Little My Wife

Little My Wife
berapa banyak wanita yang dekat denganmu



Bab 81


Nasywa menutup perlahan daun pintu kamarnya. Ia mencerna semua perkataan Victor yang ia dengarkan tadi.


"Paman Victor mantan Narapidana ?? Mama yang memenjarakannya ?? Kesalahan apa yang dibuat paman sampai dipenjara ??" guman Nasywa dengan wajah terkejutnya.


"Siapa wanita yang dibicarakan mama dan suamiku tadi ?? Kenapa dadaku sesak sekali.." Nasywa memegangi dadanya.


Membicarakan masa lalu pasti akan sangat menyakitkan, Nasywa fikir Victor hanya seorang duda saja tanpa skandal apapun, tapi ternyata banyak yang tidak dia ketahui. Rasa ingin tau Nasywa seolah meronta, ingin sekali ia menanyakan pada Victor langsung namun keraguan terus saja menjadi penghalangnya.


Ceklek...


Nasywa tersentak dari duduknya saat terkejut, Mendengar suara pintu terbuka.


"Baby.. Kau sudah bangun ?? Masih pusing ??" Victor menghampiri Nasywa dengan penuh perhatiannya.


"Ah..sedikit berkurang.."balas Nasywa.


Victor duduk disisi Nasywa, "mama dibawah. Dia bawakan sup Ayam kesukaanmu.."


"Benarkah ?? Em.. Ya sudah kita turun.."ajak Nasywa berusaha menyembunyikan kegundahan hatinya.


"Kau yakin ??" Victor memastikan


Nasywa menggangguk pelan dengan mengulas senyum tipisnya. Victor pun kemudian menggandeng lengan Nasywa untuk kemudian melangkah bersamaan keluar dari kamar.


"Nasywa.. Coba sup ayam ini. Dulu kau sangat suka sekali.."Arina menuangkan disebuah mangkuk untuk Nasywa.


"Terima kasih ma.."Nasywa dengan senang hati menerimanya. Ia pun segera mengambil sendok untuk mencoba masakan sang mama yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Ini enak ma..Boleh aku makan semuanya ??" Tawar Nasywa sembari menatap mama dan suaminya bergantian.


"Makanlah Nak.. Jika kau suka.."Balas Arina penuh semangat.


"Syukurlah kau suka sayang, setidaknya kau tetap makan.. Habiskanlah.."Tambah Victor.


Nasywa tersenyum lebar dan kemudian melanjutkan menikmati sup buatan sang mama.


Entah karna Hormon kehamilan atau memang perasaan Nasywa yang masih labil, Sampai tengah malam Nasywa belum bisa memejamkan kedua matanya. Meski ia berbaring dengan berbalut selimut dan dipeluk Victor dari belakang, nyatanya tak mengurangi kegundahan dihati Nasywa.


Rasa ingin taunya semakin memuncak.


"aku hanya ingin tau..apa salah ??" Batin Nasywa sendiri.


Nasywa perlahan bangun. Ia juga sangat hati-hati saat membuka tangan Victor yang melingkar dipinggangnya.


Dan saat Berhasil lepas, Nasywa pelan-pelan keluar dari kamar. guna menenangkan fikirannya.


Satu gelas air putih habis diteguk oleh Nasywa Saat ia sudah dibawah.


Ia duduk seorang diri diruang tengah rumah milik Victor itu.


Tatapan Nasywa mengarah pada televisi yang ada disana. Nasywa berinisiatif menonton tivi saja agar fikirannya tidak kearah sana terus.


Nasywa pun mulai mencari remot kontrol Televisi itu. Hingga laci Didekat tivi menjadi tujuan Nasywa.


satu persatu laci ia buka, namun bukannya mendapat remot, Nasywa malah mendapati beberapa kertas foto yang dilipat dan dimasukkan sebuah amplop.


Perlahan Nasywa meraihnya. Dan buru-buru membuka kertas foto itu.


Sesuatu yang begitu membuat dada Nasywa sesak. Bahkan Ayana langsung menutup mulut dengan telapak tangannya kala melihat


Gambar tak senonoh Victor dan seorang wanita disebuah kamarlah yang ada dihadapannya.


Tangan Nasywa bergetar hebat saat melihat satu persatu gambar suaminya. Seolah tak percaya jika itu adalah suaminya, Nasywa mendekatkan gambar itu didepan matanya.


"Hubby..."Ucap Nasywa suaranya bergetar hebat dengan deru nafas yang memburu menjadi satu pada sebuah rasa sakit.


Kaki Nasywa lemas seketika. Apa ini ?? setau Nasywa istri Victor sebelumnya adalah Amara, tapi digambar itu bukan amara melainkan wanita lain.


"Siapa wanita ini ?? Berapa banyak wanita yang dekat denganmu hubby.." gumam Nasywa dengan masih memegangi dadanya. Ia terduduk lemas begitu saja bahkan kakinya seolah tak memiliki tenaga hanya untuk berdiri saja.