Little My Wife

Little My Wife
Seharusnya kau ajak sopir



Bab 90


.


.


.


Hingga siang hari Victor masih disibukkan dengan setumpuk pekerjaan. Ia bahkan tak memikirkan makan siang, karna semua harus selesai akhir minggu ini.


.


.


Dilobby, ternyata Nasywa datang dengan makan siang untuk Suaminya. Ia juga berniat bertemu sang bibi guna memberikan sedikit oleh-oleh yang ia beli dari Jakarta.


Semua nampak menghormati Nasywa dengan terus menunduk hormat serta sapaan terus didapat oleh Nasywa. Hingga wanita itu tiba dilift dan akhirnya naik menuju ruangan Ani terlebih dahulu.


Tak butuh waktu lama, Nasywa telah tiba dimana Ani berada.


Tanpa ragu Dan penuh semangat Nasywa menyusuri lorong guna menghampiri sang bibi.


Tujuan Nasywa adalah ruangan Ani yang tak begitu jauh dari lift.


Mungkin karna saking rindu dengan sang bibi, Nasywa langsung menyelonong masuk saja diruangan Ani.


Ia pun dikejutkan dengan apa yang dilihatnya didalam.


"Oh...maaf..maaf.. Aku tidak sengaja melihat.." Nasywa segera memalingkan tubuhnya.


Ani buru-buru membehani bajunya yang sedikit terangkat. Entah kenapa dua ana manusia itu jika bertemu selalu kelepasan sampai seperti itu.


"Oh.. ehem.. Nasy.. Kau..kau kemari.."Ani begitu merasa tidak enak sekali.


"Aku keruangan suamiku dulu ya..Maaf.."Nasywa langsung keluar tanpa menatap sang bibi lagi. Ia juga malu karna tak begitu memahami situasi.


Sementara Ani menepuk jidatnya karna hari itu ia begitu amat sial.


Roger yang melihat Ani duduk dengan wajah ditekuk buru-buru menghibur. "Mereka pasti memakluminya kok. Kau tenang saja."


"Bukan masalah itu. Sehari dua kali kita ketahuan. Aku merasa seperti anak ABG saja, Pagi tadi suaminya, eh, siang ini istrinya. Dan mereka adalah keponakanku Roger...."Gerutu Ani.


"Maaf ya, aku selalu kelepasan kalau dekat denganmu.melihat bibirmu itu sudah seperti candu buatku."ucap Roger.


"Jangan minta maaf, aku pun juga demikian selalu menikmati tanpa peduli tempat. Aaisshhh...Nasywa pasti akan bercerita pada suaminya. Habislah aku.. Victor pasti akan mengejekku habis-habisan.."Ani menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Roger kembali memeluk Ani. "Tenang saja. Aku juga tidak main-main. Kita akan segera menikah secepatnya.."


Ani menggangguk dengan pasti. Sesuai rencana mereka saja, Mereka memang akan mempercepat pernikahan.


.


.


"Hubby..."Panggil Nasywa saat masuk keruangan suaminya.


Victor pun cukup terkejut saat istrinya berlari kecil kearahnya.


"Eh..eh.. Sayang, jangan lari-lari.. Kau hamil.."Victor buru-buru berdiri dan menyambut Nasywa langsung saja tangan Victor mengalung diperut Nasywa seolah menjaga wanita itu.


"Oh..iya, aku sampai lupa.. Hubby kau tau tidak..-mmpptt..."Nasywa baru mau bicara namun Victor sudah mencium bibirnya dulu.


Nasywa buru-buru mendorong dada Victor. "Hubby.. dengarkan aku !!!"


"Iya..iya.. Ada apa ?? Kau kemari tidak menghubungiku dulu.."Balas Victor.


"Maaf, Aku bawakan makan siang. Aku ingat kau cuti terlalu lama. Pastu pekerjaanmu banyak. Makanya aku berinisiatif mengantar makan siang.."Tutur Nasywa.


"Istriku pengertian sekali..sih.. Aku jadi tambah cinta.."Kedua tangan Victor memegangi kedua pipi Nasywa.


"Hubby.. Pipiku bisa lebar nanti.."Protes Nasywa.


"Ha..ha..ha..iya..iya.. ayo duduk, kasihan babyku nanti.."Victor menuntun Istrinya untuk duduk. Nasywa pun sangat patuh dengan menggandeng lengan Victor.


"Ini bawa apa lagi ?? Bawaan sebanyak ini seharusnya kau ajak sopir dong.."Ucap Victor.


"Ini tidak terlalu berat. ku fikir aku mau menemui bibi dan memberikan oleh-oleh ini padanya dikantor. Tapi hubby, kau tau aku baru melihat sesuatu yang mengejutkan."Nasywa berceloteh bercerita.


"Apa ??" victor yang sudah tau tapi masih nampak antusias mendengar cerita istri mudanya.


" Bibi Ani sedang berciuman dengan pria sampai mau membuka baju hubby..Didalam ruangannya.. Oh.. Aku benar-benar sangat terkejut sekali tadi."Terang Nasywa


"Astaga. Dua orang itu. Bucin sekali.."Gerutu Victor.


"Kau sudah tau ??" Nasywa memastikan.


"Tadi pagi aku juga memergoki mereka sedang berciuman. Hanya waktu beberapa jam saja mereka sudah kembali melakukannya. Ku rasa bibimu sedang difase ingin cepat-cepat Dinikahi."Balas Victor.


"Mereka pacaran Ya ?? Tapi pria itu siapa ??" Nasywa begitu ingin tau.


"Dia staf dikantor ini. Menggantikan Wisnu." Victor memberitau.


Nasywa menggangguk mengerti. "Jika benar lebih baik. Usia bibi kan memang sudah tidak muda lagi. Semoga saja mereka segera menikah."


"Nanti akan aku coba tanyakan. Sekarang ayo makan saja, jangan urusi mereka. "Ajak Victor.


"Oh iya.. Maaf, aku sampai lupa."Nasywa pun terlihat segera membuka kotak makanan. Dan menyiapkannya untuk Victor.


.


.


.