Little My Wife

Little My Wife
Ini hari bahagiamu



Bab 50


.


.


.


Didepan sebuah cermin, Nasywa menatap pantulan dirinya yang disulap begitu cantik dengan sebuah Gaun pengantin nan mewah dan sangat elegan.


Matanya bahkan tak berkedip hingga beberapa kali, Seolah masih tak percaya. Jika diusianya yang masih 18 tahun ia akan menjadi istri yang sesungguhnya untuk seorang Victor. seorang duda yang memiliki masa lali begitu kelam.


Setitik air mata tiba-tiba mengalir begitu saja saat teringat bagaimana perjuangan mereka untuk meresmikan pernikahan siri itu.


Sentuhan lembut dari sang Mama membuat Nasywa segera memutar tubuhnya. Tanpa kata gadis itu langsung memeluk Arina dengan erat.


"Selamat sayang.. Kau akan resmi menjadi seorang istri.."ucap Arina.


"Mama..lalu bagaimana dengan mama.."tanya Nasywa yang segera membuka pelukannya.


Arina tersenyum seraya mengusap pipi Putrinya. "Mama akan menghabiskan masa tua dengan menunggu cucu tentunya."


"Ma.. Nasy serius.."Kekawatiran langsung muncul dibenak Nasywa.


"Dengarkan Mama.. Ini hari bahagiamu nak. Jangan pernah ada keraguan dihatimu dengan Victor yang sudah berkorban sejauh ini. Untuk mama, Mama akan menikmati masa tua mama..Kau pasti takut mama kesepian kan ?? Itu tidak akan terjadi nak. Mama akan kembali kepanti, dan mengurus anak-anak disana. Hiduplah tenang dengan suamimu disini..temani dia,."Nasehat Arina.


perkataan Arina malah membuat putrinya menangis tersedu-sedu.


"Mama.. Maafkan aku.."


"Hey.. Jangan. Menangis sebentar lagi kau keluar."Bujuk Arina.


"Nasywa.. Waktumu kelu..-" Panggilan Ani terhenti saat masuk dan melihat Nasywa tengah menangis dalam dekapan sang mama.


"Lihatlah bibimu sudah memanggilmu. Suamimu menunggu diluar.ayo.."ajak Arina.


Sembari sesenggukan Nasywa mengusap air matanya. Arina pun membantu dengan penuh kasih sayang.


Ani ikut mendekati keponakannya berusaha menghibur. "Kau cantik sekali sayang..Seperti princes.."


"Bibi.. Aku tau kau menipuku.."Timpal Nasywa.


Nasywa menggangguk setelah merasa cukup tenang. Dengan digandeng dua wanita hebat dalam hidupnya, Nasywa keluar dari kamar menuju tempat resepsi dimana Victor sudah menunggu.


.


Resepsi pernikahan Victor dan Nasywa diadakan di Hallroom apartemen hunian Horison tepatnya dikota Yogjakarta. Dengan begitu mewah dan sangat meriah.


Sesuai keinginan Haikal, karna dedikasi Victor selama ini. Membangun Horison group hingga menjadi perusahaan terunggul dikota itu.


Kolega kerja dan beberapa investor dari dalam dan luar negeri juga turut hadir memeriahkan.


Dekorasi bernuansa serba putih dengan selendang putih dominan dengan warna salem membuat Nampak elegan.


Tepukan riuh terdengar saat Victor dan Nasywa keluar dan berjalan dikarpet merah. Nasywa yang begitu anggun dan cantik dengan gaunnya sementara Victor juga tak kalah mempesona dengan setelan Tuxedo hitam.


"Mom.. Lihatlah papi tampan sekali.."tunjuk Gea.


"Lebih tampan daddy kan ??" timpal Haikal.


"Sama saja."Balas Gea dengan cepat.


Amara hanya terkekeh melihat Haikal yang begitu kecewa. "Tenanglah Baby.. Kau tetap suami tertampanku."


"Tentu saja. Aku akan membunuh siapapun yang berani mendekatimu."Balas Haikal yang merengkuh pinggang Amara dengan sangat posesif


"Lihatlah.. Aku tidak menyangka jodoh Victor malah seorang gadis muda seperti itu..semua seperti mimpi.."Ucap Amara


"Itulah manusia sayang..Dari segala yang terjadi dalam hidup Victor selama ini, Akhirnya dia berakhir pada gadis polos itu."Balas Haikal.


Keduanya tersenyum dan turut bahagia juga.


Pesta berlangsung dengan cukup meriah. Dengan semua kejutan-kejutan dari para anak buah Victor dikantor dan juga diapartemen. Semuanya seakan turut bahagia seperti apa yang dirasakan kedua mempelai.


.


.


.