Little My Wife

Little My Wife
Aku tidak akan memikirkan masa lalu lagi



Bab 83


.


.


.


"Sayang. Aku buatkan sup Ayam. Makan yuk ???"Ajak Victor dari arah pintu kamar.


Nasywa yang tengah membaca buku seputar kehamilan menatap suaminya lalu mengulas senyum.


"Kenapa jadi kau yang memasak terus hubby ??!!"Balas Nasywa.


"Kau harus banyak istirahat dan tidak boleh capek. Makan lah meski hanya sedikit." Victor mengulurkan tangan agar Nasywa segera berdiri.


Nasywapun nampak patuh, ia segera beranjak dari duduknya dan menerima uluran tangan Victor.


Keduanya beriringan turun kebawah untuk menikmati makan malam.


Selesai makan, Nasywa hendak membereskan meja, namun Victor dengan cepat mencegahnya.


"Hubby, kau sudah memasak sejak kemarin..Biarkan aku yang bereskan ya.."Pinta Nasywa.


"Tidak usah sayang.. Kau makan hanya sedikit, Dan lagi, kau sedang hamil muda tidak boleh kecapekan. Biar nanti aku saja.."Balas Victor seraya mengusap rambut Nasywa.


"Tapi Hubby .-"


"Sudah, Kau istirahat saja ya.."


Nasywa hanya bisa pasrah.


Namun tiba-tiba saja Victor menanyakan sesuatu pada Nasywa. Hingga Nasywa cukup terkejut.


"Sayang, bolehkan aku bertanya sesuatu ??" Victor mulai


"Apa Hubby ??"


"Em..Sebenarnya, Apa ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu ??"


"Ti..tidak..Memangnya kenapa ??" balas Nasywa berusaha masih menahan.


"Ah..tidak juga, Aku hanya terlalu sensitif. Aku fikir kau banyak diam akhir-akhir ini karna aku membuat kesalahan atau karna hal lain. Mungkin karna efek hamil ini juga ya.."Tutur Victor.


Nasywa menatap kearah lain seketika.


Victor pun meraih jemari Nasywa dan menggenggamnya dengan erat. "Dengarkan aku.."


"aku mohon, Jangan terpengaruh apapun karna masa laluku.. Aku benar-benar sudah berubah. Aku memang seorang bajingan dimasa lalu, tapi aku mohon padamu..Percayalah aku sudah bersumpah untuk berubah."tatapan Victor begitu serius.


"Tidak menutup kemungkinan kau akan dengar semua skandalku selama disini. Aku pernah dipenjara, aku pernah menyakiti hati wanita, aku pernah melakukan kejahatan yang begitu menjijikkan. Aku memang bukan pria baik, tapi aku ingin berusaha menjadi suami yang bisa kau banggakan."Tambah Victor.


Semua perkataan Victor begitu membuat Nasywa merasa sangat bersalah. Seharusnya ia tidak lagi meragukan perubahan suaminya. Semua masalalu, dan jika terus diingat hanya akan menjadi benalu dalam menata masa depan. Mata Nasywa bahkan sampai berkaca-kaca, ia terus menahan air mata itu agar tidak jatuh.


Hingga saat tak kuasa menahan air matanya, Nasywa langsung menghambur memeluk Victor.


"Maafkan aku... Maafkan aku..."Ucap Nasywa lirih seraya terisak.


"Tidak sayang.. Jangan minta maaf. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu karna memberi luka dengan kenangan masa laluku.."Balas Victor.


"Please aku mohon jangan menangis.."tambah Victor.


Nasywa menatap Victor dengan mata yang berlinang. Victorpun dengan perlahan mengusap air mata yang terus mengalir dari mata Nasywa.


"Hubby..aku sangat mencintaimu..aku tidak akan memikirkan masa lalumu lagi.. Aku berjanji.." ucap Nasywa suaranya terbata-bata karna seraya menahan tangis.


Victor menggangguk dengan cepat. "iya sayang.. Aku juga sangat mencintaimu.. Tolong jangan menangis lagi.. Kita tata masa depan bersama mulai sekarang..jangan Bahas lagi apapun. Hanya kau, aku dan Dia.."Victor mengusap perut rata Nasywa.


Nasywa pun segera menggangguk dengan cepat, ia juga menerbitkan senyum dalam tangisnya. Lalu ia kembali berhambur memeluk Victor dengan erat. Tempat yang begitu nyaman bagi Nasywa. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan membahas masa lalu Victor dalam segala apapun. Nasywa mencintai Victor yang sekarang, dan yang dulu bukan siapa-siapa Nasywa.


.


.