
Bab 32
.
.
Benar saja, Nasywa mampir kesebuah pusat perbelanjaan dan ini perdana ia keluar seorang diri.
Tujuannya tak lain adalah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dapur.
Namun saat melihat sebuah baju bagus, Nasywa berhenti sebentar. "Diskon 45% ?? Wah.. Ini ori kan ??"Gumam Nasywa sendiri
"Tapi untuk apa aku memakai gaun seperti itu ??"Nasywa kembali berfikir dua kali. Lalu ia segera memilih meninggalkan butik itu dan menuju supermarket.
.
.
Beberapa bahan sayuran, ikan, daging dan buah serta bumbu-bumbu yang dirasa habis dirumah Nasywa beli semua.
"Setidaknya aku harus meringankan beban paman Victor. Masak belanja harus dia lagi, aku kan istrinya.."ucap Nasywa sendiri.
Dirasa cukup untuk yang dibeli, Nasywa segera menuju kasir. Namun dikasir ada sebuah pertunjukan dimana ada seorang wanita tengah marah-marah dengan seorang pria yang berbelanja dengan wanita lain.
Nasywa cukup takut hingga ia hanya menjauh sedikit dan bisa mendengar pertengkaran Ketiga orang itu. "Apa mereka tidak malu bertengkar ditempat seperti ini ??" guman Nasywa.
Hingga sang pria dan wanita memilih pergi meninggalkan wanita yang menangis tersedu-sedu dan terjatuh, Nasywa yang reflek segera membantunya.
"Nona tidak apa-apa ??"
Wanita itu masih menangis seraya menatap Nasywa dengan mata penuh air mata.
"Kita duduk dulu Nona.."Ajak Nasywa. Patuh, wanita itu mengikuti Nasywa mencari tempat duduk.
Saat sudah duduk, Nasywa buru-buru mengambil air mineral miliknya dan menyodorkan pada Wanita itu.
"Minumlah Nona..anda akan sedikit tenang."
"Terima kasih.."Ucapnya dengan suara bergetar.
"terima kasih ya. Kau baik sekali sudah perhatian pada saya."Ucap wanita itu yang mulai tenang..
"Sama-sama Nona. Apa anda sudah lebik baik ??" tanya Nasywa memastikan.
Wanita itu menggangguk pelan. "Iya. maaf sudah membuatmu repot."
"Nona jangan bicara begitu.. Em... Kalau boleh tau Tadi itu siapa Nona ya ??" ragu-ragu Nasywa bertanya
Wanita itu tertunduk dengan senyum tipisnya. "Dia suami saya. Tapi dia sudah selingkuh dengan wanita tadi. Saya fikir yang dikatakan saudara saya itu bohong, tapi ternyata benar, saya telah dihianati. mungkin karna kami menikah tanpa cinta dan dijodohkan makanya dia seperti itu. Awal pernikahan saya memang tidak menyukai dia, kami hidup datar tanpa ada hubungan suami istri sampai beberapa tahun, Tapi lama-lama saya bisa menerima pernikahan itu dan saya merasa siap jika dia mau meminta haknya sebagai suami. Tapi ternyata, saat saya sudah menerima dia selalu menolak berhubungan dengan saya, Sampai detik ini, dan ternyata benar dugaan saya, dia memiliki wanita lain diluaran. Sakit sekali hati saya apalagi saat dia mengatakan kalau saya bukan istri yang baik, Yang tidak pernah melayani suaminya.."Cerita wanita itu seraya menangis.
Nasywa menelan ludahnya susah payah seraya menenangkan wanita itu. "Tenanglah Nona.. Mungkin suami anda hanya ingin perhatian dari anda."
"Apa kau tidak dengar dia menalak saya barusan ?? Dia sudah tidak mau dengan saya.. "
balas wanita itu.
"Iya mungkin dia bukan jodoh untuk Nona. Nona yang semangat bangkit ya, Nona masih muda. Masih banyak pria baik diluaran."Nasehat Nasywa.
Wanita itu menggangguk seraya menatap Nasywa dengan intens. "Kau masih terlihat muda sekali, apa kau seorang pelajar ?? tapi kenapa ucapanmu dewasa sekali ??"
"Oh.. Itu, em..saya memang masih muda..saya baru kelas 3 SMA."balas Nasywa.
"Benarkah ?? Kok tidak sekolah ??" Tanya wanita itu.
"em.. Itu.. Itu.. Saya, saya cuti. Ada beberapa keperluan. Em...Nona saya pamit dulu ya."Nasywa berpamitan.
"Iya..iya..Terima kasih atas bantuannya dan juga Nasehatnya. Semoga kelak kau mendapatkan suami yang baik dan setia."Ucap wanita itu.
Nasywa hanya tersenyum sedikit lalu segera mendorong trolinya menuju kasir.
.
.
.