
Bab 59
.
.
.
Terpaan sinar mentari pagi yang menerobos masuk melalui celah jendela kaca perlahan membangunkan Nasywa. Tubuhnya yang masih sangat lemah sekali akibat pergulatan semalam membuat Nasywa tak bisa bergerak
Nasywa mengusap matanya beberapa kali dan saat sadar ia tak mengenakan apapun Nasywa baru teringat kejadian semalam. Seketika Nasywa membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"Astaga.. Aku telanjang ?? Ya ampun.. Bagaimana sampai seperti ini.."Nasywa sangat malu sekali.
Ia segera duduk. "aasst.."Nasywa berdesis saat rasa nyeri yang luar biasa pada ***********.
"Kenapa sakit sekali.. Aduh.. Pasti aku tidak bisa jalan jika begini..aaassttt.."Kembali Nasywa hendak membenarkan duduknya. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Nasywa melihat sebercak darah dibawah ia tidur.
Seketika pula Nasywa berteriak karna takut. "Aaaaaaa !!!"
Victor yang mendengar teriakan Nasywa langsung terbangun dan duduk. "ada apa sayang ??"
"Hubby.. Ada darah ?? Milikmu besar sekali sampai aku berdarah seperti ini.."Tunjuk Nasywa dengan wajah memelasnya.
Victor mengikuti tangan Nasywa yang mengarah pada sprei disisinya. Seketika senyum lebar malah terlihat pada wajah Victor.
"Hubby.. Kenapa malah tersenyum..?!!" protes Nasywa.
"Sayang.. Kau lupa, kau ini masih perawan, dan ini darah keperawananmu.. Terima kasih ya, sudah memberikannya padaku.."Ucap Victor yang langsung menarik Nasywa kedalam pelukannya.
"Apa ??"Nasywa baru ingat. "ya ampun memalukan sekali.. Aku seperti orang kubu saja yang tidak tau ink darah apa ??!! Nasywa kau benar-benar bodoh.."Batin Nasywa yang merutuki dirinya.
"Tapi Hubby.. Milikku sakit sekali.. Aku mau mandi tapi tidak bisa jalan.."Nasywa menengadah menatap Victor.
"Benarkah ?? Coba aku lihat, apa ada yang lecet ??" Victor hendak menyibak selimut yang membalut tubuh Nasywa. Namun dengan cepat Nasywa menahannya.
"Jangan !??"
"Loh kenapa ?? Katanya sakit ?? Kalau lecet kan bisa diobati.."Ucap Victor dengan tenang.
"Hubby.. Apa kau tidak malu mengatakan seperti itu.." Nasywa sangat malu sekali.
"Tapi kan aku malu.."Balas Nasywa.
"Semalam saja tidak malu, kenapa sekarang jadi malu ??" goda Victor.
"Hubby !!!" Nasywa menutupi wajahnya dengan selimut. Hal itu membuat Victor tertawa lepas melihat betapa lucunya tingkah istri kecilnya.
"Baiklah.. Aku siapkan air hangat ya, kau bisa berendam untuk mengurangi rasa nyeri itu."Ucap Victor.
Nasywa menggangguk. Victor pun turun dengan bertelanjang tanpa.malu sedikitpun.
"Hubby.. Pakai selimut.."Tegur Nasywa.
"Tidak usah. Aku sekalian mandi.. Apa mau pegang ??" Victor membalikkan tubuhnya memperlihatkan benda pusakanya yang ternyata dalam.posisi On.
Nasywa seketika menutupi wajah lagi dengan selimut. "Hubby !!"
"Ha..ha..ha..ha.."Tawa Victor seraya masuk kedalam kamar mandi.
"Bagaimana bisa paman Victor jadi mesum seperti itu.. Aku bergidik sekali.."gumam Nasywa
.
.
Sesuai ucapan Victor. Nasywa berendam diair hangat beberapa menit. Dan benar saja, rasa sakit mulai berangsur membaik.
Entah mengapa terbesit suatu fikiran aneh diotak Nasywa. Hingga wanita itu buru-buru membuang fikiran aneh itu. Dan segera beranjak dari bak mandi, Menggunakan piyama mandi menyudahi acara berendamnya.
Saat keluar dari kamar mandi, Victor juga baru masuk kekamar dengan membawa nampak berisi sarapan untuk mereka.
"Segeralah ganti baju, Kita sarapan dikamar saja. Aku takut kau tidak bisa jalan sampai bawah."Ucap Victor.
Nasywa pun menggangguk dan segera menuju Lemari pakaiannya berganti pakaian santai.
.
.
.