Little My Wife

Little My Wife
Aku lebih sensitif sekali



Bab 64


.


.


.


Pagi hari dikantor, Ani menggebrak meja kerja Wisnu hingga sang pemilik terjengit karna terkejut.


Brakk !!!


"Ani !! kau mau membuat jantungku jatuh ??!!" Protes Wisnu dengan menatap Ani. Tatapan wisnu seketika dibalas tatapan tajam oleh Ani.


sontak Wisnu langsung menyeringai tipis, ia baru sadar pasti Ani akan memarahinya masalah semalam tentang keisengan dia.


"Kau sudah sadar dengan kesalahanmu ?!!" Sentak Ani bernada kesal.


"Santailah An.. Jangan marah-marah begitu.."Balas Wisnu.


"Wisnu bisa tidak berhenti mengurusi hidupku ?? Aku tau semalam pasti kerjaanmu kan agar aku dan Roger dinner berdua ??!!"Cercah Ani dengan kesal.


"Apa salahnya kalian kan sama-sama single, mengenal lebih jauh itu juga tidak ada yang dirugikan."Balas Wisnu


"Tapi aku tidak perlu seperti itu. Aku malu, pasti Roger akan berfikir buruk tentangku !!!" Timpal Ani.


"Come on An, berhenti berfikir negatif. Cobalah move on lah dari Victor..aku tau kau membatasi diri karna kau menyimpan rasa pada Victor kan ??" Sontak ani membisu.


Dari mana Wisnu bisa tau ??


"Jangan tanya aku tau dari mana ?? Aku ini seorang pengusaha dan juga ahli telepaty, jadi aku sudah tau semuanya."Tambah Wisnu.


Ani tersadar seketika. "Jaga bicaramu ya. Jangan sampai didengar Victor atau Keponakanku. Akan menjadi masalah nanti."Ani hendak membalikkan tubuhnya,namun Wisnu kembali berkata.


"Makanya. Aku ingin kau dekat dengan Roger. Kegagalan yang pernah kalian alami, siapa tau bisa membuat kecocokan antara kalian."Ucap Wisnu.


Ani tak menjawab. Ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Ruangan kerja Wisnu. Wisnu hanya bisa menatap nanar Sahabatnya itu. Ani selama ini begitu mengunci rapat segala tentang perasaannya. Namun Bersama Victor, hingga Wisnu begitu merasa kasihan pada wanita dewasa itu.


.


.


.


"Jadi masih belum tau mau honeymoon kemana ??" tanya Victor saat hendak berpamitan.


Nasywa menggeleng pelan. "nanti aku akan share digogle. Kau bekerjalah dulu Hubby.."


"Aku sama sekali tidak menyangka disuruh bekerja dalam masa cuti.."Timpal Victor yang kemudian melandaskan ciuman dikening Nasywa.


Nasywa terkekeh dibuatnya. Ia pun membalas Ciuman Victor. Gadis kecil itu sekarang lebih berani dari pada sebelumnya. Hal itu begitu membuat Victor bertambah bahagia. Apalagi saat melihat hasil karyanya semalam dileher Nasywa, begitu indah sekali bagi Victor.


"Jangan menggodaku disini.. Aku bisa menerkammu sekarang juga.."Ucap Victor dengan seringainya.


"Hubby.. Kau selalu begitu.. Aku kan hanya membalas Ciumanmu.."Protes Nasywa.


"Sama saja honey..aku sekarang lebih sensitif sekali.."Timpal Victor.


Bibir Nasywa memanyun pertanda begitu kesal bercampur malu dengan balasan ucapan Suaminya.


"Itu bibir minta dicium lagi ?? Kok seperti itu ??" goda Victor.


"Hubby.. Kau menyebalkan !!? Sana berangkatlah ?!!" Nasywa mendorong pelan Victor agar segera pergi. Karna jika tidak, pastilah permainan ranjang yang akan terjadi. Mengingat Victor yang begitu ber n A f s u sekali saat bercumbu dengan Nasywa.


Victor tertawa seketika. "Baiklah..baiklah..Jangan perlihatkan wajah imutmu itu pada orang lain ya ??"


"Iya..iya..Lagian siapa juga yang akan melihatku..kau ini berlebihan sekali.."Gerutu Nasywa.


"Tentu saja banyak..Kau ini cantik sekali..aku bahkan sangat kawatir meninggalkanmu dirumah.."


"Hubby.. Kenapa ucapanmu lama-lama ngelantur begitu sih ?!! Sudah sana pergilah bekerja.."timpal Nasywa dengan kesalnya.


Bukannya marah Victor kembali terkekeh. suatu hiburan tersendiri jika tengah menggoda istri tercintanya.


"Baiklah.. Aku berangkat.."Kembali Victor memeluk Nasywa dan kali ini segera masuk kedalam mobil. Lambaian tangan dari Nasywa mengiringi mobil Victor yang hendak keluar dari gerbang.


.


.


.