
Bab 41
.
.
.
Dan sesuai kesepakatan karna Victor sudah mengungkapkan perasaannya, Victor dan Nasywa sekarang sudah mulai terbiasa dan tidak ada kecanggungan lagi.
Meski semuanya terlihat normal, namun Urusan Ranjang belum pernah mereka berdua lakukan. Victor juga sadar diri, Nasywa bahkan belum menjawab perasaannya juga.
Siang hari seperti biasa dan menjadi kebiasaan Nasywa, Ia harus mengantar makan siang untuk Suaminya dikantor.
Karna sudah sering kekantor, pihak kantor sudah tau dan mengenal Nasywa, namun mereka hanya menerka-nerka saja atas hubungan Victor dan gadis muda itu.
Hingga terkadang gunjingan bisa terdengar dari beberapa karyawan.
Seperti hari itu. Ani yang sedang memotocopy berkas tak sengaja mendengar ucapan dua karyawan wanita yang membicarakan Nasywa dan Victor.
"Apa mungkin Tuan Victor kambuh lagi seperti dulu ya ?? Masa iya Mereka cuma dekat saja, setauku tuan Victor itu tidak punya saudara atau keponakan wanita."Ucap salah satu wanita karyawan kantor.
"aku sih sudah yakin sekali..Gadis itu adalah wanita simpanannya Tuan Victor. Yah, secara mengingat bagaimana kasus tuan Victor dulu. Eh kau dulu pernah dengar tidak, Tuan Victor yang berselingkuh dan kumpul kebo dengan selingkuhan beberapa tahun.."Tambah yang lain .
"Kumpul kebo ?? Yang aku tau tuan Victor hanya tukang selingkuh !!? Astaga, Bos kita benar-benar mengerikan.."Balas yang lain lagi.
Ani memejamkan mata dan mendesah kasar, ia menutup mesin fotocopy dengan kasar hingga membuat Beberapa karyawan wanita itu terjengit.
Sontak mereka terkejut saat melihat Ani yang menatap mereka dengan tajam.
"Permisi Nona.. Kami..keruangan dulu.."pamit salah satu.
"Tunggu !!!" cegah Ani.
Semua terhenti, dan Ani segera mendekati para karyawan itu. Tak ada yang berani menatap Ani, Ani terkenal tegas dalam setiap hal. Hal itu membuat mereka ketakutan
"Siapa yang kalian bicarakan tadi ??" Tanya Ani dengan santai.
"Maaf Nona.. Kami hanya bicara asal saja.."Balas mereka dengan cepat.
"Benarkah ?? Kalian lupa siapa Victor itu ?? Apa kalian sudah bosan menjadi karyawan dikantor ini ??" Ani mulai beraksi.
Beberapa karyawan itu ketakutan bukan main.Ani tak pernah main-main dalam setiap ucapannya.
"Dengar satu hal. Jika saya mendengar kalian dan yang lain juga, mengatakan hal-hal tidak penting disini, saya tidak akan segan memecat kalian detik itu juga. Ingat itu."Ancam Ani yang kemudian segera berlalu dari hadapan beberapa karyawan wanita itu.
.
.
.
Kefikiran dengan ucapan para karyawan Tadi membuat Ani merasa tidak tenang. Biar bagaimanapun Nasywa adalah anak dari kakak kandungnya, sudah pasti Ani sangat tidak mau keponakannya menjadi bahan gunjingan atau omongan.
Ani mengakhiri pekerjaannya dan kemudian segera keluar. Tujuannya adalah ruangan Victor. Ia harus bicara dengan pria itu.
Saat hendak masuk, Ani tak sengaja bertemu Wisnu yang baru dari ruangan Victor.
"An.. Mau apa ??" Tanya Wisnu.
"Hanya membicarakan tendder besar. Kau sudah selesai ??" balas Ani.
"Sudah. Aku keruanganku dulu ya.."Setelah berkata seperti itu Wisnu segera pergi.
Victor yang melihat Ani pun langsung menghentikan aktivitasnya.
"Kau mencari Nasywa ?? Dia sudah pulang."7Ucap Victor.
"Tidak. Aku ingin bicara denganmu. Penting."balas Ani tatapannya sangat serius hingga Victor pun menyetujuinya.
Ani duduk dihadapan Victor dan menatap pria itu.
"Ada apa An ?? Apa keuangan ada masalah."Tanya Victor.
"Bukan urusan kantor Vic. Tapi ini mengenai kau dan Nasywa."Tutur Ani.
Victor nampak langsung fokus pada Ani.
.
.
.