Little My Wife

Little My Wife
Nyamuk nakal



Bab 26


.


.


.


Melihat Gea sudah tertidur pulas, Nasywa hendak keluar sebentar untuk minum karna rasa haus yang tidak bisa ditahan lagi.


Saat tiba diluar, Nasywa melihat Victor yang memangku laptop duduk disofa panjang didepan tivi.


Victor bisa mendengar suara pintu kamar terbuka, hingga perhatiannya segera teralihkan.


"kau belum tidur ??" tanya Victor.


"Aku haus, mau minum dulu paman."Balas Nasywa.


"Maaf ya, pasti kau terkejut karna kedatangan Gea. Gea memang seperti mommynya, banyak bicara dan terlalu ramah, jadi kau pasti kuwalahan menghadapi ocehannya."Tutur Victor dengan tulus.


"Tidak masalah paman. Dia anak yang mudah bergaul. Dan aku suka itu."Timpal Nasywa.


Victor tersenyum tipis sebentar. "Segeralah tidur, ini sudah cukup malam"


Nasywa menggangguk pelan. "Paman juga. Jangan bekerja terus."


"Iya. Aku hanya menyelesaikan bahan mitting buat besok."Balas Victor.


Nasywa segera berlalu menuju dapur guna mengambil air minum. Sementara Victor hanya bisa menatap pergian Nasywa.


.


.


"Jadi Gea ikut Victor ??" Amara memperjelas.


"Iya. Hanya malam ini. Biarkan saja. Mereka kan jarang bertemu."Balas Haikal sembari membaringkan tubuhnya.


"Iya tidak apa-apa. Aku hanya berjanji pada Ani untuk mengajak Gea menemui dia. Kasihan Ani sendirian."Tutur Nasywa.


"besok aku minta Victor mengantarnya menemui Gea. Mereka kan satu Gedung."Timpal Haikal.


"Iya juga ya.. Ya, siapa tau mereka bisa dekat melalui Gea."Ucap Amara seolah begitu berharap mantan suaminya bisa bersama sahabatnya.


"Sepertinya sulit sayang.. Victor sekarang benar-benar sangat berubah. Dia membatasi diri dari semua wanita. Bahkan Bicara dengan Ani saja hanya untuk pekerjaan, yang lain Victor sama sekali tidak mau. Kau tau, Wisnu juga bilang padaku Victor menolak diberi sekretaris, semua pekerjaan ia kerjakan sendiri."Terang Haikal seraya memeluk Amara.


"Ada apa dengan pria itu, kenapa mengutuk diri seperti itu ??"Gumam Amara.


"Kita doakan saja semoga ada wanita yang bisa meluluhkan es batu yang sudah lama membeku dihatinya."Ucap Haikal.


.


.


Tengah malam saat Victor hendak mengambil selimut dalam lemari kamar, Victor bisa melihat pemandangan yang begitu membuat hatinya sejuk. Gea terlelap tenang dalam pelukan Nasywa. Dua wanita itu seolah seperti sudah sangat dekat hingga Terlihat sekali Wajah tenang mereka.


Hal itu membuat Victor mendekati keduanya. Dari Gea Victor melandaskan kecupan dikening putrinya. Menumpahkan kerinduan yang terlalu dalam. Dan sesuatu yang diluar kendali terjadi lagi, Victor malah beralih pada Nasywa, mengusap kepala Istri kecilnya itu dan dengan penuh hati-hati ia juga melandaskan Ciuman dikening Nasywa. Deru nafas beraturan Nasywa sangat terasa saat wajah Victor begitu dekat dengan Nasywa.


Saat Nasywa mengeliat, Victor buru-buru beranjak dan menjauh, bahkan ia memilih keluar dari kamar.


"Huh.."Victor membuang nafas panjangnya saat sudah tiba diluar.


"Kenapa aku seperti ini ?? Ini benar-benar gila.."Victor mengusap wajah dan tengkuknya beberapa kali mencoba menyadarkan dirinya yang selalu tak bisa mengendalikan diri jika ada didekat Nasywa.


.


.


Pagi hari dimeja makan saat sarapan, Gea tersenyum penuh saat sang papi sudah duduk begitupun dengan Nasywa yang juga sudah duduk bersama dia.


"Gea. Mau sarapan apa ?? Sereal atau roti ??" tawar Nasywa.


"Apa saja Mami.. Aku makan semuanya."Balas Gea masih dengan senyum penuhnya.


"Kau kenapa nak ?? Kok senyum-senyum begitu ??" Tegur Victor seraya meneguk susu yang sudah disiapkan Nasywa.


"Semalam aku lihat ada nyamuk nakal mengigit Mami."Ucap Gea.


"Mmbrttt" Hampir saja Victor menyemburkan susu yang baru saja diteguknya saat mendengar perkataan Gea.


"Paman pelan-pelan."Nasywa menyodorkan tisu pada Victor. Dan hanya dijawab anggukan oleh Victor yang kesulitan bernafas akibat akan tersedak minuman barusan.


"benarkah ?? Tapi masak disini ada nyamuk Sayang ??" Tanya Nasywa yang tidak mengerti ucapan Gea.


"Nyamuknya hanya satu Mami, Besar lagi."Gea melirik Victor yang terlihat salah tingkah dengan senyum ejekannya.


Nasywa yang tak faham malah mengira ada nyamuk sungguhan. "Baiklah. Nanti coba aku bersihkan. Kau tidak digigit kan ??"


Gea segera menggeleng. "Nyamuknya pemilih mi.. Jika hanya aku dia hanya hinggap saja tidak gigit."


"Ehem !!!" Victor berdehem seolah ingin menyudahi ejekan putrinya. Entah bagaimana putrinya bisa mengerti bahasa seperti itu. Victor hampir lupa jika putrinya sudah bernajak Remaja. Gea yang melihat ekspresi sang papi tersenyum geli sekali.


.


.