
Bab 25
.
.
.
Nasywa kembali keapartemen Victor sekitar sore hari. Sambil berjalan Ia memikirkan ucapan Bibinya yang tadi sempat menasehatinya.
"Masa lalu Victor begitu kelam dengan dua wanita. Sangat kelam hingga membuat dia menjadi pria dingin seperti sekarang, Jika pun kau dengar dari siapa saja, jangan langsung mengambil kesimpulan apapun. Bibi tau, kau pasti melakukan pernikahan ini agar kau tidak dijodohkan oleh papamu, tapi kau tidak boleh mempermainkan perasaan orang. Apalagi orang itu lebih dewasa darimu. Sebuah pernikahan meski hanya sebatas ijab kabul tetaplah hal yang sakral, karna kau berjanji atas nama Allah. Fikirkan semua mulai sekarang, kau mau bertahan atau tidak itu adalah keputusanmu, Jangan terlalu lama menjadikan orang lain tumpuan sebuah alasan dari permasalahan pribadimu.."Nasehat Ani terus terngiang ditelinga Nasywa sepanjang langkahnya.
Sebelum masuk keapartemen Victor Nasywa membuang nafas dengan cukup kasar. Ia berada dalam kebimbangan Setelah mendapat nasehat dari sang bibi.
Dengan malas, Nasywa masuk dan ia benar-benar dibuat terkejut saat sebuah panggilan terdengar ditelinganya.
"Mami..."Suara Gea yang begitu ceria membuat Nasywa menatap Gea dengan manik matanya yang terkejut.
Nasywa mematung dengan apa yang didengar dan dilihat. Gadis kecil itu sama seperti yang ada difoto. Nasywa langsung faham jika Dia adalah putri dari suaminya Victor.
Tak lama Victor keluar dapur dengan membawa piring berisi Masakannya.
"Oh.. Mami sudah datang ya sayang.."Ucap Victor seraya meletakkan piring diatas meja makan.
Gea berlari kecil dan memeluk kaki Nasywa hingga membuat lamunan Nasywa terbuyarkan.
"Mami.. Kenalkan Aku Gea, aku putrinya papi Victor.."Gea menengadah menatap Nasywa yang terus menatapnya dengan intens.
Sontak Nasywa langsung tersadar kala senyuman Gea yang terlihat begitu tulus.
"Oh iya.."Nasywa seketika langsung berjongkok dan membalas senyum Gea. Mengusap rambut panjang Gea dengan penuh kelembutan.
"Kau cantik sekali.. Lebih cantik dari yang difoto.."ucap Nasywa dengan senyumnya.
"Mami juga cantik. Lebih muda dari mommynya Gea yang asli.."Timpal Gea.
"benarkah ?? Terima kasih.."Keduanya berbalas senyuman.
"Makanan sudah siap. Ayo kita makan malam.."ajak Victor.
Gea menggangguk dengan semangat. Lalu ia menggandeng jemari Nasywa, keduanya beriringan menuju meja makan. Victor hanya mengulas senyum saat Gea mudah berinteraksi dengan Nasywa.
Nasywa pun memberikan tempat duduk pada Gea terlebih dahulu. Lalu ia memilih duduk disisi Gea dengan senyum keakraban mereka.
"Papi.. Kita beneran makan malam ini.. Menunya kayak direstoran.."Ucap Gea saat melihat isi meja makan yang penuh.
"Tentu saja. Kan anak papi yang minta.."Balas Victor dengan lembut.
"Maaf ya.. Aku tidak tau jika Gea datang.."Timpal Nasywa seraya menatap Victor.
"Mami bicara apa.. Ini kan memang surprize." sanggah Gea.
"Iya. Aku sengaja tidak mengabarimu. Tidak masalah. Ayo kita makan dulu nanti keburu dingin."Ajak Victor.
Gea menggangguk penuh semangat. Nasywa juga hanya bisa menurut.
Seolah nalurinya yang berbicara, Nasywa segera mengambilkan makanan untuk Gea. Menawari anak kecil itu apa yang disuka. Keduanya bahkan terlihat cukup akrab meski baru bertemu. Diam-diam Victor terus memperhatikan Nasywa yang sesekali tersenyum saat Gea melayangkan candaan untuknya.
"Kau kenapa Victor..Kenapa hatimu seperti ini rasanya.. Astaga, benarkah aku menyukai anak ini.."Batin Victor yang memilih melanjutkan makan malamnya.
.
.
.
Selesai makan malam, Gea mengajak Nasywa untuk tidur. Dan Nasywa dengan senang hati menemani putri Victor itu. Tak lupa cerita-cerita kecil juga diberikan Nasywa hingga lama kelamaan gea sudah tertidur pulas.
"Kau pintar sekali anak manis.."Gumam Nasywa seraya mengecup kening Gea dan membenahi selimut untuk menutupi tubuh Gea.
.
.
.