Little My Wife

Little My Wife
Dia sudah membohongimu



Bab 48


.


.


.


Dan benar saja. Anak buah Gabriell yang menjaga dirumah berlari buru-buru masuk memberi laporan darurat.


"Tuan !! Tuan morgan datang dengan orang-orangnya, rumah kita dikepung." lapornya.


Gabriell hanya bisa tertunduk seraya mendesah lirih


"Apa ?? Secepat itu ??" Victor sangatlah tidak percaya.


"Morgan sama dengan Haikal. mereka berdua bisa meretas. Rumahku pasti sudah disadap keamanannya."Ucap Gabriell.


Victor bingung harus bagaimana. Sementara Gabriell juga begitu ketakutan. Jika sampai ketahuan Morgan, Akan berbahaya bagi nyawa dan perusahaannya.


"Tenanglah pa.. Kita hadapi sama-sama ya."Nasywa terduduk disisi Gabriell.


Gabriell menatap nanar putrinya. Ia terasa sangat malu dengan putrinya itu. "Itu tidak mudah Nasywa..mereka orang berbahaya."Ujar Gabriell


Victor beralih pada anak buah Haikal yang ikut dengannya. "Kalian. segera ikut aku."


"Baik tuan.."balas mereka serentak.


"Hubby.."panggil Nasywa.


Victor menatap istri kecilnya dan kemudian memeluknya dengan erat. "Tetap didalam apapun yang terjadi tetap didalam. Usahakan bersembunyi dimanapun itu. Aku akan coba melawan mereka."


Nasywa menggangguk pelan dengan air mata yang berderai.


"Hati-hati.." ucap Nasywa lirih.


Victor menggangguk pelan. Dan kemudian ia segera keluar.


"Perintahkan juga anak buahku Vic, aku akan segera menyusul."Ucap Gabriell. Victoe tak menjawab, ia hanya segera keluar.


.


.


"Apa ???!!" Haikal segera berdiri dari duduknya.


"Lalu bagaimana sekarang ??" tanya Haikal dengan Wajah kawatir.


...


"Baiklah. bantu Victor selama saya dijalan."Haikal langsung mematikan panggilannya.


Amara yang turut penasaran segera bertanya pada suaminya. "Apa yang terjadi ??"


"Gabriell membuat manipulasi. Aku harus kesana. Victor dikeroyok Baby.."ucap Haikal.


"Apa ?? Pria itu, aku ingin sekali memukul kepalanya.."umpat Amara.


Haikal berlari kecil kemejanya. Berkutat dilayar laptop, jemarinya menari dengan indah dipapan keyboard. Tak lama, hanya waktu beberapa menit Haikal sudah menemukan semuanya. Ia pun segera berdiri dan menggunakan jaket kulitnya.


Amara menggangguk pelan. "Hati-hati.. Bawa mereka dengan selamat." haikal hanya menjawab dengan anggukan dan kemudian segera keluar.


.


.


.


Bukan satu atau dua mobil, anak buah Gabriell ada didalam puluhan mobil yang mengekor dan juga didepan Mobil Haikal membelah keramaian jalanan.


Tak butuh waktu lama bagi Haikal mengumpulkan orang-orangnya, meski ia sudah tak beroperasi lagi.


Haikal terus menambah kecepatan dengan diikuti mobil-mobil anak buahnya guna mempercepat waktu.


.


.


.


Victor dengan dibantu anak buah Haikal melawan banyaknya penyerang dirumah Gabriell.


Tak ada yang membuatnya curiga, Victor terus berusaha menghabisi semuanya. Anak buah Haikal yang membantu Victor juga turut melawan.


Area pelataran rumah gabriel menjadi tempat perkelahian kali ini.Victor mendapat satu musuh dan mencekiknya.


"Dimana Morgan !!!?" Tanya Victor berapi-api.


"Ti..tidak ada morgan !!" Balas pria itu yang berusaha melepas cengkraman kuat Victor.


Tak mau menunggu lama Victor memutar kepala musuh dan membuatnya mati seketika.


Mata Victor mengedar mencari dimana pria yang dimaksud oleh Gabriel tadi, namun tak juga didapati.


Hingga suara pistol membuyarkan lamuan Victor.


Dorrr..


Dorr...


Dorr...


Arah pistol dari Haikal yang baru datang. Semua pasukannya pun yang sudah tiba langsung menghalau musuh dengan cepat


Haikal berlari mendekati Victor."Kenapa masih disini ?? Nasywa mana ?? Kau ditipu Gabriel Vic !!?"


"Apa??" Victor seolah tak percaya.


"Ini semua anak buah Gabriell !! Dia sudah membohongimu !! Morgan yang asli menemui Gabriel dipintu lain. Nasywa pasti sudah dibawa oleh Gabriell !!" tutur Haikal.


Victor mematung dengan tangan yang terkepal kuat. Wajarlah Victor tidak mengerti hal-hal seperti ini, sebab Victor hanya seorang pria biasa, bukan Haikal yang juga pimpinan dalam sebuah perkumpulan organisasi malam.


.


.


.