Little My Wife

Little My Wife
Jangan sampai tersesat



Bab 5


.


.


.


Ani siap dengan pakaian formalnya. Saat tiba dimeja makan Ani dikejutkan dengan Nasywa yang memakai celemek dan menyiapkan sebuah menu sederhana buatannya.


"pagi bibi.."sapa Nasywa.


"Wah.. Kau masak pagi ini ??" tanya Ani seraya duduk dikursi.


"He..he.. Hanya nasi goreng. Soalnya mama hanya mengajariku membuat nasi goreng. Cobalah bik.."Nasywa menghidangkan sepiring Nasi goreng dihadapan Ani.


"Emm..Harum baunya. Kita coba rasanya.."Ani mulai menyendokkan Nasi kemulutnya seraya menggangguk angguk. "Lumayan. Mirip masakan kak Arin."


Nasywa tersenyum lebar dan turut duduk lalu ikut menikmati Nasi gorengnya.


"Bibi.. Jika aku hanya jalan-jalan disekitar apartemen boleh tidak ?? Aku akan bosan jika dirumah saja.."Pinta Nasywa.


"Asal kau jangan sampai tersesat saja. Hati-hati jangan percaya dengan orang asing. Kau mengerti ??" Balas Ani dengan Bijak.


"Siap bik.."Nasywa mengangkat tangan kanan sebagai penghormatan.


"Baiklah, Bibi sudah selesai. Bibi kerja dulu.."Ani segera mengambil tas kerjanya dan lalu menuju pintu keluar.


Nasywa hanya bisa menatap kepergian sang bibi yang Baginya begitu baik sekali.


.


.


Sementara Dikantor Victor yang memang tidak pulang sejak semalam baru saja membasuh wajah dikamar mandi. Layar laptopnya bahkan masih menyala meski tadi Victor tertidur dengan posisi duduk dan kepala bersandar diatas meja.


Tak lama suara ketukan terdengar membuat Victor yang tengah mengusap wajahnya dengan kain segera membalas. "Masuk.."


Ceklek...


"Astaga Vic, Kau menginap dikantor semalam ??" Tegur wisnu rekan kerja Victor.


"Banyak sekali pekerjaan. Aku terlupa."Balas Victor dengan tenang.


"Kau ya, Gila sekali dengan pekerjaan. Kapan kau memikirkan masa depanmu ?? Usia Vic, Usiamu sudah tidak muda lagi loh ??! Cari kebahagiaan lah.."Wisnu duduk dan meletakkan makanan paginya. Ia sengaja ingin mengajak Victor sarapan bersama.


"Kau bawa apa ??" Tanya Victor.


"Breakfast rasa janda, dan Kopi susu Remaja."Canda Wisnu.


"Cih.. Ada-ada saja."Victor tak terlalu menanggapi. Lalu memilih membuka paper bag berisi makanan break fast itu.


"Aku serius Vic.. Kau harus pilih, janda atau perawan ?? Bagaimana kalau aku yang carikan ??" tawar Wisnu.


"Hentikan ocehanmu dan makanlah yang benar. Jangan bicara hal aneh seperti itu." Balas Victor.


"Kau yang aneh. Oh.. Atau kau menunggu Ani ??" Terka Wisnu lagi.


Victor langsung melayangkan tatapan tajam pada Wisnu. "Dia teman lamaku. Jangan buat bercanda."


"Sorry-sorry.. Tapi kata klien-klien kita kalian itu serasi sekali loh. Bahkan kerja kalian juga sebelas dua belas. Tuan Haikal saja mengakuinya."Wisnu tetap berceloteh ria. Sementara Victor memilih terus makan.


"Usia juga hampir seumuran kan ?? Aku tidak akan membayangkan akan gempar seperti apa dunia bisnis kita jika kalian berhasil menikah.."Wisnu berdramatisir.


"Apa kau sudah bosan dengan istrimu ?? Kenapa otakmu isinya ingin menikah dan menikah ??" Victor menimpali.


"Yang aku bicarakan itu kau Vic.. Semangatlah mencari pasangan. Apa sampai tua kau akan sendiri begini ?? Mana enak ??!!"Balas Wisnu.


"Apa aku terlihat kesulitan hidup sendiri ?? Seharusnya kau tau itu."Victor terlihat sudah selesai dan segera beranjak.


"Dasar es batu !!! Aku heran bagaimana mencairkan es batu dihatimu itu.."Gerutu Wisnu.


"Bersiaplah. Ani sebentar lagi datang, Kita akan tanda tangan kesepakatan kerja sama bersama Klien."Ucap Victor yang hendak berganti baju.


"Vic. Ini tender besar..bagaimana jika sukses kita adakan pesta dikantor ??" Usul Wisnu.


"terserah kau saja. bicarakan pada Ani. Jika dia mau lakukan saja."Balas Victor.


"Yeah.. Akhirnya, party time.."Wisnu segera berdiri dari duduknya seraya berjoging ringan.


Victor tak begitu menanggapi ia membenahi kemejanya dan tak lupa jas kerja ia sematkan. Kembali ia akan disibukkan berkas dan berkas yang akan mereka bawa menemui Klien. Diberi tanggung jawab sebesar itu oleh sahabatnya, membuat Victor bekerja tanpa mengenal waktu dan melakukannya dengan begitu sungguh-sungguh, sehingg Kini Tonsion Group menjadi pemimpin pembisnis dikota itu. Banyak sekali perusahaan kecil menginginkan bekerja sama dengan Tonsion Group.


.


.


.


.