Little My Wife

Little My Wife
adik bayi



Bab 27


.


.


.


"Mami, aku pulang dulu ya."pamit Gea pada Nasywa setelah menyelesaikan sarapannya. Nasywa berjongkok dan mengusap rambut panjang Gea.


"Sayang sekali.. Padahal Aku sangat senang Gea disini."Balas Nasywa.


Gea langsung memeluk Nasywa dengan erat. "Nnanti kalau cuti sekolah aku akan kemari lagi."


Nasywa menggangguk dengan senyumnya. setelah pelukan mereka terlepas, Gea beralih menggandeng jemari Victor untuk pergi bersama.


"Bye mami.. Nanti pas aku kemari mami sudah punya adik bayi ya ?? Kayak mommynya Gea.."Gea melambaikan tangan pada Nasywa.


Nasywa hanya membalas dengan senyuman terpaksa. Sementara Victor terkekeh mendengar ucapan frontal sang putri. Keduanya segera berlalu dari hadapan Nasywa.


"Adik bayi ?? Bahkan aku saja masih sepert bayi.."Gumam Nasywa yang langsung masuk kembali dan menutup pintu.


.


.


Didalam lift Victor mencoba menanggapi putri kecilnya tentang yang dibicarakan dirumah tadi.


"Gea. Yang Gea maksud nyamuk tadi apa ??"


Gea tertawa kecil. "Ya papilah. Kok tanya lagi."


"Ehem.. Kenapa Gea bilang papi nyamuk ??" Victor mencoba bertanya lagi.


"Soalnya semalam aku lihat papi mau gigit Mami."jawab Gea dengan enteng.


Sontak mata Victor membulat. "Ya ampun.. Apa yang aku lakukan?!! Bagaimana aku melupakan Gea.."


"Papi, nanti cuti sekolah Gea kesini lagi ya ?? Tapi Mami muda harus punya Adik bayi, perempuan."celoteh Gea dengan polos.


Victor semakin dibuat tak percaya dengan ucapan putrinya yang diluar nalarnya.


"Memangnya bisa bikin adik minta perempuan begitu ?? Lagian mami kan masih sangat muda, papi tidak bisa janji sayang."Balas Victor penuh keraguan. Apalagi mengingat pernikahan mereka yang tanpa cinta


"Iya coba saja Dulu.. Kata Daddy harus bilang sama dokter biar bisa."Timpal Gea.


"Papi rasa Daddymu yang melantur. Sudahlah, Jangan bahas itu lagi.."Victor sudah kehabisan kata-kata.


"Aunty Ani..."Gea menghambur memeluk Ani dengan erat.


"Oww.. Sayang, Aunty rindu sekali denganmu.."Balas Ani setelah masuk kedalam lift.


"Kenapa tidak bilang jika ditempat papi ?? Auntykan bisa jemput."Ucap Ani saat Pelukan mereka terlepas.


"Maaf aunty, aku lupa. Kata mommy aunty sakit ya ?? sekarang sudah sehat kan ??" Tanya Gea.


"Tentu saja sudah. Aunty tadinya mau kerumah Gea menemui Gea. Auntykan kangen banget.."Ani meremas pelan kedua pipi Gea.


"Memang kau sudah sembuh ??" tanya Victor dengan datar.


Ani berdiri dari jongkoknya. "Sudah lumayan. Mungkin aku hanya kelelahan."


"Jika masih pemulihan kau bisa istirahat saja dirumah. Urusan kantor biar aku yang handle."Tutur Victor.


"Tidak.. Aku sudah lebih sehat sekarang. Jenuh jika hanya dirumah."Timpal Ani.


"Makanya Aunty cari teman dirumah. Biar nggak jenuh. Kayak papi.."Ucap Gea.


"Gea benar. Kau harus mencari pendamping."Tambah Victor.


Ani hanya tersenyum seraya menunduk.


"Kau sudah bisa menerima pernikahan ini sepertinya ?? apa kau tidak mau mencari tau sebab kalian menikah ??" Ucap Ani.


"Maksudmu ??" Alis victor saling bertaut satu sama lain.


"Em.. Tidak. Ee.. Ini kan bukan pernikahan yang terencana. Kalian menikah juga atas paksaan kakak iparku, dan aku yakin ini karna kesalahfahaman saja."Ani kesulitan berkata. Ia pun merutuki mulutnya yang meluapkan kegundahan dihatinya


"Iya memang. Aku juga awalnya ingin seperti itu. Tapi saat ini aku memilih menjalaninya saja."balas Victor seraya menatap lurus kedepan.


"Lalu bagaimana Jika Nasywa hanya bermain-main saja denganmu, Dia masih terlalu muda untuk sebuah hubungan serius ??"


Victor langsung melayangkan tatapan tajam pada Ani. Sontak Ani terkejut, Entah mengapa Ani sendiri kelepasan sampai bicara seberani itu.


"Maaf.. Maaf. Aku.. Aku hanya..-"


"Aku tau kau sangat mencemaskan Nasywa karna dia keponakanmu. Mengingat semua masa laluku yang menjijikkan. Tapi percaya atau tidak, Sebuah pernikahan yang sudah terjadi tidak akan pernah aku akhiri lagi seperti dulu. Apalagi melakukan hal konyol seperti dulu."Ucap Victor dengan sungguh-sungguh.


.


.


.