Little My Wife

Little My Wife
Kalian harus menikah sekarang juga



Bab 14


.


.


.


"Jika papa membunuh dia, sama saja papa akan membunuhku. Aku sudah tidur dengannya, dan jika aku hamil anak dia, bagaimana reputasi papa ??!!"Tutur Nasywa kembali.


Victor semakin tak mengerti. Ia hendak berkata namun Nasywa kembali menyela. "tidak akan ada pria yang mau denganku pa."


"Aaahhh !!! Sialan !!!! Brakk !!!"Gabriel memukul tembok dengan kuatnya.


Victor mendekati Nasywa dan berbisik. "Kenapa kau bicara begitu ?? Kita tidak melakukan apapun."


"Tenanglah paman, ini jalan satu-satunya. Kau jangan kawatir."balas Nasywa yang kembali mengarahkan tatapannya pada sang papa.


Gabriel mengusap kasar wajahnya. Rencananya hancur berantakan.


"Baiklah. Jika begitu Kalian harus menikah sekarang juga !!!" Ucap Gabriel.


Kali ini yang terkejut adalah Nasywa. Ia membulatkan mata seketika saat sang papa mengatakan itu. "What ?? Menikah ??Bagaimana ini ??" batin Nasywa


"Kalian !! Panggil pemuka Agama untuk kemari !!! Saya sendiri yang akan menikahkan dua manusia menjijikkan ini !!!" perintah Gabriel pada Anak buahnya.


Seketika kaki Ani melemah begitu saja. Apa ?? Menikah ?? Pria yang ia kagumi dalam diam akan menikah dengan Keponakannya sendiri ?? Ini mimpi atau hayalan ?? Ani kesulitan bernafas sampai ia tak bisa berkata apapun.


"Gabriel, Kita bicara dulu. Jangan langsung seperti ini."bujuk Victor.


"Diam kau bajingan !!! Kau mau lari dari tanggung jawab ??!! Seperti masa lalumu ???!!" Sentak Gabriel dengan berapi-api.


Victor menggeleng dengan sungguh-sungguh.


.


.


Selang beberapa menit, Benar saja penghulu datang bersama anak buah Gabriel.


Pagi itu tepat pukul 09.00, Victor dan Nasywa resmi menjadi pasangan suami istri setelah Gabriel dan Victor saling berjabat tangan dan mengucapkan kalimat ijab kabul.


Ingin sekali Nasywa berontak, namun disisi lain cara inilah yang menyelamatkan dia dari perjodohan. Tapi konsekuensinya malah ia harus menjadi seorang istri diusia muda oleh pria dewasa yang termasuk teman Kerja Bibinya.


Penghulu memberikan beberapa berkas agar ditanda tangani oleh Victor dan Nasywa.


Tak banyak yang bisa dilakukan Victor. Ia juga tidak mau sampai kembali dicap pria bajingan yang tidak bertanggung jawab seperti masalalunya dulu. Victor segera menandatangi semua berkas dengan serius.


.


.


.


Keheningan terjadi dikamar Victor setelah kepergian Gabriel, Ani serta anak buah Gabriel.


Nasywa menunduk takut, ia sama sekali tidak berfikir jika akan menjadi seperti ini. Bahkan Nasywa terus merutuki dirinya yang mabuk hingga salah masuk kamar.


Victor mengusap wajahnya beberapa kali dan menatap Nasywa. Bisa dilihat oleh Victor jika gadis muda itu sangat takut.


"Mandilah. Kau akan segar setelah mandi."Ucap Victor


Perlahan Nasywa melirik Victor dengan takut.


"Maafkan aku paman."balas Nasywa sembari kembali menunduk.


Victor berdiri dari duduknya dan menuju lemari pakaian. "semua sudah terjadi. Ini kesalahan kita, kita harus menanggungnya."Victor mengambil sebuah kaos untuk Nasywa.


"Pakailah ini. Nanti sore aku akan membelikanmu baju."Victor menyodorkan kaos putih pada Nasywa.


Dengan ragu dan masih menunduk Nasywa menerimanya lalu menggangguk seraya berucap. "Terima kasih paman."


"Iya. aku akan siapkan sarapan."Victor langsung keluar dari kamar menuju dapurnya.


Nasywa bernafas lega saat pintu kamar sudah tertutup rapat kembali.


"Oh..jantungku.. Aku fikir paman Victor akan memarahiku, Ternyata tidak.. Huh, Baiklah aku harus mandi dulu.."Nasywa bergegas menuju kamar mandi.


.


.


Sementara Victor yang berada didapur meneguk air dingin hingga tandas setelah menuangnya dalam gelas.


Ia membuang nafasnya dengan kasar, lalu segera menuju kulkas, Mencari bahan makanan untuk dia dan Nasywa. Istri kecilnya saat ini.


.


.


.