
Bab 34
.
.
.
Setelah makan malam selesai, Nasywa hendak membereskan meja makan, namun Victor buru-buru mencegahnya.
"kau istirahatlah. Biar aku yang bereskan meja makannya."Ucap Victor dengan senyum lebarnya.
"Tapi paman juga pasti capek seharian bekerja. Tidak apa-apa, biar Nasywa saja. Lagian ini tidak begitu banyak."Balas Nasywa.
Victor tak mau mendengar. Ia malah menggulung kemeja kerjanya sampai siku dan segera berdiri. Memegangi kedua pundak Nasywa seraya berkata. "Kau sudah memasak. Biar aku yang beres-beres. Tenang saja. Aku kilat kok bekerjanya."
Nasywa tak bisa lagi protes. Ia hanya bisa melihat Victor yang membersihkan piring dan beberapa peralatan kotor.
Tanpa sadar senyum terbit dari bibir Nasywa bersama dengan kekaguman untuk sosok Victor. Pria penyabar yang begitu mengerti segala sesuatu yang dialami Nasywa.
"Bagaimana mungkin aku mengakhiri pernikahan ini jika paman Victor lebih dari segalanya seperti itu.." batin Nasywa.
.
.
.
Tengah malam Nasywa terbatuk-batuk karna kerongkongannya terasa kering. Ia kemudian terbangun meski matanya masih sangat mengantuk.
Dengan mata masih sedikit buram, Nasywa melirik gelas diatas meja nakas dan ternyata gelas itu kosong.
"huh.. Pasti aku lupa mengisinya.."Guamm Nasywa yang hendak turun.
Namun kembali ia terdiam saat matanya melihat kesisi tempatnya tidur namun tak mendapati Victor.
"Paman kemana ?? Apa tidur diluar ??" Tanya Nasywa seorang diri.
Segera Nasywa keluar dan tak lupa ia membawa gelas kosong untuk diisi.
Dengan langkah perlahan Nasywa menuju ruang kerja Victor, Terlihat sekali dari pintu yang terbuka Jika Victor masih serius bekerja didepan layar laptopnya dengan kacamata yang bertengger disudut matanya.
"Astaga.. Ini kan sudah pukul 2 tengah malam, paman belum tidur juga ??" Gumam Nasywa.
Nasywa perlahan memasuki ruang kerja Victor dan menyapa suaminya.
"Paman lembur ya ??"
Sontak Victor mencari sumber suara. Ia pun terlihat langsung menghentikan aktivitasnya dan segera berdiri menghampiri Nasywa yang berdiri diambang pintu.
"Loh, kau bangun ?? Apa suara laptopku mengganggumu ??" Tanya Victor balik dengan kawatir. Meski menggunakan kaca mata, tak mengurangi sedikitpun ketampanan Victor dimana Nasywa, entah mengapa selalu saja begitu jika Nasywa ditatap Victor dengan lekat.
Dengan menunduk Nasywa menjawab. "Tidak mengganggu. Ee..Tadi aku hanya terbangun karna haus. Aku lupa mengisi air dikamar."
"Benarkah ?? Maaf ya, aku lupa memeriksanya. Ya sudah, mau aku ambilkan ??" Tawar Victor.
Nasywa seketika mengangkat wajahnya. "Tidak usah. Aku bisa ambil sendiri. Ee.. Tapi paman, apa tidak lelah, ini sudah pukul 2, paman harus istirahat juga."
Victor menerbitkan senyum. "Aku sudah biasa lembur sampai pagi. biasanya malah dikantor dan aku tidak pulang, tapi aku tidak mungkin menginap dikantor jika dirumah istriku sudah memasak untukku." tutur Victor dengan lembut.
Nasywa dibuat salah tingkah. Apa katanya tadi ?? Istriku ?? Astaga, hatiku seperti mau terbang saja !!?Batin Nasywa
"Oh.. Em.. Emm.. Mau Nasy buatkan kopi ??" Tawar Nasywa.
" kau tidak mengantuk ?? Jika kau ingin tidur tidak apa-apa. Tidurlah,pekerjaanku tinggal sedikit kok."Balas Victor
"Tidak masalah. Hanya secangkir kopi. Tunggu ya, Nasy buatkan.."Nasywa segera berbalik dan berlari kecil menuju dapur.
Tingkah Nasywa yang lucu dan dengan wajah memerah saat digoda Victor, benar-benar membuat Victor begitu terhibur. Bahkan Victor juga merasakan kenyamanan meski hanya bersama Gadis muda nan lugu itu. Sederhana, namun begitu jujur, Itulah Nasywa dimata Victor.
Victor memilih kembali kemeja kerjanya, dan kembali berkutat dengan laptop menunggu Nasywa yang membuatkan dirinya kopi. Hanya dibuatkan kopi saja, Victor begitu kembali bersemangat lagi untuk bekerja. Padahal tadi ia sudah sangat lelah dan ingin berhenti.
.
.
.