
Bab 37
.
.
.
Nasywa sedikit bergerak hingga tak sadar lututnya mengenai sesuatu milik Victor. Hingga sang pemilik langsung terbangun.
"Aah.."Desah Victor saat kesadarannya pulih. Apalagi benda berharganya yang sedang on baru saja tersenggol sesuatu.
Nasywa begitu ketakutan, Ia pun tak sadar jika lututnya menyenggol sesuatu.
"ehem.."Victor mulai membuka matanya. Dan saat terbuka lebar ia pun juga terkejut, namun Victor tetap tak merubah posisi mereka dan hanya menunduk melihat benarkah yang dalam dekapannya Nasywa. Dan ia baru ingat semalam Nasywa terus mengingau hingga membuatnya memeluk gadis itu.
Nasywa memejamkna mata dengan terpaksa saat sadar Victor menatap dirinya. jangan tanya jantung Nasywa, Sport jantung sejak tadi milik Nasywa seolah akan loncat dari tempatnya.
Bukannya marah, Victor malah tersenyum saat melihat ekspresi wajah Nasywa yang baginya terlihat lucu saat terpaksa memejamkan mata.
Gemas dengan tingkah istri kecilnya, Victor mencubit pelan hidung Nasywa.
"Awww !!" Nasywa segera membuka mata dan menengadah hinggs kedua mata mereka saling bertemu. Senyuman manis Victor lah yang dilihat Nasywa hingga Nasywa kembali menunduk karna malu.
"Em.. Pa..paman..Kita.. Kita kesiangan.."Ucap Nasywa ragu-ragu.
Victor malah mendekap erat kembali tubuh Nasywa. "Biarkan saja. Aku juga masih nyaman seperti ini."
Degub jantung Nasywa sudah tak bisa lagi dikondisikan. "benarkah dia paman Victor ?? ya ampun bagaimana bisa begini ??" batin Nasywa.
"Em..em..Paman, Aku..aku.."
"Shutt.. Untuk hari ini saja, biarkan aku tidur dengan nyaman. Bersamamu aku bisa tidur dengan sangat nyaman setelah 2 tahun ini aku tidak bisa tidur dengan tenang."tutur Victor dengan pelan.
Nasywa hanya bisa mengedipkan kedua matanya beberapa kali. Telinganya sakit atau Victor yang mengingau ?? Dua alasan itu terus berputar diotak besar Nasywa.
"Kau istriku kan ?? Aku sah kan jika hanya memelukmu ??" Victor menunduk menatap nanar Nasywa. Tatapan yang penuh keinginan, membuat seorang Nasywa hanya bisa meneguk ludahnya dengan susah payah dan menggangguk.
"Tenang saja. Aku masih punya batasan. Aku hanya ingin dipeluk olehmu. aku tidak akan melakukan hal lebih meski kau ini adalah istri sah ku."Victor membenarkan pelukannya pada Nasywa.
Mendengar Victor berkata demikian, Nasywa sedikit tenang. Victor benar-benar menjaga harga diri Nasywa. Tidak menggunakan kesempatan dalam sebuah situasi seperti ini. Menghargai Nasywa dalam hal apapun.
Semua itu malah membuat Nasywa merasa bersalah. Mengingat, Meski menikah siri Nasywa tetaplah istri Victor. Tak ingin membuat Victoe kecewa, Nasywa membalas pelukan Victor dan membenamkan diri dalam dekapan Victor.
Jujur saja, Nasywa pun cukup nyaman berada disitu, sampai sebenarnya ia tidak ingin pelukan itu terlepas. Hanya saja ketakutan dan malu menjadi satu dihati gadis itu. Maklumlah, Nasywa masih sangat lugu dalam sebuah hubungan seperti itu. Usianya juga belum bisa berfikir sejauh mana hubungan rumah tangga itu.
.
.
"An, bagaimana ?? Kita akan pergi berdua saja ??" Tanya Wisnu saat Ani keluar ruangannya.
"Iya. Mungkin Victor kecapekan. Biar aku saja yang urus. Kau temani aku ya ??" pinta Ani.
"Pria itu ?? Mana pernah dia sakit ?? Kau sudah menghubungi dia ?? Dimana dia ?? Di apartemen ??"Tanya Wisnu dengan penasaran seraya terus mengekor dibelakang Ani.
"iya. Dia masih istirahat. Biarkan saja. Selama ini Victor tidak pernah mengambil cutinya. Kita beri dia waktu."Balas Ani.
Wisnu menggangguk. "Baiklah.. Sini aku yang menyetir.."
Ani menggangguk setuju dan memberikan kunci mobil pada Wisnu. Keduanya pergi dari kantor bersamaan.
.
.
.