Little My Wife

Little My Wife
Tidak menuntut menyukaiku



Bab 39


.


.


.


Wisnu tak begitu peduli dengan sapaan para karyawan yang berpapasan dengannya karna otak wisnu masih terus menerka Bagaimana bisa temannya itu tiba-tiba punya istri.


Saat melintasi ruangan Ani, Wisnu baru sadar sesuatu. "pantas saja selama ini Victor menolah aku jodohkan sama Ani, ternyata dia malah menyukai daun muda.. Kasihan Ani.."Gumam Wisnu sendiri seraya memperhatikan Ani yang sibuk dengan pekerjaannya.


.


.


.


"maaf ya, Temanku tadi mungkin membuatmu tidak nyaman."Ucap Victor seraya membantu Nasywa menjemur pakaian.


"Tidak apa paman. Memang sangat aneh, jika paman mengatakan aku istri paman. Mengingat usia kita yang berbeda jauh."balas Nasywa dengan senyumannya.


"Setidaknya aku tidak merebut milik orang. Hanya gadis muda tidak akan menjadi masalah bukan ??" Timpal Victor. Keduanya tertawa bersama.


"nasywa.. Ada yang ingin aku katakan.."victor menyudahi menjemur pakaiannya. Nasywa pun yang sudah selesai juga segera mendekati Suaminya itu.


"Ada apa paman ???"


"Kita duduk dulu.."ajak Victor Nasywa menurut dan mengikuti Victor. Keduanya duduk dibalkon Apartemen. Nasywa sebenarnya begitu berdegup jantungnya saat Victor dekat dengannya.


"Ada apa paman ??" Tanya Nasywa dengan ragu.


"sebelumnya maafkan aku. Aku tau sejak awal kau menikah denganku karna ingin menghindari perjodohan dari orangtuamu. Aku sama sekali tidak mempermasalah semua itu, aku iklas menerimanya, Setidaknya aku sudah membantumu terhindar dari masalah."Tutur Victor dengan menatap lekat Nasywa.


Sementara yang ditatap benar-benar merasa tak karuan dalam dadanya.


dengan sisa keberaniannya Nasywa segera menanggapi perkataan Victor.


"Untuk apa ??" Victor menimpali. Nasywa mengangkat sedikit wajahnya membalas tatapan Victor.


"Untuk apa kau minta maaf ?? Jika aku merasa kau sudah berhasil menempati hatiku ??" Tambah Victor.


Degup jantung Nasywa begitu tak karuan. Telinganya sakit atau tidak ini, Victor mengatakan apa tadi ?? Nasywa hanya mematung dengan menatap lekat Victor yang juga tak melepaskan pandangannya.


"Aku benar-benar tidak bisa memendamnya. Aku takut kau akan pergi jika aku tidak segera katakan apa yang ada dihatiku.. Aku nyaman bersamamu Nasywa, aku bisa tersenyum dan hariku mulai berwarna karna kau disampingku. Awalnya aku fikir ini biasa saja. Tapi aku selalu merasa kawatir kau pergi meninggalkan aku ??" Terang Victor.


Nasywa tak bisa berkata apapun. Ia hanya bisa diam dan mendengar penjelasan seorang Victor.


Genggaman tangan Victor segera menyadarkan Nasywa. Gadis itu menatap Tangan Victor yang menggenggamnya dengan erat.


"Aku tidak menuntutmu menyukaiku juga. Tapi aku sudah lega karna sudah mengungkapkan perasaanku. Kau berhak memilih, masa depanmu juga masih panjang, aku sadar aku hanya pria tua dan aku juga seorang duda."Tambah Victor lagi.


Susah payah Nasywa Menelan ludahnya. Ia pun bingung mau menjawab apa. Ia yang minim pengetahuan Pacaran karna selama hidup Nasywa belum pernah berpacaran.


"Sudah. Jangan tegang gitu.. Biasa saja. Aku hanya mengungkapkan yang aku rasakan saja. Selebihnya kau juga berhak menentukan sendiri sesuai kata hatimu." Victor menerbitkan senyum agar Nasywa tak lagi tegang dan bingung.


"ma..af sebelumnya paman..aku ini.. Aku ini.. Tidak tau apa itu Cinta ?? Soalnya Nasy tidak pernah pacaran selama ini.. Maaf ya paman, Nasy belum tau hal-hal seperti itu."Ucap Nasywa sembari menunduk.


Itu tidak membuat Victor marah. Melainkan malah Victor dibuat gemas dengan tingkah dan ucapan Nasywa.


"berarti aku yang pertama ?? kissing kita kemarin ??" goda Victor


" Paman.!!??."wajah Nasywa memerah dibuatnya. Dan Victor pun tertawa kecil begitu gemas sekali dengan sikap istri kecilnya. Tak ada yang lebih membahagiakan selain memeluk istri kecilnya itu.


Nasywa memang tidak tau apa itu Cinta, namun ia tidak memungkiri jika dia juga sangat nyaman apa lagi saat dipeluk oleh Victor.


.


.


.