Little My Wife

Little My Wife
Jangan mulai merayuku lagi



Bab 88


.


.


.


Victor meletakkan tubuh Nasywa perlahan diranjang kamar mereka setelah tiba dirumah.


Namun saat Victor hendak beranjak pergi, Nasywa menarik lengan Victor hingga Victor terjerambah jatuh diatas Nasywa.


Victor cukup terkejut, ia dengan cepat menjadikan kedua lengannya penopang agar jangan sampai menindih Nasywa.


Senyuman manis Nasywa bisa dilihat jelas oleh Victor.


"Baby.. Kau terbangun.." Ucap Victor.


"Hubby.. Maafkan aku yang masih meragukan cintamu padaku..Kau pasti kesulitan selama ini.."balas Nasywa.


Alis Victor bertaut menjadi satu tak faham maksud dari perkataan istrinya.


"Tidak ada kesulitan bagiku mencintaimu sayang."


"peluk.."rengek Nasywa dengan manja.


Sudut bibir Victor pun terangkat. "Tumben sekali kau manja seperti ini ??"


"apa kau tidak suka aku manja ??!!"


"Tentu saja suka.." Victor membaringkan tubuhnya disisi Nasywa dan langsung memeluk istri kecilnya dengan erat, melabuhkan ciuman Penuh cinta dikening Nasywa.


"Aku mencintaimu hubby.. Sangat mencintaimu.. Aku tidak akan ragu lagi.."Ucap Nasywa


"Iya..aku juga sangat mencintaimu baby.. Tapi wajahnya jangan digesek-gesek didadaku dong, aku bisa kelepasan nanti.."Balas Victor yang cukup merasa tak nyaman, karna dada adalah area sensitifnya.


Nasywa malah dengan genit mengangkat wajahnya dan berada diatas Victor.


"Baby.. perutmu..-"


Bahkan nasywa terus memperdalam ciumannya. Meski awalnya begitu heran dengan sikap sang istri, namun Victor tak menyia-nyiakan kesempatan, ia mengimbangi ciuman Nasywa dengan tangan yang mulai bergerilya diseluruh tubuh Nasywa.


Hingga pergulatan mereka lakukan, Victor yang sadar Nasywa tengah hamil muda, Tak menggunakan tenaga ekstranya, Ia tidak mau sampai janin mereka terganggu atau sampai kenapa-kenapa, Victor bermain sangat lembut namun penuh hasrat, sampai Nasywa terbuai dan hanya bisa mengeluarkan suara-suara yang amat indah yang memenuhi Kamar mereka.


.


.


.


Pagi hari sudah datang lagi. Pagi harinya Nasywa seperti biasa, ia harus mengalami morning sicknees yang wajar. Ia mual dan muntah beberapa kali Sampai Victor juga terbangun dan menyusul Nasywa kekamar mandi.


"Sayang.. Masih muntah terus ya ??"Victor tetap kawatir meski Dokter mengatakan hal itu wajar terjadi ditrimester pertama.


"Kalau pagi pasti masih muntah.. Huh..Hubby, bisa siapkan air hangat ?? Aku mau berendam.."Pinta Nasywa.


"Baiklah. Tunggu sebentar ya.."Victor pun dengan cekatan menyiapkan bak mandi dengan Air hangat sesuai permintaan istrinya.


Setelah semua siap, Victor menuntun Nasywa berendam dibak mandi itu.


"Kau tidak ikut hubby ??" tawar Naaywa.


"Sayang jangan mulai merayuku lagi.. Aku selalu khilaf kalau disisimu dengan tubuh telanjang begini.. Jika bukan karna kasihan pada janin kita aku sudah menghabisimu semalam."Balas Victor dengan gerutuannya.


Hal itu menimbulkan tawa Nasywa. "Kau lucu sekali hubby.."


"Dan kau senang kan bisa menyiksaku..Sudah berendamlah, aku akan siapkan sarapan untukmu.."Victor memutar tubuhnya untuk segera keluar dari kamar mandi.


Nasywa hanya bisa membiarkan suaminya keluar. ia menikmati berendamnya. Sesekali ia masih merasa mual dan muntah sedikit, namun Nasywa kini tak begitu menghawatirkannya, melainkan menikmati dengan hati bahagia.


"Setidaknya kau sehat sayang.. Itulah yang mama harapkan.."Ucap Nasywa pada perut ratanya.


"Semoga mama bisa menjadi orangtua hebat seperti papamu.. Dia bagai malaikat yang dikirim Tuhan untuk Mama. Dan kau adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan untuk mama dan papa.."Lagi nasywa mengusap perutnya yang masih rata dengan semua ucapan ketulusan dari dalam hatinya.


.


.