
Bab 74
.
.
.
Dengan Pakaian rapi, Nasywa dan Victor menuju kediaman Amara dan Haikal. Beberapa kado juga sudah disiapkan Nasywa sebagai bawaan mereka.
"Usia anak bibi Amara berapa hubby ??" tanya Nasywa saat mereka masih dijalan.
"Baru 4 tahun."balas Victor dengan lembut.
Nasywa menggangguk faham.
"Kira-kira kau mau anak laki-laki atau perempuan ??" tanya Nasywa.
Victor menerbitkan senyum seraya mencium dengan cepat pipi Nasywa "Laki-laki atau perempuan sama saja.Asal kau sehat dan bayi kita sehat."
"Hubby.. Itu bukan jawaban..?!?" Protes Nasywa.
"Lalu aku harus bagaimana ??! Itu memang jawabanku baby.."Balas Victor.
"Katakan saja keinginanmu sebenarnya !! Mana mungkin kau tidak memiliki keinginan anak laki-laki atau perempuan.."omel Nasywa.
"Baby.. Dengarkan aku.. Semua orang memang punya keinginan. Tapi anak itu adalah anugerah dari Tuhan, pemberian Tuhan, walau kita menginginkan seperti apapun jika Tuhan tidak berkehendak malah akan mengecewakan diri kita sendiri.."Terang Victor mencoba menjelaskan.
"Kenapa malah jadi bicara seperti itu..Aku kan hanya tanya !!" Nasywa semakin kesal.
"iya..Kau tanya aku jawab. Dan jawabanku tidak berubah. Anak laki-laki atau perempuan aku tidak masalah, asal kita punya buah cinta yang menjadi penguat hubungan kita.."
"Sudah ya.. Jangan bahas itu lagi..Kita berusaha membuatnya jadi dulu..Untuk jenis kelamin semua biarkan Tuhan yang menentukan.."Bujuk Victor agar Nasywa tak kesal lagi.
Nasywa hanya menggangguk, namun wajahnya masih memperlihatkan jika ia sangat kesal.
.
.
Setelah perjalan cukup menguras waktu, Victor dan Nasywa tiba dirumah besar Haikal.
"Ya ampun hubby.. Ini rumah paman Haikal ?? Besar sekali.. Ini namanya istana bukan rumah lagi.."Puji Nasywa yang begitu kagum dengan Rumah besar milik Haikal.
"Iya..kau mau rumah seperti ini ??" Tawar Victor.
"Tidak usah.. Pasti capek berkeliling.."balas Nasywa dengan cepat.
Victor terkekeh mendengar jawaban istri kecilnya. "Lagian uangku tidak akan cukup baby.."
"Tidak apa.. Aku tidak meminta juga.."timpal Nasywa buru-buru.
Mobil berhenti tepat didepan pintu masuk. Beberapa penjaga dengan sigap membukakan pintu mobil Victor.
Keduanya turun bersamaan. Victor dan Nasywa diarahkan menuju taman samping yang menjadi tempat acara pesta.
"Papi.."
"Anak papi.."
"Gea senang sekali papi datang.."Ucap Gea.
"Hay mami.."sapa Gea pada Nasywa.
"Hay sayang.. Ini hadiah untukmu.."Nasywa memberikan sebuah kado untuk Gea.
"Wah.. Gea juga dapat, padahal yang ulangtahun kan adik Harrem.."Gea sangat antusias menerima kado dari Nasywa.
"thank you mami.."Ucap Gea.
"sama-sama sayang.."
.
.
"Itu istri Victor Am ??" nindi begitu tak percaya jika istri Victor benar-benar wanita muda.
"Iya..cantik kan ?? Dia anak pengacara Arina. yang dulu mengurus perceraianku dengan Victor."Balas Amara tanpa ragu.
"What ?? Kakaknya Ani ??!! Astaga kebetulan atau memang disengaja oleh pria itu ??!!" timpal Nindi dengan segala keterkejutannya.
"Kebetulan dong..kau ini.."Amara melangkah menyambut Nasywa dan Victor.
"Kalian baru datang.."Sapa Amara saat sudah dekat.
"Iya bibi.. Maaf sedikit telat.."Balas Nasywa.
"Tidak masalah. Acara juga belum mulai..ayo masuk.."Ajak Amara.
"Harem dan Haikal.mana ??" tanya Victor.
"Didalam. Biasa, Haikal sangat posesif anaknya kan tidak boleh dipegang orang lain.."Balas Amara.
" pria tua itu.."Gumam Victor seraya mengikuti langkah Amara untuk masuk kedalam pesta.
"Victor ?? Kau kemari ??" Hadi, istri Sindy yang juga teman Amara menyapa Victor saat melihat pria itu ada disana.
"Iya. Apa kabar ??"
"Baik.. Dia siapa ??" Tanya Hadi saat melihat Nasywa berada disisi Victor dengan menggandeng lengan Victor.
"Dia istriku..namanya Nasywa."balas Victor.
"Istri ?? Kau sudah menikah ??!!" Sindy yang baru mendekat ikut terkejut.
Victor menjawab dengan anggukan dan senyuman.
.
.