Little My Wife

Little My Wife
Aku masih punya batasan



Bab 17


.


.


Saat waktu tidur tiba, Nasywa bingung hendak tidur dimana. Diapartemen Victor hanya terdapat satu kamar, Tidak mungkin mereka akan tidur seranjang dalam keadaan belum saling mengenal.


Victor baru saja masuk, saat pintu terbuka Nasywa terperajak terkejut dan langsung memutar tubuh menatap pintu dimana Victor berada.


"kau belum tidur ??"tanya Victor seraya masuk kedalam kamar itu. Victor terlihat biasa karna memang usia yang sudah matang dan Iya, Victor sudah sangat sering dulu dekat dengan wanita.


"Ini.. Mau tidur. Em.. Aku tidur disofa saja ya paman, aku takut paman tidak nyaman."Ucap Nasywa penuh malu.


"Loh kenapa ??" Victor berdiri dihadapan Nasywa.


Nasywa menggigit bibir bawahnya, ia bingung akan beralasan apa.


Victor memegangi kedua pundak Nasywa. "Kau takut ??"


Nasywa membalas tatapan Victor yang nampak intens.


victor segera menerbitkan senyum agar Nasywa tidak begitu tegang. "tenanglah. Aku masih punya batasan. Aku tidak akan menyentuhmu atau melakukan hal lebih padamu, kita tidur bersama diranjang, hanya tidur, kita kan bisa batasi dengan guling."


Nasywa mengedipkan kedua matanya. benarkah dia tidak akan melakukan apa-apa ??


"Kalau masih tidak percaya kau bisa gunakan rantai untuk mengikat kedua tangan dan kakiku agar aku tidak menjangkaumu"Tambah Victor.


"Ahhh.. Tidak perlu begitu. Maaf paman, aku.. Aku..hanya belum terbiasa."balas Nasywa yang merasa tidak enak.


"Iya. Aku mengerti. Sudah, ayo kita tidur"Victor menuju ranjang terlebih dulu. Dengan keraguan Nasywa juga kesisi sebelahnya. Perlahan Nasywa duduk dan membaringkan tubuh diranjang serta menarik selimut agar menutupi dirinya yang sedikit tak nyaman.


Sementara Victor berbaring telentang dan menjadikan salah satu tangan sebagai alas tidurnya. Pria dewasa itu memejamkan mata dengan tenang. Sesekali Nasywa melirik Victor yang bagi Nasywa selalu tenang dalam segala situasi.


"Dia benar-benar bisa tidur ?? Gampang sekali.."Gumam Nasywa yang memilih menutupi diri dengan selimut tebal. Disisi Victor hanya mampu menyunggingkan senyum saat sadar diperhatikan oleh Nasywa. Ya, Victor memang belum tidur sungguhan. Ia hanya tidak mau sampai istri kecilnya merasa tal nyaman.


.


.


Sesaat pria itu tertawa geli, bagaimana ia terjebak pernikahan dengan gadis yang masih sangat begitu muda. Lalu terbesit sebuah fikiran negatif yang mana jika sampai orang-orang tau dia menikahi gadis muda belia begini, ia pasti akan dicap sebagai pedofil anak karna masa lalunya yang kelam. Seketika Victor mendesah lirih seraya mengusap kasar wajahnya. Tak ingin terlalu larut dalam sebuah fikiran negatif, Victor kemudian memilih segera keluar dari kamar guna membuatkan Nasywa sarapan.


Bias sinar mentari yang menerobos dark celah jendela membuat mata Nasywa yang tertutup menjadi terganggu. Ia sampai beberapa kali menyingkirkan bias cahaya itu namun malah semakin membuat tidurnya terganggu, hingga anak itu segera membuka matanya.


"Aku masih ngantuk sekali..."Ucap Nasywa sembari duduk dan mengusak kedua matanya.


Sadar dia berada dikamar pria, mata Nasywa langsung melebar seketika. Ia menoleh kesisinya tidur yang ternyata sudah kosong. Nasywa pun seketika meneliti tubuhnya, baju dan celana. "Oww.. Syukurlah, aman.. Aku tidak diapa-apakan.."Ucap Nasywa seraya mengusap dadanya penuh kelegaan


"Tapi paman kemana ???"Tanyanya sendiri. Tak lupa Nasywa melirik jam dimeja nakas disisi ranjang.


"Ini masih pagi. Apa dia diluar??"tanya Nasywa sendiri lagi. Karna rasa ingin taunya, Nasywa segera turun dari ranjang dan buru-buru mengikat rambutnya diatas lalu segera berlari keluar kamar.


Tiba diluar hidung Nasywa bisa mencium aroma lezatnya masakan yang berasal dari dapur mereka.


"Ini enak sekali.. Paman memasak ya ??" Nasywa mempercepat langkahnya menuju dapur.


Nasywa tak sadar tersenyum lebar saat melihat Victor yang begitu lihai didapur membuat makanan. Pakaian santai dan celana pendek tak membuat ketampanan pria dewasa itu pudar, malah bagi Nasywa Victor terlihat tampan dengan kesederhanaannya.


"Benar-benar suami idaman.."Gumam Nasywa tak sadar seraya melipat kedua tangan.


Namun saat sadar mulutnya berkata apa, Nasywa langsung malu sendiri dengan menutup mulutnya yang begitu lancang berkata demikian.


.


.


.