Little My Wife

Little My Wife
mungkin dia kelelahan



Bab 23


.


.


.


"Kau bicara apa Vic ??!!" Wisnu segera memberondong Pertanyaan pada Victor. Namun saat Victor menghentikan langkah dan menatap kedepan, membuat Wisnu turut melihat siapa yang diberikan sebuah senyuman seorang Victor.


Sontak wisnu terkejut bukan main. Ternyata Bos besar mereka sudah ada diruangan Victor dengan menggendong seorang anak kecil laki-laki.


"Selamat pagi tuan.."Sapa Wisnu seraya mengikuti Victor menunduk memberi salam.


Senyum lebar Haikal bisa dilihat Victor yang segera mendekati teman lamanya itu.


"Kau datang tidak mengabariku ?? Sengaja mengontrol atau ada masalah lain ??" tanya Victor setelah berjabat tangan dengan Haikal.


"Kau bicara apa Vic.aku tidak berniat seperti itu.. Bagaimana kabarmu ??" Balas Haikal.


"Aku baik.."Victor beralih keanak laki-laki yang ada digendongan Haikal. "Dia mirip sekali denganmu.."


"Tentu saja.."Keduanya tertawa kecil bersamaan.


"Kau tidak mengajak..-" Baru saja Victor hendak menanyakan Gea, ternyata gadis kecil itu sudah memanggil Victor.


"Papi !!!" Gea berlari mendekati Victor yang langsung menoleh kearah Dimana Gea baru masuk.


Sontak senyum lebar Victor terbit dan dengan segera Victor berjongkok membuka kedua tangan yang kemudian siap memeluk putri kecilnya.


"Papi.. Aku merindukanmu.."Ucap Gea yang berada didekapan Victor.


"Papi juga sayang.. Anak papi sudah besar sekali ya.."Victor mencium kening Gea dan mengusap surai panjang rambut Gea.


"Papi terlihat tampan sekarang ya ?? Tidak seperti dulu.."Canda Gea yang memegangi pipi Victor.


"Papi kan muda lagi sekarang Gea.."Haikal menambahi.


"Sembarangan.."


Semua nampak tertawa kecil bersama. Victor menggendong Gea dan mengajak Haikal duduk.


"Jadi tuan Haikal tidak sedang mau memeriksa laporan disini ??" Wisnu memperjelas saat mereka semua sudah duduk.


"Kenapa ?? Kau takut ??" Ejek Haikal.


"Tidak begitu juga.. Kan aneh, ini belum akhir tahun.."Gerutu Wisnu.


Haikal menyunggingkan senyum tipis.


"Ada apa kau kemari ?? Jika Gea dan putramu ikut pasti Amara juga ikut. Tidak mungkin kalian hanya main kemari ??" tanya Victor yang juga penasaran.


"iya, Amara ikut. Aku hanya mengantar dia. Katanya Ani sakit, tau sendiri Amara gampang kawatiran, jadi dia memaksa kemari." Tutur Haikal.


"Amara sakit ??" Victor seolah tak percaya.


"Kemarin kau kan pulang bersama dia ?? Apa dia tidak bilang jika sakit ??" Wisnu bertanya juga.


"Mungkin dia kelelahan."Ucap Victor.


"Iya.. Bagaimana hubungan kalian ??" Tanya Haikal basa basi.


"Hubungan apa ??" balas Victor.


"ku dengar kalian berhubungan. Benar tidak ??" Timpal Haikal.


"Jangan sembarangan. Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia."ucap Victor.


Haikal menggangguk mengerti.


"Victor itu sekarang gila pekerjaan tuan Haikal, mana pernah dia dekat dengan wanita."Inbuh Wisnu.


"benarkah itu ?? Kau jangan seperti itu Vic, fikirkan masa depanmu juga." Nasehat Haikal.


"Tenang saja. Usia sudah tua juga. Tidak terlalu aku fikirkan."Timpal Victor.


.


.


.


Entah karna Naluri atau apa, Nasywa berkunjung Apartemen Ani. Setelah bangun tidur sudah tak mendapati suaminya, Nasywa hanya diberi pesan singkat untuk segera sarapan dan menikmati istirahatnya.


Bel beberapa kali dibunyikan Nasywa hingga setelah itu pintu nampak terbuka. Namun bukan Bibinya yang membuka melainkan Amara. Nasywa mengenal betul siapa wanita yang ada dihadapannya itu


"Bibi amara ?? Kenapa disini ?? Apa aku salah nomer ??" Nasywa melirik kesisi Pintu namun tidak ada yang salah disitu.


"Kau Nasy..Siapa ya.. Nasy.. Anaknya kak Arina kan ??" Terka Amara.


"Iya Bibi. Bukannya bibi seharusnya ada diJakarta ???"


"Bibi tidak tenang saat mendengar Ani sakit." tutur Amara


"Bibi Ani sakit ??!!" Nasywa nampak terkejut dan buru-buru masuk kedalam. Terlihat Ani berbaring menyandar, dengan wajah pucat.


"Bibi.."Nasywa mendekati Ani dengan wajah sedihnya.


Meski nampak pucat, Ani terus menerbitkan senyumnya. "Kau kemari ??"


"Kenapa bibi tidak memberitauku jika sakit ??!"protes Nasywa


"Bibi hanya kecapekan. Bukan sakit. Jangan histeris begitu.."balas Ani


"Memang Nasywa tinggal sendiri ya ?? Kenapa tidak disini menemani bibi Animu ini ??" Amara yang baru menyusul masuk menanyai Nasywa.


Sontak Nasywa bingung akan menjawab apa. Senyum dibibir Ani pun perlahan memudar sedikit demi sedikit.


.


.


.