Little My Wife

Little My Wife
Bagaimana kalau aku terlihat jelek



Bab 86


.


.


.


"Sebenarnya usia kita sudah tidak pantas mengungkapkan perasaan seperti ini. Dan, aku ingin menjalin hubungan serius denganmu Ani."Tambah Roger.


"Bagaimana bisa kau begitu mudah mempunyai rasa suka padaku Roger ?? bahkan kau belum tau sifat dan watak serta keburukanku.."Balas Ani. Kegagalan begitu membuat dia selalu mawas diri.


"Memang ini sangat cepat. Dan aku sendiri bingung, bagaimana bisa aku langsung jatuh hati padamu. Tapi untuk perasaan, aku serius An, Aku ingin kita melaju kejenjang yang lebih serius. Watak dan sifat, adalah hal pribadi, Kita hanya bisa saling melengkapi, bukan malah saling beradu watak dan sifat masing-masing."Terang Roger.


Ani menundukkan wajahnya. Ia memang begitu mengagumi Roger, namun entah mengapa masih ada setitik keraguan didalam hatinya.


"Roger.."Panggil Ani.


Roger menatap lekat Ani.


"Bisa beri aku waktu ?? seminggu saja. Supaya aku bisa memantapkan hatiku ?? Kita sama-sama pernah gagal dalam membina rumah tangga, aku tidak mau jika karna buru-buru Kita salah memilih."Ucap Ani dengan tulusnya.


Roger mengembangkan senyumnya dan menggangguk. "Aku akan menunggu dengan sabar An. Sampai kau yakin."


"terima kasih pengertiannya.." balas Ani turut membalas senyuman Roger.


.


.


.


"Wah, selamat ya Nasy.. sudah berapa minggu kata dokter ??" Amara terlihat antusias saat Nasywa mengatakan jika dirinya tengah Hamil.


"Kata dokter baru beberapa minggu bik,"Balas Nasywa.


"wah.. Usia rentan ini. Kau harus banyak-banyak istirahat. Jangan sampai kelelahan atau Stress.."saran Amara.


"Kau mirip dokter saja Am.."timpal Victor.


Nasywa tersenyum kecut. Hatinya kenapa tidak bisa diajak kompromi ?? Hanya mendengar Amara berkata seperti itu Nasywa begitu cemburu.


"Sudah.. Sudah.. Ayo kita makan saja. Kalian ini selalu berdebat jika bertemu."Haikal menengahi.


Victor dan Amara menurut. Mereka berdua segera makan. Nasywa sesekali melirik Amara, yang begitu cantik sekali. Bahkan meski usia sudah tidak muda lagi, wajah Amara begitu mulus tanpa garis-garis penuaan. Meski nyatanya, Nasywa juga tak kalah cantik, namun hormon ibu hamil satu ini seolah terus merasa cemburu.


.


.


Mereka berpisah sesaat setelah Nasywa mengatakan jika dirinya sudah lelah.


Tiba dirumah, Nasywa segera membersihkan diri begitupun dengan Victor. Setelah selesai keduanya berbaring diatas ranjang mengistirahatkan diri masing-masing karna besok mereka akan terbang kembali keJogja.


Victor mengelus perut Nasywa yang masih rata itu.


"Hubby.. Perutku nanti membesar ya ??" Sebuah pertanyaan yang mampu membuat Victor terkekeh.


"Tentu saja sayang.. Anak kita kan semakin besar.."Balas Victor.


"Bagaimana kalau aku terlihat jelek ?? badanku pasti juga mengembang ?!! Aku tidak punya body lagi.."Nasywa mengungkapkan kegundahan hatinya.


Victor tersenyum lebar lalu duduk mensejajarkan diri pada Nasywa. Kecupan hangat diberikan Victor dipipi Nasywa dan juga dibibir Nasywa. "Kenapa lagi ?? Kau mau berfikir aku akan berpaling setelah perutmu membesar ??" terka Victor.


Nasywa mengalihkan tatapannya, karna jawaban suaminya memanglah benar.


"Sayang.. Dengarkan aku.."Victor menggenggam jemari Nasywa. "Percayalah, aku tidak akan berpaling meski kau sudah tua sekalipun..Kau hamil dengan perut mulai membesar, Itu adalah sebuah kebahagiaan bagiku.. Dia calon anak kita sayang, Buah cinta kita..Yang akan mempererat hubungan kita.."


"Entahlah, aku juga bingung kenapa aku sekarang gampang sekali baper."Balas Nasywa dengan suara lemah.


Victor memeluk Nasywa dengan erat. "Sayang. Percayalah padaku.. Aku benar-benar tidak akan menyakitimu, Dalam kondisi apapun aku akan selalu menemanimu.. Hanya maut yang memisahkan kita sayang.. Aku mohon, buang perlahan fikiran-fikiran seperti itu ya ?? Aku tidak mau calon anak kita ikut merasakan apa yang kau rasakan.." Tutur Victor


Nasywa menggangguk pelan. Ia terus bersandar pada tubuh suaminya. Ada satu pertanyaan yang hendak ia tanyakan, namun Urung dikatakan. Nasywa memilih memendamnya sendiri saja dan berusaha menghilangkan semua hal negatif yang menggangguk fikirannya.


.


.