Little My Wife

Little My Wife
Kau harus terbiasa



Bab 24


.


.


.


"Em.. Nasywa buatkan bibi teh hangat." Ani mencoba mengalihkan pertanyaan Amara.


"em.. Iya."Nasywa segera melangkah menuju Dapur.


Amara hanya menatap kepergian Nasywa. " Dia betah sekali disini ?? Apa benar Suaminya kak Arina mau menjodohkan Nasywa ??"


"Iya. Makanya aku membiarkan dia disini. kasihan, dia masih sangat muda."Balas Ani


"Suami kakakmu itu memang gila. Haikal bilang, Dia juga terlalu berambisi mengalahkan bisnis Haikal juga."Tambah Amara.


Ani hanya menerbitkan senyum tipis.


"An.. Kita kedokter saja ya..?? Kau sangat pucat."Tawar Amara.


"Tidak usah Am. Aku hanya perlu istirahat."tolak Ani.


"Makanya segera cari suami An, Supaya kau ada yang mencarikan uang. Kau tidak perlu sesibuk ini bekerjanya.."Nasehat Ani.


"Kau ini.. Selalu itu yang dibahas."Ani menimpali.


"Lagian kau ini betah sekali sendiri ?!! Kalau sakit begini bagaimana nanti ??"omel Amara.


"Ya tidak bagaimana-mana Am..sudahlah, tenang saja. Besok aku juga sudah baik."Aninmenatap Nasywa yang keluar dengan membawa dua cangkir teh.


"Bibi. Minumlah.."Nasywa mempersilahkan.


"Terima kasih ya, seharusnya kau buatkan saja buat Ani."Balas Amara.


"Tidak masalah Bik. Hanya Teh."Nasywa menerbitkan senyum membalas senyuman sahabat bibinya itu.


"Anak-anakmu mana ?? Kenapa tidak diajak kemari ??" Tanya Ani.


"mereka ikut Haikal kekantor pusat. Gea pasti ingin bertemu papinya. Katanya Victor sudah berangkat pagi sekali tadi, makanya Haikal memilih mengajak Gea kekantor saja."Tutur Amara.


Nasywa sedikit serius mendengarkan. "Bibi Amara mengenal paman Victor ?? Lalu Gea ?? itukan nama anaknya paman Victor ??" Batin Nasywa.


"Kau fikir aku tidak merindukan Geaku.."gerutu Ani.


"Iya..iya.. Nanti aku akan minta Haikal mengajak mereka kemari. Tenang saja ya.."Amara menepuk pundak Ani.


Ponsel Amara berdering, membuat Ibu dua anak itu segera meraihnya. "aku terima telfon dulu ya.."Amara segera menyingkir kesisi lain.


Nasywa begitu memperhatikan Amara yang terlihat tetap modis meski dikenal dengan dua anak.


"Dia, Mantan istri Victor Nasy."Ucap Ani yang bisa tau keponakannya begitu memperhatikan.


Nasywa terjengit seketika. Ia menatap Ani dengan terkejut. Ani pun segera mengembangkan senyum. "Kau harus terbiasa. Victor juga sudah punya anak perempuan."


Nasywa menunduk tanpa menjawab. Ia cukup tidak enak dengan bibinya.


"Em.. Bukan.. Bukan begitu.."sanggah Nasywa.


"Apa bibi boleh tanya ??" Tawar Ani.


Nasywa segera menggangguk.


"Bagaimana kau bisa tidur dikamar Victor malam itu ?? Apa memang maaf, bukan maksud bibi menuduhmu, apa memang kau sengaja ?? Atau karna hal lain ??" Ani bertanya dengan suara lembutnya.


Nasywa menggigit bibir bawahnya. Ia bingung mau menjawab apa.


"Jika kau belum siap bercerita, tidak apa."Ani mengakhiri rasa ingin taunya saat Amara sudah kembali bergabung dengan mereka.


.


.


Siang itu Victor menghabiskan wakti bersama Gea untuk makan siang bersama.


Senyum lebar Gea begitu membuat hati seorang Victor bahagia sekali. Apalagi saat Gea sesekali menyuapkan beberapa makanan pada Gea.


Perhatian Gea teralihkan saat melihat satu keluarga tengah makan bersama. Tak dipungkiri, karna taunya orangtuanya adalah Victor dan Amara, Gea begitu ingin seperti orang-orang diluar sana. Terlihat harmonis dengan Mama papanya.


Victor yang sadar senyum putrinya mulai luntur, mengikuti tatapan Gea. Seketika Victor faham dan langsung menggenggam jemari Gea. "Gea kenapa ??"


"Papi, kapan kita bisa makan bersama-sama kayak dulu ??"Tanya


Gea dengan polos.


"Dengan daddy dan mommy kan sering Makan bersama"Balas Victor.


Gea memanyunkan bibirnya.


"Gea sayang.. Gea seharusnya senang dan bersyukur, Daddy Haikal begitu menyayangi Gea." Nasehat Victor.


"Iya. Gea juga sayang Sama Daddy Haikal. Tapi kapan Gea makan dengan istrinya papi ?? Kayak Gea sama Daddy dan Mommy ??" pertanyaan Gea sontak membuat Victor terpaku.


Victor seketika menerbitkan senyum. Putrinya sudah mulai bertambah besar, dan sudah mengerti semua itu. "Gea mau makan bersama istrinya papi ??"


Gea menggangguk. "Biar adil. Kayak sama Mommy dan Daddy.."


"Baiklah.. Nanti malam Gea tidurnya diapartemen papi mau tidak ??" tawar Victor.


"Mau papi..."Gea senang bukan main.


"Nanti malam kita makan bersama diapartemen papi.."Victoe bertos ria dengan Gea.


"Jadi papi sudah punya istri ??" Tanya Gea dengan rasa ingin taunya.


Victor hanya tersenyum lebar dan mencium kening Gea. putri kesayangannya.


.


.


.