Little My Wife

Little My Wife
menikah dengan duda



Bab 18


.


.


.


"Sampai kapan kau akan berdiri disitu ??" tegur Victor yang masih mengayunkan teflon.


Sontak Nasywa terjengit kaget, Ia baru saja membayangkan Bermanja dengan Victor ??Namun sebuah suara dari pria yang berstatus suaminya terdengar membuyarkan lamunan Nasywa.


Nasywa mengatur diri dan berusaha terlihat biasa. "Aku hanya tidak mau mengganggu paman."ucapnya. Dengan penuh keraguan Nasywa menghampiri Victor.


"Paman masak apa ??" Saat sudah dekat Nasywa mendekat.


Victor menuangkan dua porsi spagetty diatas dua piring yang sudah dia siapkan.


"Hanya mie. maaf ya, aku kesiangan hanya bisa membuat mie saja."


"Aku makan apa saja kok. Tidak masalah."Balas Nasywa seraya tersenyum.


" Duduklah, Kita sarapan sama-sama."Balas Victor balik dengan membalas senyuman Nasywa.


Nasywa menurut dan duduk. Kemudian Victor meletakkan sepiring Spagetty dihadapan Nasywa.


"Paman tidak sarapan juga ??" tanya Nasywa sembari menatap Victor yang berdiri disisinya.


"Tentu saja. Aku harus kekantor."Victor mengambil piring miliknya dan duduk disisi Nasywa.


Pengantin baru itu menikmati sarapan bersama dengan santai. Victor yang bersikap biasa dengan Nasywa membuat Nasywa tidak terlalu canggung.


.


.


Sepanjang langkahnya, Victor menerima sapaan dari Beberapa karyawan yang bertemu dengannya diLuar Apartemen. Hari ini Victor harus kekantor pusat mengurus beberapa pekerjaannya yang tertunda.


Tak sengaja Victor berpapasan dengan Ani yang juga terlihat bari tiba.


Ani sedikit terkejut bisa berjumpa pria yang kini menjadi suami keponakannya, Namun Ani segera menutupi semua itu dengan senyuman.


"Pagi An.. Kau baru sampai ??" Sapa Victor.


"Iya. Kau juga baru sampai ?? Tumben sekali ??" tanya Ani juga.


"Iya. Aku harus membuatkan Istriku sarapan."balas Victor dengan senyum lebarnya.


Degg..


Lift terbuka dan mereka berdua masuk bersama.


"Em.. Apa.. Apa.. Nasywa merepotkanmu ??" Tanya Ani dengan keraguan.


"Tidak. Dia malah membuatku terhibur. Mungkin dengan semua kejadian yang terjadi ini hikmahnya."Jawab Victor masih dengan senyum lebarnya.


Ani bisa melihat senyuman itu. Senyum yang tidak pernah Victor perlihatkan selama 2 tahun belakangan ini.


"apa.. Kau akan mendaftarkan pernikahan kalian ini ?? Mengingat..-" Ani belum.menyelesaikam ucapannya, Namun pintu lift nampak terbuka memperlihatkan wisnu yang hendak masuk.


"Halo bos. Berduaan nih yee.."goda wisnu yang langsung masuk.


"Aku akan menyumpal mulutmu jika kau bicara begitu lagi Wisnu."balas Victor.


"Iya.. Iya.. Begitu aja sudah marah. Dasar es batu."Gerutu Wisnu.


Victor tak menanggapi. Ia hanya diam dan menatap lurus kedepan.


Aninpun juga demikian, Ia hanya sesekali melirik Victor yang sama sekali tak meliriknya. Pagi hari yang tak menyenangkan bagi Ani.


.


.


Dirumah, Nasywa mulai membereskan apartemen milik Victor. Dari mulai kamar, ruang tengah ruang tamu dan dapur. Tak lupa Deyna juga membersihkan toilet mencuci baju Victor yang ada dikeranjang kotor. Senandung kecil terdengar dari mulut mungil gadis itu.


"Paman Victor benar-benar rajin sekali.. Rumahnya terlihat rapi, dan terawat. Bahkan dia tidak menyewa pembantu."Ucap Nasywa yang mulai memasukkan Baju kotor dalam Mesin cuci.


Saat berada diruang tengah, Nasywa bisa melihat potret Anak kecil perempuan yang sama seperti yang ada dikamar Victor.


"Dia cantik sekali..."Puji Nasywa.


"Oh.. Astaga.. Jika teman-temanku tau aku menikah dengan seorang duda, pasti aku akan jadi bahan ejekan.."Nasywa menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Tapi bagaimana aku membatalkan pernikahan ini ?? Paman Victor sudah menolongku lepas dari belenggu papa.. Masa iya aku langsung minta cerai ??"Nasywa berceloteh dengan dirinya sendiri. Kebimbangan mulai ia rasakan, Akan seperti apa Victor jika tiba-tiba Nasywa menginginkan bercerai.


"Paman Victor pasti berfikir aku hanya memanfaatkan dia. Ok, aku akan jalani pernikahan ini beberapa minggu lagi."Nasywa kembali bicara sendiri pada dirinya.


.


.


.


.