
Bab 91
.
.
"Aku pulang dulu ya.."Pamit Nasywa setelah membereskan kotak makanannya.
"Iya. Lain kali kalau kau memang tidak sempat tidak usah mengantar makan siang, Aku hanya kawatir kandunganmu masih muda."Ucap Victor seraya mengusap rambut Nasywa.
"Iya.. Aku bosan dirumah.. Tapi kalau sesekali tidak apa-apakan ??" Nasywa membalas.
Victor menggangguk dengan senyumannya.
.
.
Nasywa kembali keruangan Ani. Namun karna tak ingin membuat Terkejut bibinya, Nasywa mengetuk pintu ruangan Ani beberapa kali.
"Apa bibi Keluar ya ??" tanya Nasywa sendiri.
"Nasy.. Kau kemari."Ani menegur yang ternyata Ani memang keluar dan baru datang. Dan kembalinya Ani bersama Pria tadi.
"Aku keruangan dulu.."pamit Roger. Ani membalas dengan anggukan.
Ani menghampiri Nasywa yang nampak tak enak berada diantara pasangan itu.
"Ayo masuk.. Maaf ya, tadi kau datang dengan..-"
"Aa..tidak apa-apa. Jangan dibahas. Aku faham kok.."timpal Nasywa.
Ani tersenyum dan keduanya masuk bersamaan.
"Aku tidak tau mau beli apa. Dijakarta hanya ada seperti ini."Nasywa menyodorkan paper bag pada Ani.
"Kau ini, Seharusnya tidak perlu repot-repot. Terima kasih ya.."Balas Ani dengan senyum lebarnya.
"Em.. Bik, Pria tadi pacarnya Bibi ya ??" tanya Nasywa ragu-ragu.
Ani turut duduk disisi Nasywa. "Iya."
"Wah.. Akhirnya bibi punya pasangan. Selamat ya Bik, semoga segera kejenjang serius.. Mama akan senang mendengar kabar baik ini.."Ucap Nasywa penuh semangat .
"Terima kasih.. Doakan saja, semoga rencana kami dipermudah."Balas Ani.
Nasywa buru-buru menggangguk. "Tentu.. Aku selalu berdoa.. Biar nanti anakku ada temannya.."
Dan Nasywa menggangguk dengan penuh bahagia. "Iya Bik..Makanya bibi cepat nikahnya, Supaya kita bisa hamil bersamaan, aku rasa akan menyenangkan.."
Ani masih tak percaya jika Keponakannya akan hamil secepat itu. Namun ia turut bahagia, setidaknya Nasywa telah menjadi istri yang sempurna.
.
.
.
Sore hari Victor sudah keluar dari ruangannya. Ia pun langsung turun menggunakan lift, Baru saja ia keluar dari Lift, Wisnu sudah memberondong dirinya dengan pertanyaan.
"Vic, kau ini kekantor terus ??!! Kapam keapartemennya ??!! aku pusing sendiri memeriksa laporan !!! Belum lagi Pegawai Apartemen yang genit-genit itu, Telingaku jadi korban kalau istriku mengetahuinya.."Celoteh Wisnu.
"Kau ini, Apa tidak bisa bicara satu-satu.. Memalukan.."Balas Victor dengan kesal.
"Ayolah Vic, Bantu aku.. Aku bisa gila menghadapi istriku yang banyak curiga.. Pegawai diApartemen itu kenapa wanita cantik semua sih !!!" Protes Wisnu dengan segala keluh kesahnya.
"Huh.. Baiklah, ayo.." tak mau mendengar ocehan Wisnu, Victor segera mengajak Wisnu kembali keapartemen.
Sembari berkendara, tak lupa Victor mengabari nasywa jika akan pulang sedikit terlambat, guna memeriksa keadaan apartemen. Ia tak mau Nasywa sampai menunggu-nunggu kedatangannya yang harus menyelesaikan beberapa hal karna wisnu dan istrinya.
.
.
Tanpa disadari Victor, ternyata malam itu adalah hari ulang tahun pria dewasa itu.
Nasywa dengan dibantu Bibi Fitri dan pipit, sedang membuat kue dan menyiapkan beberapa kejutan kecil atas ide Nasywa.
"Memang tuan benar pulang terlambat Non ??" Tanya Pipit.
"Iya. Dia harus keapartemen, katanya ada beberapa hal yang harus diperiksa."Balas Nasywa yang sedang menghias kue kecilnya.
"Wah.. Nona kreatif sekali.. Kuenya cantik.."Puji Bik Fitri.
"Aku melihat tutorial youtobe Bik. untung saja Jadi. Kalau tidak kita harus memesan mendadak."Tutur Nasywa penuh semangat.
Ketiganya disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Nasywa pun nampak bersemangat meski sesekali ia harus mual-mual karna bau memyengat yang memasuki rongga hidungnya.
.
.