
Bab 38
.
.
.
Rasa kawatir bercampur penasaran membuat Wisnu mengunjungi Apartemen Victor. Tidak biasanya Victor mengambil cuti apalagi sampai sakit.
Wisnu menaiki lift menuju lantai teratas dimana letak kamar Victor.
Tak butuh waktu lama, Wisnu sudah tiba dilantai teratas. Ia kemudian menuju Nomer apartemen Victor.
Segera pula Wisnu menekan tombol bel didekat pintu.
Beberapa kali Wisnu menekan tombol itu hingga tak lama pintu perlahan terbuka.
Seketika pula Wisnu mematung saa melihat siapa yang membuka pintu apartemen Victor.
"Maaf cari siapa ya ??" tanya Nasywa.
"Oh..maaf, apa saya salah kamar ya ??"Wisnu melihat nomer yang tertera. Namun benar, itu adalah milik Victor lalu siapa wanita ini ??
wisnu terus bergulat dengan fikirannya.
Dari dalam terdengar suara Victor memanggil Nasywa. "Siapa Nas ??"
"Emm.."Nasywa bingung mau menjawab apa.
"em.. Boleh saya masuk.."pinta Wisnu
Meski ragu Nasywa mempersilahkan winsu masuk. Setidaknya didalam ada Victor yang melindungi dia.
"Vic.." panggil Wisnu.
Victor menghabiskan minumnya lalu menatap Wisnu. Ia nampak biasa saja. Berbeda dengan Wisnu yang sangat-sangat terkejut. Victor memelihara wanita dirumahnya ?? sungguh suatu yang mengejutkan.
"Kenapa kau berdiri seperti patung ?? Duduklah.."Ucap Victor
Wisnu gelagapan lalu ia segera duduk disisi Victor.
Wisnu bisa melihat Nasywa berjalan memasuki kamar Victor. Otak Wisnu terus berkelana dengan segala dugaan.
"Apa yang kau lihat !!!?" Tegur Victor seraya mendorong tubuh Wisnu.
"Oh.. em.. Vic, dia siapa ??" Langsung Wisnu langsung menanyakan siapa Nasywa.
"Dia istriku. Namanya Nasywa."Balas Victor dengan santai.
"what ??!!!" Wisnu seperti bermimpi. Apa katanya tadi istri ??
"Aku masih tidak mengerti. Bagaimana kau bisa punya istri ?? Maksudku kapan kau menikah ??" Wisnu tak tau harus mulai bertanya dari mana.
"Katamu aku harus mencari pendamping. Sekarang aku sudah punya istri kau bingung ?? Memang kalau aku menikah harus mengabarimu juga..??!" Balas Victor dengan ketus.
"Iya harus dong !! Kau tidak menganggapku teman ya ??!!! Jadi ini alasanmu tidak masuk kantor ?? Karna kau pengantin baru ??" terka Wisnu.
"Tidak ada hubungannya. Kami juga sudah 2 minggu menikahnya. Aku hanya ingin istirahat. Memang tidak boleh !!?" Timpal Victor.
"Apa ?? du..dua minggu ??"Suara wisnu meninggi seketika.
Victor memejamkan mata dengan malasnya.
"Em.. Paman mau minum apa ?? Aku buatkan ??" tawar Nasywa.
Wisnu sampai terjengit saat tiba-tiba Gadis tadi sudah ada disana.
"Em..oh..em..apa saja. Apa saja saya mau." balas Wisnu yang tidak enak takut jika gadis itu mendengar percakapannya dengan Victor.
Nasywa menggangguk lalu menuju dapur guna membuatkan minum.
Saat memastikan Nasywa sudah didapur, Wisnu kembali memberondong Victor dengan pertanyaan.
"Vic, kau tidak salah ?? Dia muda sekali ??!! lihatlah dia memanggilku paman.."
"Dia juga memanggilku paman. Kau jangan ge er."balas Victor.
"astaga Vic.. Bagaimana ceritanya kau bisa menikah dengan anak kecil ??!! Mana enak ?? Dia terlihat masih lugu lagi.."
Pukkk !!!
"Awww !!! Kenapa malah memukulku !!?" Protes Wisnu.
"Biar kepalamu sedikit dingin. dan ucapanmu sedikit benar."balas Victor.
Wisnu berdecak kesal seraya memegangi pundaknya. Tak lama Nasywa keluar dengan membawa nampan berisi dua cangkir kopi.
"Terima kasih.."Ucap Victor.
"Iya.."Nasywa langsung Ia memilih kebelakang saja.
Wisnu hanya terus memperhatikan Nasywa yang tidak dipungkiri jika gadis itu sangat cantik meski tanpa make up, Tapi gadis itu masih muda sekali, Beda usia sangat jauh dengan Victor.
Wisnu beberapa kali melayangkan tatapan pada Victor namun yang ditatap sama sekali tak begitu peduli.
.
.
.