
Bab 57
.
.
.
"Kau juga yang menyiapkan semua ini ??" tanya Victor seraya membuka pelukannya.
Nasywa menggangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.
"maafkan aku, Kemarin seharusnya menjadi malam pengantin kita. Sebenarnya aku tau itu, tapi aku sangat takut sampai melupakan perasaanmu hubby"
"Hey kenapa minta maaf. Aku tidak masalah. Aku juga mengerti jika kau memang belum siap.."balas Victor seraya memegangi kedua pipi Nasywa.
"Betapa beruntungnya aku memiliki suami sebaik dan sepengertian dirimu hubby.. Usiaku yang masih dini pasti sangat merepotkanmu.."Timpal Nasywa.
Victor tersenyum lebar seraya melandaskan ciuman hangat dikening Nasywa. "Tidak ada yang direpotkan disini..aku memilihmu aku mencintai bukan sebatas nafsu saja. Aku menginginkanmu menjadi pendampingku sekarang dan seterusnya sampai tutup usiaku, Menjadi suamimu adalah suatu anugrah yang diberikan Tuhan untukku, karna aku hanyalah sebuah kotoran hina sayang..Bahkan awalnya aku merasa tidak pantas bersanding denganmu yang begitu suci dan polos."Tutur Victor dengan menatap lekat Mata Nasywa.
Nasywa tak tau harus berkata apalagi. Semua yang dilihat dari Victor hanyalah rasa cinta yang kini sudah mendalam.
"Kalau bisa, lupakan masa lalumu Hubby.. Aku tidak mau kau terus teebelenggu dengan kenangan pahit dimasa lalu. Kita tata masa depan bersama."Tambah Nasywa.
Victor menggangguk pelan. "Terima kasih.."
Keduanya saling berbalas senyuman dengan kebahagiaan didalam hati masing-masing.
"Ngomong-ngomong, kapan kau beli baju seksi ini ?? Kau tau, aku pasti tidak bisa tidur nyenyak jika kau mengenakan ini saat tidur nanti.."Goda Victor seraya menatap Nasywa dari atas hingga bawah.
Wajah Nasywa seketika bersemu merah. Jujur ia sungguh sangat malu dan begitu nervous. "hubby jangan menggodaku.."
"aku serius sayang.. Kau menggodaku juga kan jika begini.."Timpal Victor.
"Aku hanya ingin menyenangkanmu..mengganti malam pengantin kita yang kemarin.."Balas Nasywa dengan suara parau namun terdengar seksi.
Victor pun dibuat gemas sekali. Hingga dengan bahagianya ia memeluk tubuh Nasywa dengan sangat erat.
"Aku juga.."balas Nasywa.
Victor membuka pelukannya. "Jadi mau dimulai ??" Victor memainkan kedua alisnya.
"Hubby.. Berhenti seperti itu.. Aku malu.."Nasywa memukul pelan dada Victor.
Victor yang semakin gemas langsung menyambar bibir Nasywa mengikir jarak dengan memperdalam ciumannya. Diserang mendadak seperti itu awalnya Nasywa sangatlah terkejut, namun Lama kelamaan wanita itu mengimbangi ciuman Victor dengan mengalungkan kedua tangan dileher Victor.
Decit suara pertukaran slavina menambah suatu hasrat didalam diri Victor. Sesuatu yang harus disalurkan.
Tanpa melepas pa ngu tan, Victor menggiring Nasywa menuju ranjang. Dan dengan perlahan Victor membaringkan Nasywa diranjang. Degup jantung Nasywa bisa dirasakan Victor hingga saat Ciuman mereka terlepas karna sama-sama membutuhkan oksigen victor tersenyum menatap nasywa.
"Jika kau memang belum siap. Aku tidak apa-apa sayang.."Ucap Victor.
Meski ia sudah mulai memuncak hasratnya, namun Victor tidak mau memaksa istri kecilnya.
"Tidak hubby.. Aku sudah siap.. Hanya saja.. Hanya saja aku belum terbiasa.."balas Nasywa ragu ragu.
"Rilekslah.. Aku tidak akan langsung melakukannya.."Timpal Victor yang seketika kembali menyambar bibir Nasywa. Nasywa yang reflek langsung memejamkan mata.
Dalamnya ciuman diimbangi dengan tangan Victor yang membuka tali pengaet dileher Nasywa. Tanda Gaun lingery yang dipakai Nasywa akan terbuka. Karna hanya itu penyangga Lingery itu.
Victor membuka Lingery Nasywa dengan perlahan hingga sang pemilik nampak tak sadar jika Lingerynya sudah berhasil terbuka.
Victor memang sudah sangat berpengalaman jika urusan ranjang. Namun Victor tak mau bermain kasar. Ia sangat berhati-hati. Apalagi saat tangannya menelusup masuk menuju buah-buahan kecil namun berisi milih Nasywa.
"Eeeehhmmm.."Suara De sahan Nasywa tertahan saat pucuk buah kesayangannya tergenggam Tangan Victor.
"Lepaskan saja sayang.. Tidak apa-apa.."Ucap Victor seraya kembali menyambar bibir Nasywa.
.
.
.