
Bab 54
.
.
.
.
Tiba diapartemen Ani, Arina mengajak Nasywa duduk.
"mau mau mencari apa ?? Ponsel ??" tanya Nasywa.
"Sebenarnya mama hanya mau bicara denganmu sayang."balas Arina.
"Bicara apa ma ?" Nasywa menatap lekat sang mama yang penuh dengan senyuman.
"Mama mau tanya. Kau setuju menikah dengan Victor karna disini." Arina menunjuk dada Nasywa. "ada rasa suka dan Cinta kan ??"
"Tentu saja. Dari paman Victor aku bisa mengenal kata Cinta."Balas Nasywa.
"Sekarang dengarkan mama.. Kau ini istri sah nya Victor. Sudah menjadi kewajiban seorang istri melayani suaminya, sebenarnya kewajiban itu seharusnya sudah kau mulai sejak ijab kabul yang dilakukan oleh papamu beberapa bulan lalu. Tapi papa mengerti, dulu mungkin kalian belum memiliki rasa apapun, tapi jika sekarang kau sudah memiliki rasa sayang pada suamimu, kau wajib melakukannya Nak. dan aka. berdosa jika kau abaikan."nasehat Arina.
"apa yang mama bicarakan tentang..-" Nasywa sangat malu mengungkapkannya.
"Iya. Tentang hubungan ranjang. Victor wajib memintanya padamu, dan kau juga wajib memberikannya karna kau sudah menjadi istrinya. Betapa baiknya Victor yang tidak menuntut hal itu padamu nak. Tapi apa kau tidak kasihan padanya ?? Dia pria dewasa yang normal, yang memiliki nafsu pada wanita.. Apa kau mau Victor jajan diluar karna kau tidak peka terhadap kondisi kalian ??" Tambah Arina.
"Mama kenapa malah bicara seperti itu..aku kan jadi takut."Nasywa menunduk.
"Makanya mama memberitaumu.. Alasan terkadang seorang suami bisa menyukai wanita lain diluaran itu karna istri yang terlalu mengabaikannya."Timpal Nasywa.
"Sebenarnya Nasywa faham ma, tapi..Nasywa takut sekali, karna saat Nasywa share diGogle malam pertama itu menyakitkan.."Akhirnya Nasywa mau bercerita.
terkembanglah senyum lebar dibibir Arina. Ia mengusap kepala Nasywa dengan penuh kelembutan.
"Memang sakit sayang, sakitnya memang luar biasa. Tapi disitulah kewajibanmu.."
"Ma.. Bagaimana caranya aku bisa menghilangkah ketakutan dihatiku ?? Jujur aku sangat takut sekali.."Nasywa meminta saran Arina.
"Ikuti saja alurnya, tawarkan jika Victor juga masih tak memintanya, mama tau Victor pasti menyadari keadaanmu yang belum faham akan hal seperti itu."Balas Arina.
"Mama ada sesuatu untukmu.. Tunggu disini ya.."Arina beranjak dan mengambil sesuatu kedalam kopernya.
Kotak silver berpita ia ambil dan dibawa mendekati Nasywa lagi.
"Itu apa ma..??" Nasywa sangat penasaran.
"Ambillah. Pakai ini nanti malam. Hilangkan rasa malu didalam hatimu, Dan siapkan dirimu melayani suamimu.."Ucap Arina..Nasywa menerima kotak itu dan buru-buru membukanya.
Nasywa mengambil isi kotak itu, dan mengangkatnya.
"Mama ini apa ?? Kenapa bajunya kurang bahan seperti ini ??" Nasywa sangat keheranan.
Arina terkekeh sembari menutup mulutnya. "Sayang itu namanya Lingery, pakaian dinas malam wanita.itu mama belikan yang tidak terlalu pendek agar kau tidak canggung dan malu memakainya."
"Ma.. Aku terlihat seperti wanita malam nanti !!? Paman Victor akan mengira aku ini wanita penggoda.."Protes Nasywa.
"Tentu saja tidak sayang..dia pasti malah senang. Percayalah pada mama.."Timpal Arina dengan senyum mannya. Nasywa malah bergidik sendiri membayangkan dirinya mengenakan pakaian seperti itu.
.
.
.
Tawa terus saja keluar dari mulut Haikal saat Victor menceritakan malam pengantin mereka.
"Itu resikomu Vic, kau sih bisa-bisanya jatuh cinta dengan anak kecil. Ya seperti itu.."Ucap Amara
"Dia menyukai daun muda sayang.."ejek Haikal kembali.
"berhenti mengejekku !!? Awas saja jika aku berhasil melakukannya !!" Ucap Victor dengan kesal
Lagi-lagi Haikal tertawa lebar hingga terpingkal-pingkal.
.
.