Little My Wife

Little My Wife
Bicarakan kita saja



Bab 63


.


.


.


Ani harus dibuat canggung kembali setelah kepergian Victor dan Nayswa.


Roger juga hanya diam ia juga tak tau harus berbicara apa mengingat Ani begitu dingin sekali.


.


.


Dari jarak yang tak begitu jauh, Nasywa dan Victor bisa melihat Ani dan juga Roger.


"Hubby.. Kenapa mereka diam saja sejak tadi ??"Tanya Nasywa.


"Itulah bibimu. Sulit sekali mengenal pria. Aku yakin ini juga pasti kerjanannya Wisnu, membiarkan mereka berdua, mengingat pria itu juga duda."tutur Victor.


"Benarkah ?? Tapi jika dengan kau Bibi biasa saja."Balas Nasywa.


"Ya hanya denganku. Karna kami berteman sejak lama."Terang Victor.


"Apa paman selama ini tidak pernah menyukai bibi Ani ??" Sebuah pertanyaan ambigu keluar dari mulut Nasywa.


Victor menghentikan makannya lalu menatap lekat Nasywa. "Kenapa bertanya begitu ??"


"Ya selama ini paman kan bekerja bersama dengan Bibi Ani, terbiasa bersama siapa tau kan ada rasa."Ucap Nasywa dengan santai.


"Memang kau fikir aku pria macam apa ?? Ani temanku dari sejak kuliah, pertemanan tidak akan bisa menjadi pacaran. Jika pun aku aku biasa dengan dia itupun karna pekerjaan."Terang Victor dengan jelas.


Nasywa menggangguk mengerti. "Kau jangan marah hubby.. Aku kan hanya bertanya.."


"Jangan tanyakan hal aneh-aneh. ini dinner pertama kita selama menjadi suami istri. Bicarakan kita saja."Ucap Victor.


Nasywa tersenyum penuh kepuasan. Jawaban Victor begitu menenangkan hatinya.


.


.


.


Diposisi Ani dan Roger, akhirnya Roger membuka perbincangan karna merasa cukup senyap sejak tadi. "Nona. Saya pesankan makanan ya ?? Sepertinya tuan Wisnu tidak datang. Kita sudah hampir satu jam disini."


Tak lama pelayan datang dengan buku menu. Roger menyodorkan buku menu pada Ani. "Silahkan anda pesan."


Ani menggangguk dan memesan beberapa menu. Begitupun dengan Roger.


"Maaf sebelumnya Nona. Saya tidak tau jika tuan Wisnu tidak bisa hadir."Ucap Roger.


"Kau tidak perlu minta maaf. Aku sudah biasa dikerjai pria tua itu. Dan lagi, ini bukan dikantor panggil Ani saja. Sepertinya kita seumuran."Ucap Ani dengan bijak.


Roger menggangguk dengan senyum terhias diwajahnya.


"Akan saya coba.."


"oh ya, Apa kekasihmu tidak akan bermasalah kau makan malam dengan wanita diluar seperti ini ??" Tanya Ani tiba-tiba.


Roger tersenyum terlebih dahulu. "Saya duda No..em.. Maksud saya An, saya tidak memiliki kekasih."


"Benarkah ?? Kita sama berarti. Aku juga seorang janda."Balas Ani.


"Iya Ani, kita sama-sama kurang beruntung."Timpal Roger.


"Semoga kau mendapat jodoh disini. Agar kau bisa bekerja sama dengan proyek Horison group terus. Jika Victor yang memilih aku sangat yakin kau bukan orang sembarangan."Tutur Ani.


"Anda terlalu berlebihan."Sanggah Roger.


Keduanya saling melempar senyum membuang kecanggungan antara mereka. Hingga saat makanan sudah dihidangkan Roger dan Ani begitu hangat menikmati dengan bersama.


.


.


.


Dikamar pengantin baru jangan ditanya ada apa lagi. sepulang dari Makan malam, Ternyata Victor sudah tak bisa membendung hasratnya untuk disalurkan.


Pergulatan panas kembali terjadi. Nasywa yang kemarin nampak kaku, malam ini sudah terlihat terbiasa. Bahkan Rasa sakit yang luar biasa kemarin seolah sudah terlupakan. Tergantikan dengan rasa Nikmat yang luar biasa.


Meski diawal Victor menerjang lembah kenikmatan miliknya dan rasa sakit masih ada, Nasywa sama sekali tak merasa takut. Ia begitu terbuai dengan semua sentuhan-sentuhan Victor yang amat memabukkan dan membuat Hasrat Nasywa juga memucak.


.


.


.