Little My Wife

Little My Wife
Kami melakukan apa semalam



Bab 36


.


.


.


.


Saking nyamannya, Victor dan Nasywa belum bangun sampai matahari sudah mulai meninggi.


Keduanya malah nampak begitu mesra berpelukan dengan sangat tenang, seolah kenyamanan itu tidak bisa ditinggalkan.


Ponsel Victor yang sejak tadi bergetar bahkan tak menjadi pengganggu tidur dua anak manusia itu. Semua bagaikan nyanyian tidur bersamaan dengan kicau burung.


.


.


.


Wisnu yang sudah dikantor sengaja menuju ruangan Victor. biasanya Victor lembur dikantor jika sulit untuk dihubungi.


Namun saat tiba didepan ruangan Victor, wisnu dibuat keheranan. Lampu ruangan Victor masih menyala.


"apa dia masih tidur ?? Masa iya Victor sampai ketiduran ?? Bukan Victor.."Gumam Wisnu yang langsung masuk.


Tiba didalam, Wisnu tak mendapati Victor. Bahkan dikamar pribadinya juga kosong.


"kemana dia ?? Tidak biasanya dia kesiangan begini ??" Tanya Wisnu sendiri


Wisnu memilih segera keluar, bertanya pada beberapa karyawan namun ternyata mereka belum ada yang melihat Victor tiba.


Tujuan Wisnu adalah ruangan Ani dilantai bawahnya.


Kebetulan sekali saat Wisnu keluar dari lift, Ani juga baru keluar dari lift.


"An.. Kebetulan sekali..kau baru datang ya ??" tegur wisnu.


"Ada apa ??" tanya Ani dengan datar.


"Kau tau Victor dimana ?? Tumben sekali dia kesiangan ?? Hari ini kan kita harus keproyek " tutur Wisnu.


"Dia belum datang ??" Ani melirik jam dipergelangan tangannya.


"Itu tidak mungkin, dia selalu pagi datangnya."Ucap Ani.


Ani terdiam sesaat. "ada apa dengan Victor ?? Apa dia sakit ?? atau malah Nasywa yang sakit ??" batin Ani.


"Nanti aku coba hubungi dia. Kita keproyek jam berapa ??" Tanya Ani memastikan.


"Sebentar lagi, sekitar pukul 09.00"Jawab Winsu


"Ya sudah. Nanti aku kabari. Aku masuk dulu.."Ani langsung masuk keruangan kerjanya. Sementara Wisnu juga segera melenggang pergi untuk turun keruang kerjanya.


.


.


Ani mengambil ponselnya, Namun saat akan menekan tombol hijau memanggil ponsel Victor keraguan terbit dihatinya. "Kalau Nasywa yang angkat, dia akan berfikir macam-macam tidak ya ??" gumam Ani sendiri.


karna terus terbelenggu keraguan, Ani memilih menghubungi Nasywa saja.


Beberapa kali panggilan belum terjawab, namun saat panggilan terakhir baru diangkat oleh Nasywa.


"halo.. Ini siapa ??" Siara Nasywa masih terdengar parau bahkan nyawanya belum terkumpul semua. Sampai ia tidak sadar jika berada dalam dekapan Victor.


"Em.. Nasy, ini bibi."balas Ani.


Nasywa menggosok matanya dan dalam kesadaran yang sudah terkumpul, ia melihat kedepan dimana ia berada, lalu naik keatas dan ia sangatlah terkejut saat melihat Victor mengalungkan tangan dipinggangnya dengan masih memejamkan mata.


Nasywa menutup mulutnya karna sangat-sangat terkejut.


sampai-sampai suara Ani tak didengar.


"Ya Tuhan..Aku tidur dipeluk paman Victor ?? Kami melakukan apa semalam ?? Kenapa aku lupa ??" Gumam Nasywa seorang diri. ponselnya bahkan terjatuh begitu saja.


"Halo Nasy, halo..Nasywa..kau masih disana ??" Suara Ani terus berbunyi, namun pemilik ponsel malah terus berkutat dengan fikirannya.


Nasywa mengatur nafas dan berusaha mengangkat tangan Victor yang memeluk dirinya. "astaga.. Kenapa berat sekali tangannya."gumam Nasywa lagi.


Namun saat berhasil terangkat, Victor malah membenarnya pelukannya lagi. Hingga Tubuh Nasywa benar-benar menempel didada Victor.


Mata Nasywa membulat bak bola dengan dada yang berdegub kencang. "ya Tuhan..bagaimana ini ?? Aku bisa mati karna terlalu takut ??" Batin Nasywa.


Victor masih terus memejamkan mata tanpa sadar ia begitu menikmati memeluk Nasywa yang hanya bisa diam dalam gemuruh jantungnya.


.


.


.