
Bab 69
.
.
.
Senyum lebar diwajah Nasywa menandakan wanita itu sangat bahagia. Sebuah pusat perbelanjaan menjadi tempat pilihan Nasywa. Berlari kecil saking kegirangan membuat Victor terkekeh saat mengekor dibelakang Nasywa dengan setia.
"Hubby. Kita bermain disana bagaimana ??" Ajak Nasywa.
Victor pun segera menggangguk. Hal itu begitu membuat Nasywa kegirangan.
Wanita muda itu buru-buru menuju sebuah permainan dan dengan antusias memainkannya. Victor yang hanya diam memperhatikan segera ditarik oleh Nasywa agar turut andil.
Meski Victor tak mengerti, Tetap saja pria dewasa itu berusaha agar bisa.
Tawa lebar terus saja terdengar dari mulut Nasywa saat Victor kalah dalam bermain. Bahkan Nasywa tak canggung lagi memeluk Victor karna saking gemasnya.
Berkeliling mencari wahana kesukaannya, Nasywa terus menarik tangan suaminya.
Hingga saat sudah lelah, dan hari menjelang petang, Nasywa meminta dibelikan ice cream.
"Hubby. Aku haus.. Belikan Icecream.."rengek Nasywa.
"Sayang kau belum makan, mana bagus Ice cream sore hari begini.. Ini sudah hampir malam sayang.."balas Victor.
"Ayo hubby.. Tidak apa-apa.. Nanti Ice creamnya dibawa makan kan bisa.."Nasywa menarik lengan Victor. Victor tak bisa lagi mencegah.
Senyum lebar kembali muncul diwajah Nasywa saat berhasil membeli Ice cream sesuai apa yang diharapkan. "Hubby kau tidak mau ??" tawar Nasywa.
"Makanlah.. aku tidak biasa makan Ice cream."balas Victor.
"Ayo kita makan juga..jangan sampai kau telat makan lagi.."tambah Victor dengan segera.
Nasywa menggangguk dengan semangat. Dengan disuapi Victor Nasywa menikmati makan malam mereka.
.
.
Karna kelelahan, Nasywa tertidur didalam mobil saat akan pulang kerumah.
Victor sesekali membenahi jasnya yang ia gunakan menutupi tubuh Nasywa yang tertidur.
Tiba dirumah, Nasywa digendong Victor untuk masuk kedalam. benar-benar lelah, sampai Nasywa tak terbangun saat Victor mengangkat tubuhnya.
Dengan penuh hati-hati, Victor meletakkan tubuh Nasywa diranjang. Membenahi selimut serta melepas sepatu Yang dipakai Nasywa.
Sebuah ciuman dilabuhkan Victor dibibir Nasywa. Begitu hangat terasa hingga Nasywa mengeliat.
Setengah sadar, Nasywa membuka matanya sedikit saja, lalu saat meyakini Victorlah yang ada dihadapannya, Nasywa malah mengalungkan tangan dileher Victor, dan menarik Victor agar kembali menempelkan bibirnya.
Kedua benda kenyal itu saling menempel dan Nasywa yang setengah sadar malah memulai lebih dulu. Ia membuka akses agar Victor memperdalam ciumannya.
Perlahan mata Nasywa mulai terbuka saat Victor menghentikan ciumannya.
Senyum terbit disudut bibir Nasywa, Dan dengan penuh agresif Nasywa memulai mencium Victor kembali. Victor senang bukan main, Ia langsung mendominasi permainan istri kecilnya yang sekarang sudah mulai berani.
Keduanya larut dalam syahdunya malam penuh cinta dalam penyatuan hasrat yang menggebu dengan dilandasi rasa Cinta.
.
.
.
Pagi hari, Nasywa dan Victor bangun bersamaan. Pelukan hangat serta ciuman tak lupa dilabuhkan Victor dikening Nasywa.
"Kau nakal ya sekarang.."Ucap Victor lirih.
"Entahlah.. Aku malu sekali.."balas Nasywa
"Tidak masalah. Aku malah senang, kita kan memang suami istri. Wajib melakukan ini setiap hari."timpal Victor seraya memeluk Nasywa.
"masa iya setiap hari ?? Apa aku mampu ??" Nasywa menengadah pada Victor.
"Buktinya, Sehari 3 kali sejak kita malam pertama kau baik-baik saja kan ??" goda Victor. Sontak wajah Nasywa memerah bak tomat matang.
"Hubby.. Kenapa dijelaskan begitu !!?" protes Nasywa.
"Aku bicara fakta sayang.. Aku hanya ingin disini.."Victor mengusap perut rata Nasywa. "Akan tumbuh buah cinta kita.. Agar kehidupan kita lebih lengkap."tambah Victor.
Nasywa tersenyum bahagia. "Semoga saja.."
Victor kembali mencumbu Nasywa, yang baginya adalah candu jika mereka selalu berdekatan.
.
.
.