melupakannya.."Ucap Victor seraya mengusap kepala Nasywa.
"Benarkah ?? Aku tidur terlalu lama ya ?? Maaf.."Nasywa berusaha duduk dan Victor pun membantu istri kecilnya untuk duduk.
"Harusnya aku yang minta maaf, kau sampai kelelahan karna aku. Kasihan sekali istriku.."Victor memegangi kedua pipi Nasywa
"Kenapa jadi maaf-maaf an begini.."Timpal Nasywa.
Victor terkekeh lalu menghujani wajah Nasywa dengan ciumannya.
"Hubby.. Aku baru bangun tidur.."Protes Nasywa.
"Memang kenapa ??" tanya Victor
"Pasti bau.."
"Masa ?? Coba aku cium ??" Victor kembali mencium pipi Nasywa.
"Ha..ha..ha..ha.." Victor tertawa lepas saat berhasil menggoda istrinya.
Nasywa menutupi wajahnya yang memerah karna berhasil terbuai godaan suaminya.
"Sudah.. Sudah.. Ayo makan dulu.. Aku tidak mau kau sakit karna melupakan makan siang."Ucap Victor seraya membuka kedua tangan Nasywa yang menutupi wajahnya sendiri.
"Kenapa sekarang kau sering sekali menggodaku.. Aku jadi malu.."protes Nasywa
"karna kau istriku Baby.."Victor mencubit pelan pipi Nasywa.
Nasywa memegangi pipinya yang dicubit Victor.
"masih sakit tidak ??"
"Sudah tidak.. Tapi aku belum lapar hubby..Bisa tidak makannya nanti ??"pinta Nasywa.
"Tapi Baby.. Kau harus makan siang nanti malam kalau mau main lagi bagaimana ??" Balas Victor seraya memainkan kedua alisnya.
"Hubby.. Kau mesum sekali !!!?" nasywa
kembali tawa Victor tertawa lepas dibuatnya.
"Hubby.. Kau menyebalkan ?!!"
"maaf.. Maaf..Ya sudah, mandilah sana. Biar segar. Nanti malam kita makan diluar bagaimana ??" tawar Victor.
"Boleh. Tapi aku yang pilih tempatnya ya ??" Pinta Nasywa.
"baiklah.."Balas Victor.
Nasywa nampak girang sekali hal itu juga membuat Victor turut bahagia.
.
.
Malam pun tiba, sesuai janji Victor benar-benar sudah bersiap mengajak Nasywa untuk makan malam diluar.
Victor menunggu Nasywa turun dilantai bawah dengan tenang. Meski ia harus menunggu cukup lama, namun akhirnya Nasywa sudah turun dengan ceria.
"Ayo.."
Victor menatap lekat dulu istri mudanya yang sangat cantik sekali meski hanya dengan riasan tipis saja.
"Hubby.."Nasywa mengibaskan tangan didepan mata Victor.
"kau cantik honey.."Puji Victor.
"Sudah dari dulu.."Balas Nasywa dengan senyum manisnya.
Victor kembali terkekeh dan segera berdiri dari duduknya.
"Aku sangat beruntung sekali memiliki istri muda dan cantik serta baik sepertimu.. I Love you.. emmuach.."Victor menarik pinggang Nasywa dan melandaskan ciuman dibibir Nasywa.
Sesuatu yang sangat romatis sekali dan begitu membahagiakan Nasywa.
.
.
.