Little My Wife

Little My Wife
apa kau menyukai penampilanku



Bab 56


.


.


.


Karna memang masih cuti, Victor memilih mengajak Nasywa kembali kerumahnya. Ia tidak mau istrinya kecapekan.


"Kau mau membeli sesuatu ??" tawar Victor.


"Mungkin makanan ringan Hubby. Untuk bik Fitri dan adiknya."Balas Nasywa.


"Baiklah.."Victor segera menepikan mobil. Ia pun segera turun membukakan pintu untuk Nasywa. Seakan tak ingin istrinya terluka, Victor langsung menggenggam jemari Nasywa untuk membeli apa yang ia inginkan.


Nasywa hanya tersenyum bahagia melihat betapa suaminya sangatlah perhatian.


.


.


Tiba dirumah Bik fitri menyambut kedatangan Nasywa dan Victor.


"Bik. Dikursi belakang ada makanan untuk bibi dan bik Pipit."Ucap Nasywa sesaat setelah turun.


"Oww.. Iya Nona. Terima kasih.." Bik Fitri segera membuka pintu mobio belakang mengambil apa yang dimaksud Nonanya.


Sementara Nasywa dan Victor melangkah masuk.


"nona.. Yang kotak ini juga buat bibi ??" Bik Fitri segera bertanya saat menemukan kotak dikursi belakang.


Nasywa segera menghentikan langkahnya dan berbalik. "Tidak bik. Itu milikku.."Nasywa berlari kecil menghampiri bik Fitri yang merampas kotak itu.


sembari cengengesan Nasywa menyembunyikan nya. " maaf ya bik, ini dari mama."


"Oh.. Iya nggak apa-apa. makanya Bibi tanya."balas Bik Fitri.


Nasywa berjalan masuk kembali, Victor setia menunggu. "Memang itu apa Honey ??"


"Em..em.. Ini..ini.. Hadiah dari mama.."balas Nasywa ragu.


"Oww.. Apa ?? Baju ??" Tanya Victor lagi.


"bu..bukan..aku masuk dulu.."Nasywa berlari masuk karna tidak tau bagaimana menjelaskan.


Victorpun bertanya-tanya. Ada apa dengan istrinya seperti itu.


Nasywa masuk kekamar dan segera menyembunyikan kotak Pemberian sang mama. "Ya ampun bagaimana aku memakainya, cuma ditanya Saja aku seperti ini." Ucap Nasywa lirih. Ia segera menyembuyikan kotak itu di dalam lemari pakaiannya.


.


.


Malam sudah kembali datang, Nasywa dan Victor yang sudah selesai makan malam melakukan aktivitas sendiri-sendiri.


"Honey, jika kau mengantuk tidurlah dulu. Aku harus memeriksa laporan yang dikirim Ani."Ucap Victor yang hendak masuk keruang kerjanya.


"Baiklah. Apa perlu aku temani ??" tawar Nasywa.


"Tidak usah. Kau akan bosan. Kelihatannya sedikit banyak."Balas Victor.


"Bagaimana ini ?? Dipakai tidak ya ?? Aku malu sekali.. Tapi.."Nasywa perlahan meraih kotak itu. Membukanya. Membaca buku pemberian sang mama yang diletakkan dibawah baju lingery.


Sembari duduk Nasywa membaca tutorial menjadi istri yang baik dimalam pertama.


"Astaga.. Mama.. Bagaimana bisa mama menemukan buku seperti ini ??" Nasywa sangatlah terkejut.


Lembar demi lembar dibaca oleh Nasywa menghasilkan ekspresi berwarna pada wajah Nasywa.


"Aa.. Aku bisa gila jika begini ??!! tapi ini sudah kewajiban..Aku harus bagaimana ??!" Nasywa menutupi wajahnya dengan buku tadi.


Nasywa memantapkan hatinya untuk melakukan kewajibannya. Ia mengatur nafas beberapa kali seraya menenangkan diri.


"Ok.. Kita mulai dengan menata kamar. Sesuai isi buku ini."Nasywa segera beranjak dari tempat tidur, memulai menatap kamar sesuai tutorial yang ada dibuku.


.


.


Pukul 22.00 Victor melirik jam dimeja kerjanya. ."ini sudah sangat malam. Kasihan Nasywa jika tidur sendiri."Gumam Victor.


Ia segera menyudahi pekerjaannya. Menurunkan kaca mata yang sejak tadi bertengger disudut matanya.


Selesai mematikan laptop kerjanya, Victor langsung keluar ruangan kerja dan menuju kekamar.


ceklek...


Alis Victor bertaut menjadi satu saat kamarnya menjadi temaram hanya bercahayakan lilin. Bahkan aroma terapy, langsung memasuki rongga hidungnya.


Victor menajamkan kedua matanya, Hiasan sederhana dari lilin begitu memanjakan matanya.


Sudut bibir Victor terangkat seketika. Ia sangat tau pasti istrinya yang menyiapkan semua itu. Tapi untuk apa ?? Dia kan tidak sedang ulang tahun ? itulah fikiran Victor saat ini.


Victor perlahan menutup pintu dan hendak masuk namun sebuah tangan halus nan lembut memeluknya dari belakang.


"Hubby.."panggilan sayang dari suara Nasywa bisa terdengar ditelinga Victor.


Victor tak menunggu lama, ia langsung memutar tubuhnya menatap Nasywa. Sesuatu yang begitu membuat Victor terpaku dan terkagum. Meski dicahaya temaram, Namun kecantikan Nasywa bisa terlihat. Gaun malam hitam yang dikenakan Nasywa begitu melekat indah mengikuti lekuk tubuh Nasywa. Benarkah ini istri kecilnya ??


Nasywa yang diperhatikan Victor dari atas sampai bawah merasa tidak pede. Ia menunduk seraya menggigit bibir bawahnya.


"hubby.. Apa kau menyukai penampilanku ??" Nasywa bertanya tanpa berani menatap Victor.


Victor langsung tersadar dan menelan ludahnya cukup kasar. "Kau berpenampilan seperti ini untukku ??"


Nasywa menggangguk pelan.


Senyum lebar Victor terlihat. Dan tanpa basa basi Victor memeluk tubuh Nasywa dengan erat.


"Aku sangat menyukainya honey.."ucap Victor dengan rasa bahagia.


Nasywa pun turut tersenyum ia turut mendekap Victor dengan erat.


.


.


.