Little My Wife

Little My Wife
maksudnya apa



Bab 42


.


.


.


"Kau mau protes atau apapun itu terserah padamu Vic, aku hanya ingin mengungkapkan kegundahanku sejak tadi."Ucap Ani


"Katakan. Ada apa An ??" Victoe mulai serius.


"Vic, Kau tau Nasywa adalah keponakanku. Disini aku adalah orangtua pengganti Nasywa karna kakakku tidak diperbolehkan suaminya kemari. Sebagai orangtua, aku tidak mau anakku jadi bahan omongan orang yang tidak benar, karna pada kenyataannya kalian sudah menikah, walau secara siri, aku benar-benar tidak terima jika anakku dikatakan menjadi simpananmu, hatiku sakit Vic, dia istrimu dia adalah tanggung jawabmu.


yang ingin aku bicarakan, Bagaimana sebenarnya perasaanmu padanya ?? Apa kau memang hanya ingin mengikuti keinginan dia. Atau kau memang sudah ada rasa padanya, jika kau hanya kasihan, sebaiknya segera akhiri dan biarkan nasywa pergi, tapi jika kau memang ingin dia disisimu, aku mohon, umumkan dia sebagai istrimu paling tidak dilingkungan kantor dan apartemen. Banyak yang sudah tau Nasywa tinggal diapartemenmu Vic, hal itu berdampak negatif padanya." Terang Ani dengan sangat bijak.


Victor terdiam dan mencerna perkataan Ani. Victor juga tak menyalahkan Ani. Biar bagaimanapun Ani adalah bibinya Nasywa.


"Maaf sebelumnya Vic. Jujur aku juga takut Kau mempermainkan Nasywa karna..-" Ani tak melanjutkan perkataannya.


"Iya. An. Aku faham. Terima kasih atas nasehatnya. Akan aku bicarakan pada Nasywa nanti. Maaf sebelumnya sudah membuatmu kawatir. Tapi kau tenang saja, masa lalu itu tidak akan terulang sampai kapanpun dalam hidupku."Tutur Victor yang sangat mengerti maksud Ani.


Ani menggangguh faham. "Baiklah. Aku kembali keruanganku dulu. Maaf jika perkataanmu sedikit menyinggungmu."


Victor menggangguk dengan masih dia. Ani kemudian langsung keluar tanpa berkata apapun lagi.


Victor pun yang dilanda kerisauan segera membereskan meja. Ia berniat pulang untuk membicarakan semua yang diinginkan Ani, Yang termasuk keingian Victor juga, namun karna Nasywa belum memberi jawaban atau membalas perasaannya, Victor terus bersabar namun sayangnya keadaan yang tidak bersabar akan semua itu.


.


.


.


Dilobby apartemen, beberapa orang penghuni apartemen yang bertemu dengan Nasywa sedikit menggunjing, Mereka sudah sering melihat Nasywa keluar masuk lantai teratas.


Nasywa yang merasa dirinya tengah dibicarakan hanya bisa bertanya-tanya dalam hati.


"Pak Victor seleranya daun muda ya ?? Astaga, Apartemen sudah seperti tempat penginapan wanita malam."Tambah lagi salah satunya.


"Kita wajib protes loh, kalau kita tidak mau dekat dengan orang-orang seperti itu.."celotehan itu tak sengaja terdengar kepala meneger diapartemen itu.


Ia segera menuju ruanganny guna memberitau Victor apa yang terjadi diapartemen.


.


.


Victor memasuki area apartemen dengan tergesa-gesa setelah mendapat laporan dari kepala meneger.


bukan jabatan atau apapun yang ditakutkan Victor. Melainkan keadaan Nasywa.


Ia hanya ingin bertemu Nasywa melihat kondisi istri kecilnya. Victor sangat takut istrinya mendengar ucapan-ucapan tak mengenakan dari banyak kalangan.


Victor menekan tombol bel disisi pintunya beberapa kali. Karna rasa kawatir, Victor begitu tak sabaran.


Nasywa yang baru mandi segera berlari kecil guna membuka pintu.


Baru saja pintu terbuka, Nasywa langsung dipeluk oleh Victor dengan erat


"Paman ada apa ??" Tanya Nasywa.


"Apa kau baik-baik saja ?? aku mohon jangan dengarkan perkataan mereka ya ?? Kau istriku, kau istri sah ku.."Ucap Victor dengan wajah penuh kawatir. Setelah pelukan mereka terlepas.


Nasywa yang memang tak mengerti hanya menautkan kedua alisnya.


" Maksudnya apa ??" Nasywa menatap Victor meminta jawaban


.


.


.