
bab 70
.
.
.
.
Sarapan bersama Sebelum kekantor kini menjadi kebiasaan Victor.
Nasywa yang juga mulai terbiasa melayani suaminya juga sudah duduk setia disisi Victor.
"Hubby.. Bagaimana jika Kita honeymoonnya diJakarta saja ?? aku sedikit rindu mama.."Ucap Nasywa mengutarakan keinginannya.
"Kau yakin hanya kesana ?? Tidak mau keLuar negeri ??" tawar Victor.
Nasywa segera menggeleng. "Disana juga banyak tempat wisata. Ya, walau dulu pernah aku kunjungi semua.."
Victor menggangguk tanpa keberatan. "Baiklah. Nanti sore kita berangkat. Aku akan carikan tiket."
"Benarkah ??? Lalu pekerjaanmu bagaimana ??" Nasywa nampak girang.
"Aku masih dalam masa cuti sayang..tenang saja."Timpal Victor.
"Terima kasih hubby.."Nasywa memeluk lengan Victor karna bahagia.
"Bersiaplah. Jangan bawa baju banyak-banyak. Aku berangkat dulu."Pamit Victor seraya mencium kening Nasywa.
"Hati-hati.."Balas Nasywa.
Victor mengangguk dan langsung melenggang keluar untuk kekantor.
Nasywa pun buru-buru naik katas guna menyiapkan semuanya untuk keberangkatan mereka sore nanti.
.
.
.
Tiba dikantor, Tak sengaja Victor datang bersamaan dengan Roger.
Dengan penuh hormat Roger menunduk ketika melihat Victor.
"selamat pagi tuan.."
"Iya. Biasa saja. bagaimana pekerjaanmu ??"tanya Victor yang terus melangkahkan kakinya.
"Sangat menyenangkan. Terima kasih sudah mempercayai saya."Balas Roger.
"Dan saya harap kau bisa diandalkan."timpal Victor.
Roger menggangguk dengan cepat. "Saya akan usahakan yang terbaik tuan."
Keduanya kemudian beriringan memasuki lift untuk menuju ruangan mereka.
.
.
Ponsel Ani berdering saat ia tengah mengendarai mobilnya. Segera wanita itu mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari keponakannya.
"Halo Nasy, ada apa ??"
"bibi nanti sore aku mau keJakarta, mau ikut tidak ??" Ajak Nasywa.
"Kejakarta ?? Kenapa mendadak ?? Ada apa dengan Kak Arin ??" Ani keheranan
"ya ampun Nasy, Kau tidak ingin keluar Negeri saja ?? Biasanya tujuan Honeymoon selalu luar negeri yang memiliki cuaca dingin." Balas Ani.
"Tidak. KeJakarta saja..."Timpal Nasywa dengan cepat.
"Ya sudah. Hati-hati. Bibi tidak bisa ikut. Pekerjaan Bibi terlalu banyak. Lagian suamimu kan sedang Cuti jadi Bibi yang menghandle semuanya."Tutur Ani.
" Iya juga..Baiklah.. Bibi hati-hati ya.. Aku tutup dulu.."Nasywa segera mengakhiri panggilannya.
Ani terus melajukan mobil untuk segera tiba dikantor.
.
Rapat telah diakhiri Victor setelah semua pembahasan diselesaikan. Sengaja Victor mengumpulkan semua karyawan sebelum ia menuju Apartemen.
"An, kau bersama Roger keproyek ya, Ku harus memeriksa laporan Apartemen."perintah Victor.
"Baiklah.. Kau jadi Kejakarta ??" tanya Ani.
Victor segera menggangguk. "Tentu saja. Kasihan Nasywa jika tidak segera. Makanya aku mau melihat apartemen siapa tau Haikal meminta laporannya."
Ani menggangguk mengerti. "Iya, "
"Wisnu ikut aku.."ajak Victor.
Wisnu segera mengikuti Victor.
Victor langsung melangkah meninggalkan Ani, dan Roger.
"Anda sangat dekat ya dengan tuan Victor ??" Tegur Roger.
"Oh..em.. Dia suami keponakanku.."balas Ani.
"benarkah ?? Maaf sebelumnya, Saya tidak tau."Roger segera membalasi.
"Tidak masalah. Kita langsung keproyek ??" ajak Ani.
"Boleh. Mari silahkan Nona.."Roger membiarkan Ani melangkah lebih dulu.
.
.
"Vic, kau sengaja ya mendekatkan Roger dan Ani ??" Terka Wisnu saat mereka berada didalam mobil.
"Hanya kebetulan. Lagian memang posisi yang ditempati Roger kosong dikantor kita."Balas Victor dengan santai.
"kufikir kau sengaja.."
"aku bukan kau Yang suka mengurusi hidup orang." timpal Victor.
"Enak saja..Aku kan hanya mencoba..bukan seperti itu niatnya.."gerutu Wisnu.
"Selama aku pergi. Apartemen kau yang manghandle. Kasihan Ani dia sudah cukup banyak yang diurusi."Pesan Victor.
"Apa aku bisa ?? Apartemen sulit Vic ??!!" protes Wisnu.
"Coba saja dulu.. Apa kau tidak mau naik-Naik jabatan .." Timpal Victor.
Wisnu hanya mendesah kasar. Ia paling tidak suka mengurusi Apartemen. Namun malah kali ini Victor memberikan tanggung jawab itu padanya.
.
.
.