Little My Wife

Little My Wife
Nasywa dalam bahaya



Bab 46


.


.


.


Gabriell menendang Nasywa hingga gadis itu terpental.


"Aahhh !!"


"Nasywa !!" Pekik Arina.


"Sayang.. kau tidak apa-apa ??" Victor segera membantu Nasywa berdiri.


Victor begitu dibuat Emosi dengan istrinya yang diperlakukan seperti itu. Meski yang melakukan adalah Papa kandungnya sendiri.


Victor berdiri dengan menatap tajam Gabriell. "Kau ini iblis atau Manusia !!!? Dia anakmu, kenapa kau sampai sejahat itu !!!? Dia bukan simpananku, kami datang dengan baik-baik disini, untuk meresmikan pernikahan kami, meminta restu kalian, karna kalian adalah orangtua Nasywa !! tapi ini kah orangtua yang memiliki segalanya ?!!! Hanya memandang Hina putrinya sendiri !!!? sadarlah, kalian berdua dulu juga menikah karna Arina sudah hamil Nasywa kan ?? Kau suci seperti itu Gabriell ??!!! Kau sesuci itu !!!!" Murka Victor.


Gabriell yang emosi segera menghadiahi Tinjuan pada Victor.


Buukkk !!!!


"jaga bicaramu pria brengsek !!!" Umpat Gabriel berapi-api.


Victor tak tinggal diam. Ia tidak mau sampai istrinya harus sedih karna tak mendapat restu dari orangtuanya.


Dengan segera Victor melawan Gabriell hingga perkelahian terjadi disana.


Anak buah Gabriel dan Victor sama-sama segera mendekat menjaga kedua bosnya masing-masing.


Arina buru-buru menolong Nasywa agar menyingkir dari sana.


"Mama.."Nasywa memeluk Arina dengan berderai air mata.


Arina menggangguk dengan menahan air matanya mengusap wajah Nasywa dan kemudian memeluk putri satu-satunya yang begitu ia rindukan.


"Papa ma.."Gumam Nasywa.


"Biarkan saja.. Semoga suamimu.bisa meluluhkan hati pria arogan itu.."balas Arina yang tak melepas pelukannya.


Gabriell terkena bogeman mentah dari Victor hingga pria itu tersungkur begitu saja.


"Tuan.." anak buah Gabriel hendak menolong. Namun segera dicegah oleh pria itu.


gabriell menatap tajam Victor. Lalu beralih pada Anak buah Victor.


"Kami keluarga. Mereka juga anak buahku. Beginilah jika kita punya banyak keluarga, tidak sepertimu yang hanya banyak musuh !!" timpal Victor.


"Brengsek !!!" Gabriel berdiri dan dengan segera menyerang Victor kembali. Meski bela diri Gabriel sudah sangat bagus, namun ia tak bisa melumpuhkan Victor dengan mudah.


Victor mengunci lengan Gabriel hingga Pria itu kesakitan.


"Akkhhhh !!!" pekik Gabriell


"Paman !!! Aku mohon jangan ?!" teriak Nasywa.


mata merah Victor yang dikuasai emosi menatap Nasywa yang berdiri memohon padanya.


"Aku mohon jangan.. Dia papaku.."Ucap Nasywa lirih.


Victor beralih pada Gabriel "Pasang telinga dan matamu Gabriel ?!! Lihatlah anak yang kau hina sejak tadi. Dia masih terus menganggapmu Papanya !!!"


"Aakkhhhh !!!" Gabriell benar-benar sangat kesakitan. dan dengan kasar Victor mendorong Gabriell hingga pria itu tersungkur.


Nafas Victor naik turun seraya menatap Gabriel yang terus meringis kesakitan.


"Baiklah. Kau menang."nafas Gabriep juga terputus-putus.


"Tapi kedatangan kalian sudah diketahui orang. Aku sudah menjadikan Nasywa barter saham dikantorku. Nasywa dalam bahaya. Aku sengaja tidak mengijikan Nasywa kembali karna tidak mau Nasywa harus dibawa paksa keluarga Morgan. Haikal tau betul keluarga itu."Terang Gabriel dengan nafas memburu.


Arina sungguh tak percaya dengan apa yang didengar. Begitupun dengan Victor dan juga Nasywa.


"Astaga !!! Berapa usiamu Gabriell !??? Kenapa kau hanya bisa membuat masalah !!!" Victor mengusap kasar wajahnya.


"Perusahaanku koleb !! Bahkan Haikal tidak mau menjadi investorku. Hanya Morgan yang membantuku bangkit. Aku tidak punya pilihan !!" timpal Gabriell.


"Dan kau jadikan putrimu bayarannya !!!?? Memang pantasnya kau itu mati !!!!?" umpat Victor.


Gabriell tertunduk. "Makanya sekarang lebih baik kalian segera kembali kekota kalian !! Jika sampai besok, aku takut Nasywa pasti diincar dan juga aku dan Arina.."


Nasywa menggeleng pelan memegangi lengan victor. "Aku mohon hubby.. Bantu Papa dan mama ?? aku tidak mau mereka jadi korban.. Aku mohon hubby.."


Satu kata yang Nasywa tidak sadari, Ia sudah memanggil Victor dengan kata yang begitu diinginkan Victor selama ini.


.


.


.