
Bab73
.
.
.
Dering ponsel hingga beberapa kali membangunkan Victor yang ternyata malah ikut tertidur saat menemani Nasywa tidur.
Tangan panjangnya meraih ponsel yang ia letakkan disisi ranjangnya tepat diatas meja kecil.
"Halo.."Suara berat Victor membuat yang ada dalam sambungan telfon tau jika sang pemilik sedang tidur.
"Astaga Vic, kau masih tidur jam segini ??!!" Tegur Haikal
"Hmm.. Ada apa ??" Balas Victor yang kemudian membenahi duduknya.
"nanti malam putraku Ulangtahun. Kau bisa kerumah kan ??" Haikal bertanya.
"Baiklah.."Victor masih terlihat malas.
"Cih.. Bicara dengan pengantin baru memang menjengkelkan.."Gerutu Haikal.
"Ya sudah. Lanjutkan saja tidurmu. Awas jika kau lupa. Gea menunggumu datang loh !!!"peringat Haikal, Haikal pun langsung mengakhiri panggilannya.
Victor meletakkan kembali ponselnya, Lalu menoleh kesisi dimana Nasywa masih betah memejamkan kedua matanya.
"Baby.. Bangunlah.. Ini sudah siang, katanya kau mau kemakam Papamu.."Victor mengingatkan Nasywa.
Perlahan lahan, Nasywa mengeliat dan kemudian membuka kedua matanya.
"Jam berapa Hubby ??" tanya Nasywa lirih.
"Jam 10. Aku siapkan air hangat mau ??" Tawar Victor.
Nasywa menggeleng pelan. "Tidak usah. Ini sudah siang.. Uuuhhh, Kau terlalu brutal semalam Hubby, aku sampai kelelahan.."Ucap Nasywa seraya bangun, tak lupa ia menggulung selimut guna menutupi tubuh polosnya.
Victor hanya tersenyum saja. Ia kemudian memilih turun kebawah memanasi sarapan yang tadi pagi sempat ia siapkan.
.
.
.
Nasywa meletakkan Buket bunga diatas Nisan yang bertuliskan nama sang papa.
Dengan sebuah sentuhan kecil, Nasywa kemudian berdiri dari duduknya. Meski selama hidup sang papa tidak pernah menyayanginya, namun Nasywa sangat menyayangi pria yang selama 19 tahun ia sebut sebagai papa.
Victor juga dengan setia menunggu Nasywa berdoa disisinya. Pria itu sama sekalo tidak keberatan meski harus beberapa menit disana.
.
.
"Setelah ini kau mau kemana ??" tanya Victor.
"Em.. Ketempat mama saja bagaimana ??"Tawar Nasywa.
"Boleh.. Asal kau senang.."Balas Victor.
senyum lebar terbit dibibir Nasywa. "Terima kasih Hubby.. Maaf ya, seharusnya kita jalan-jalan tapi ini malah hanya kepanti.."
"ini juga sama saja sayang.. Setidaknya kita bisa melakukan kebaikan meski hanya dengan anak yatim. Mau beli sesuatu ??" Tawar Victor mengalihkan pembicaraan.
"Tentu.. Bawa beberapa makan, Mereka akan senang jika kita makan bersama mereka."Balas Nasywa dengan cepat.
"Ok.. Kita cari restoran dulu.. Oh ya, Haikal mengundang kita nanti malam anak laki-lakinya Ulangtahun. Kau mau datang ?? Sekalian aku mau menemui Gea ??" Tutur Victor.
"Ya ampun Hubby.. Aku sampai lupa jika kau punya anak.. Maaf.."Nasywa begitu merasa bersalah.
"Sudah..sudah.. Kenapa jadi minta maaf terus..Tidak masalah Sayang, Haikal bisa memaklumi keadaan kita kok.."Timpal Victor dengan mengusap pipi Nasywa.
"tentu saja kita datang. Nanti sepulang dari panti kita cari Kado untuk mereka.."Nasywa begitu antusias.
Victor menggangguk setuju dengan senyumannya.
.
.
Tiba Dipanti, Sambutan meriah diterima Oleh Nasywa dari anak-anak.
Victor mengeluarkan beberapa kotak makanan yang mereka pesan tadi sewaktu akan datang.
Anak-anak panti begitu senang sekali, apa lagi saat Nasywa mengatakan akan mengajak mereka makan siang bersama dengan menu dari Restoran itu. Kegirangan begitu terlihat nyata.
Arina yang melihat betapa putrinya sangat peduli terhadap anak-anak kurang beruntung itu turut bahagia juga.
"Kemari Nasy..Kita makannya didalam. Ayo anak-anak !!!" Panggil Arina.
Semua menatap Arina yang ada diambang pintu memanggil mereka. Dan semua terlihat patuh memasuki rumah. Nasywa dan Victor pun juga turut ikut masuk bahkan Victor tak segan menggendong salah satu anak yang masih kecil dari pada yang lain.
.
.
.