
Bab 72
.
.
.
Sambutan dari anak-anak panti membuat Senyum Nasywa melebar. Victor membagikan beberapa buah tangan pada anak-anak panti sementara Nasywa berlari menghampiri sang mama yang tertangkap oleh matanya. Pelukan hangat juga Nasywa dapat saat bertemu sang mama.
"Kenapa tidak bilang jika akan datang ??" Tegur Arina setelah memeluk sang putri.
"Sengaja, aku ingin memberi mama kejutan."balas Nasywa penuh semangat.
"Kau ini.. Ayo masuk..mama kenalkan kepala panti yang juga teman lama mama.."Ajak Arina. Nasywa menggangguk setuju, seraya melangkah, Nasywa memanggil suaminya. "Hubby.. ayo masuk.." ajak Nasywa.
Victor yang mendengar segera menoleh dan menggangguk. Ia kemudian menyusul Nasywa dan Arina memasuki bangunan panti yang ditempati Arina.
Seorang wanita yang seusia Arina menyambut kedatangan Nasywa dan Victor.
"Wah.. Kita kedatangan tamu ternyata..mari..mari..silahkan masuk.."
"Nia.. Bisa buatkan minum ??"pinta Arina.
"Tentu saja.."balas wanita yang bernama Nia itu.
Arina mengajak Nasywa untuk duduk. Tak lama Victor pun juga Ikut sudah menyusul dan ikut duduk.
"hubby, Oleh-olehnya kurang tidak ??" Tanya nasywa pada Victor.
"Tidak. Ada sisa beberapa sudah aku bagikan sekalian."Balas Victor.
"Terima kasih Vic, sudah memberikan hadiah untuk mereka."ucap Arina.
"Jangan sungkan mama..Kami memang sengaja berniat seperti ini.."balas Victor.
Arina terkekeh. Sungguh lucu sekali saat mendengar Victor memanggilanya mama. Meski memang itulah kenyataannya.
Obrolan santai mereka lakukan hingga malam menjelang.
"Kalian akan tidur dimana ??"Tanya Arina sesaat setelah Nasywa hendak berpamitan.
"Dirumahku, Besok kami akan kemari lagi.."Balas Victor.
Arina menggangguk dengan senang hati.
Nasywa kemudian mengeluarkan amplop putih besar dan menyerahkannya pada teman sang mama.
"Bibi.. Tolong terima ini. memang jumblahnya tidak terlalu banyak. Tapi semoga saja bisa bermanfaat untuk panti sosial ini."
"Subbhanallah.. Terima kasih Nasywa..bibi terima santunan darimu. Semoga rezeki kalian bertambah melimpah."balas Nia yang termasuk rekan Arina.
"Amiin.."Nasywa membalas dengan bahagia.
Setelahnya. Nasywa dan Victor langsung pulang untuk beristirahat.
"Iya. Hanya berjarak beberapa tahun saja denganku. Terlihat lucu ya ??" senyum Arina.
"Yang penting dia bisa menjaga anakmu dengan baik. Dan menyayanginya."timpal Nia.
Arina menggangguk setuju.
.
.
"Hubby.. Aku mengantuk sekali.."Nasywa menyandarkan kepalanya didada Victor.
"Jika kenyang kau pasti mengantuk. Tidurlah, perjalanan masih jauh untuk tiba dirumah kita."Victor mengusap lembut kepala Nasywa.
"Entah kenapa kepalaku malah pusing.."gumam Nasywa seraya memejamkan kedua matanya.
Mobil membelah keramaian jalanan metropilitan guna menuju Rumah pribadi Victor.
.
.
Pagi hari, Victor sudah menyiapkan sarapan untuk istri tercintanya. Sengaja Victor tak membangunkan Nasywa karna memang ia ingin Memanjakan Nasywa untuk beberapa hari kedepan. Dirumah Victor juga tidak ada pelayan, hingga mengharuskan Victor memasak sendiri.
Dua menu kesukaan Nasywa sudah siap diatas meja. Sudut bibir Victor terangkat saat sudah menyelesaikan Semua makanan.
"tumben Dia belum bangun. Pasti dia capek sungguhan.."gumam Victor seraya menaiki tangga guna menuju kamar dan membangunkan Nasywa.
Dan benar saja. Tiba dikamar Victor bisa melihat Nasywa yang masih betah memejamkan kedua matanya Dengan selimut yang membalut tubuhnya.
Meski mengaku lelah, semalam memang kedua orang itu tetap melakukan penyatuan. Seakan tak ingin melewatkan semalam saja, Victor terus menanam bibit benih pada rahim Nasywa.
"Baby.. Bangunlah.. Ayo sarapan.."suara Victor begitu lembut terdengar.
Nasywa hanya mengeliat sebentar dengan kedua mata masih terpejam.
"Baby.. Buka matamu..Kau tidak lapar ??" Lagi Victor mencoba membangunkan.
"Hubby.. Bisa tidak aku tidur lebih lama..??" Balas Nasywa. Suaranya begitu parau terdengar. Bahkan kedua matanya seolah tak mau terbuka.
Victor hanya tersenyum seraya mencium kening Nasywa. "Nanti tidur lagi kan bisa. Tapi sekarang makan dulu.. Nanti kau bisa sakit.."
"Tapi aku belum lapar hubby.."Rengek Nasywa dengan sangat manja.
"Baiklah. Tidurlah sebentar. Hanya sebentar ya, nanti kalau aku bangunkan kau harus bangun dan makan.."Victor membenahi dirinya guna menemani Nasywa tidur lagi.
Nasywa hanya menggangguk asal,dan dengan manja Nasywa memeluk perut Victor untuk kembali tidur lagi.
.
.