Little My Wife

Little My Wife
Banyak juga kenalanmu



Bab 79


.


.


.


Pagi hari, Dengan ditemani Victor Nasywa datang kerumah sakit sesuai janji mereka dengan dokter. Tak sengaja Mereka bertemu Nindi yang kebetulan ada dirumah sakit itu.


"Kalian sedang apa disini ??" tegur Nindi.


"Tentu saja periksa kedokter..Kau sendiri ???" tanya Victor balik.


"Menjenguk rekan kerja Jakson..Siapa yang sakit.. Kau ya Nasywa ??" Nindi begitu penasaran.


Nasywa hanya mengembangkan senyum saja.


"Kau kepo sekali.."gerutu Victor


Tak lama nampak Jakson yang juga berada dirumah sakit itu.


"Tuan Victor.. Apa kabar.."sapa Jakson.


Entah mengapa melihat jakson membuat Victor langsung teringat seseorang. Namun dengan cepat Victor membuang fikiran itu.


"Baik tuan.. Anda sendiri ??" Victor mengulurkan tangan berjabatan dengan Jakson.


"Saya sangat baik. Lihatlah saya sedikit gemuk sekarang ."canda Jakson.


Victor ikut tersenyum dengan candaan Jakson.


"Dia siapa ??" tunjuk Jakson yang memang belum tau jika Victor telah menikah


"Dia istrinya Victor Pa...namanya Nasywa."Tambah Nindi.


"benarkah ?? Wah selamat tuan.."


"Terima kasih tuan Jakson.. Kalau begitu kami permisi dulu.. Sudah janji dengan dokter soalnya.."pamit Victor.


"Silahkan.. Jika ada waktu mampirlah kerumah kami.."jakson dengan ramah .


Victor menggangguk. "Iya.. Akan kami usahakan.. Permisi.." Victor menuntun Nasywa menuju ruangan dokter.


"Bagaimana pria brengsek itu bisa menemukan wanita muda seperti itu ya.."Ucap Nindi saat Victor susah jauh


"Jangan bicara sembarangan honey. Aku dengar dari Amara jika Victor sudah berubah."balas Jakson.


.


.


" Hubby.. Banyak juga kenalanmu diJakarta ya ??" ucap Ayana saat menunggu panggilan dari dokter.


"Tentu saja. Aku dulu juga tinggal disini.."Balas Victor.


"ah..iya benar, kau kan dulu suami bibi Amara.."Entah mengapa Hati Nasywa tiba-tiba terasa nyeri saat menyadari kebenaran itu. padahal ia sudah tau sejak lama.


Victor menggenggam jemari Nasywa. "Aku mohon jangan berfikir apapun jika membahas masa laluku.. Fikirkan saja masa depan kita. Aku, kau dan calon anak kita.."Tutur Victor seraya mengusap perut Nasywa yang masih rata itu.


Nasywa menggangguk dengan menunduk. Ia tidak mengutarakan Rasa yang ada didalam hatinya.


.


.


Mata Victor fokus pada layar monitor dimana Gambar janin mereka terlihat. Senyumnya bahkan tak luntur sedikitpun, seolah mewakili rasa bahagianya.


Nasywa yang tak faham sesekali menanyakan pada Dokter.


"Usia kandungannya baru masuk 7 minggu. Masih sangat kecil ya.. Ini Nona janin anda.."tunjuk Dokter itu.


"Dokter, bentuknya memang seperti itu ya.."tanya Nasywa memastikan.


"Iya Nona. Tapi dia akan berkembang sesuai usia kehamilan Nona.."balas Dokter itu.


" Dia sehat kan dok ??" tambah Victor.


"Terlihat bagus Tuan. Tapi nanti harus periksa berkala ya, setiap bulannya. Mengingat usia Nona yang masih muda, kita harus jaga-jaga."tutur Dokter itu.


keduanya duduk dihadapan Dokter setelah menyelesaikan pemeriksaan.


"Dok, apa ada obat untuk Muntah dan mual istri saya ??" Tanya Victor.


"Itu sebenarnya hal yang wajar terjadi diawal kehamilan tuan. Untuk Nona Nasywa, Harus sabar ya.. Rasanya memang tidak nyaman sekali, pusing, mual, apalagi sampai muntah. Nanti saya akan beri resep obat untuk mengurangi rasa mualnya. Meski muntahpun, Nona harus tetap makan, apa saja yang penting Nona mau makan makan saja ya ?? Tidak asa pantangan atau larangan untuk ibu hamil. Dan juga jangan lupa, Minum susu. Usia kehamilan yang masih dini ini harus melimpah asupan nutrisinya.."Terang dokter dengan ramah.


Nasywa hanya menggangguk saja. Ia yang belum tau apa-apa hanya bisa menurut dan mendengarkan perkataan dokter.


.


.


.